Tampang

Bongkar Kebohongan Kakak Vina, Linda Emosi Tegaskan 2 Hal : Mbak Ini Jangan Banyak Bohong Juga

28 Mei 2024 16:25 wib. 520
0 0
Linda Sahabat Vina

Linda, seorang teman dekat Vina Cirebon, akhirnya membongkar kebohongan kakak kandung Vina, Marliyana. Kedatangan Dedi Mulyadi juga disambut dengan tegasannya terkait kasus Vina Cirebon. Linda menegaskan bahwa dirinya dan Vina hanya sebatas teman di geng motor XTC, dan tidak bersahabat dekat seperti yang diceritakan dalam film Vina: Sebelum 7 Hari. Bahkan, Linda juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berkunjung ke rumah Vina, membantah pernyataan Marliyana bahwa Linda sering main ke rumahnya.

Dalam wawancaranya dengan Dedi Mulyadi, Linda menceritakan bahwa dirinya mengenal Vina melalui geng motor XTC dikarenakan pacar Linda adalah anggota penting di XTC, yaitu Sekretaris XTC Kota Cirebon. Linda menjelaskan bahwa almarhum Eky (pacar Linda) adalah anggota geng motor XTC. Linda juga menekankan bahwa pertemanannya dengan Vina tidak seintim yang diceritakan dalam film Vina: Sebelum 7 Hari. Ia mengungkapkan bahwa film tersebut tidak memiliki izin dari dirinya dan bahwa informasi yang dikonsumsi publik hanya berasal dari fiksi.

Linda juga memberikan penjelasan terkait reaksi dan kejadian setelah kematian Vina dan Eky. Ia mengaku berniat mengunjungi rumah duka, namun saat tiba di gang rumahnya, ia merasa lemas hingga akhirnya dibawa pulang lagi ke rumahnya. Setelah 3 hari kematian Vina, Linda mengaku bahwa ia kemudian dirasuki. Ia tidak ingat apa yang terjadi atau apa yang ia ceritakan saat dirasuki. Menurut keluarga, kakaknya Vina yang merekam kejadian ini.

Kemudian, Linda juga membantah pernyataan Marliyana bahwa Linda pernah beberapa kali datang ke rumah Vina. Linda menegaskan bahwa pernyataan kakak Vina itu sama sekali tidak benar, karena sebenarnya ia sama sekali belum pernah berkunjung ke rumah tersebut.

<12>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%