Tampang
Banner Ads

Jangan Diabaikan, Kenali Skoliosis dan Dampaknya bagi Kesehatan

22 Sep 2026 09:32 wib. 163Advertorial
0 0
Gejala Skoliosis
Sumber foto: https://www.emc.id/id/

Kesehatan tulang belakang sering kali tidak mendapatkan perhatian dan baru disadari ketika mulai muncul rasa nyeri atau gangguan dalam beraktivitas. Padahal, perubahan pada bentuk tulang belakang bisa terjadi secara perlahan dan tidak selalu menimbulkan keluhan sejak awal. Salah satu kondisi yang perlu dikenali adalah skoliosis, yaitu kelainan pada tulang belakang yang dapat mempengaruhi postur tubuh dan dalam kondisi tertentu berdampak pada kualitas hidup.

Secara sederhana skoliosis adalah kondisi dimana tulang belakang mengalami lengkungan ke samping secara tidak normal. Lengkungan tersebut dapat membentuk pola menyerupai huruf “S” atau “C”. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada anak-anak dan remaja, khususnya ketika memasuki masa pertumbuhan. Meski demikian, skoliosis juga dapat terjadi pada orang dewasa karena berbagai faktor, termasuk perubahan degeneratif pada tulang belakang.

Tanda Skoliosis yang Perlu Diperhatikan

Salah satu tantangan dalam mengenali skoliosis adalah gejalanya yang terkadang tidak terlihat jelas pada tahap awal. Seseorang bisa saja tidak merasakan nyeri, tetapi terdapat perubahan pada bentuk tubuh yang sebenarnya perlu diperhatikan.

Beberapa tanda yang dapat menjadi perhatian antara lain posisi bahu yang tidak sejajar, salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol, panggul tampak tidak sama tinggi, atau tubuh terlihat lebih condong ke salah satu sisi. Perubahan juga dapat terlihat ketika seseorang membungkukkan badan, misalnya salah satu bagian tulang rusuk tampak lebih menonjol dibandingkan sisi lainnya.

Banner Ads

Pada sebagian orang skoliosis dapat disertai keluhan berupa nyeri punggung, otot lebih cepat lelah, atau rasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas tertentu. Jika lengkungan tulang belakang sudah cukup berat, kondisi tersebut bahkan dapat mempengaruhi ruang di sekitar rongga dada dan berpotensi mengganggu fungsi pernapasan.

Karena tanda awalnya bisa sangat ringan, perubahan postur sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kebiasaan berdiri atau duduk yang kurang baik. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berkaitan dengan skoliosis atau penyebab lainnya.

Mengapa Skoliosis Bisa Terjadi?

Skoliosis memiliki beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah skoliosis idiopatik. Disebut idiopatik karena penyebab pastinya belum diketahui. Kondisi ini sering muncul ketika anak memasuki masa remaja dan mengalami pertumbuhan yang cukup cepat.

Ada pula skoliosis kongenital yang berkaitan dengan perkembangan tulang belakang sejak berada di dalam kandungan. Sementara itu, skoliosis neuromuskular dapat berhubungan dengan gangguan saraf atau otot yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan posisi tulang belakang.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

Banner Ads

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Siapakah Presiden Pilihan Gen Z
Banner Ads
Banner Ads