Tampang

Indonesia Peringkat 2 Kasus TBC Terbanyak di Dunia: Ini Fakta & Cara Pencegahannya!

26 Mar 2025 09:45 wib. 94
0 0
Indonesia Peringkat 2 Kasus TBC Terbanyak di Dunia: Ini Fakta & Cara Pencegahannya!
Sumber foto: iStock

Dalam upaya penanggulangan TBC di Indonesia, pemerintah telah meluncurkan berbagai program kesehatan untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran penyakit ini. Salah satu langkah utama adalah imunisasi BCG, sebuah program imunisasi esensial yang harus diberikan kepada semua bayi pada usia satu bulan untuk melindungi mereka dari infeksi tuberkulosis.

Selain itu, surveilans TBC juga sangat penting dalam menangani masalah ini. Surveilans terdiri dari pengamatan, pencatatan, analisis, pelaporan, dan penyebaran hasil yang dilakukan secara terus-menerus. Ada dua jenis surveilans yang diterapkan, yaitu pasif dan aktif. Surveilans pasif mengumpulkan data dari pencatatan kasus di fasilitas kesehatan, sedangkan surveilans aktif berfokus pada menemukan kasus baru dengan melakukan skrining terhadap orang-orang di sekitar pasien yang terdiagnosis.

Gerakan TOSS TBC (Temukan dan Obati Sampai Sembuh) juga merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menekan angka TBC. Melalui kampanye ini, masyarakat diajak untuk mengenali gejala TBC dan segera mencari diagnosa serta pengobatan yang sesuai. Dengan cara ini, diharapkan rantai penularan TBC dapat diputus.

Upaya lain yang signifikan adalah Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Program ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan seseorang yang memiliki bakteri TBC dalam tubuh untuk jatuh sakit. Meski tidak menunjukkan gejala atau tidak menularkan virus, individu tersebut masih berpotensi untuk menularkan ketika sistem imun melemah. Melalui TPT, obat antituberkulosis (OAT) diberikan kepada kelompok dengan kondisi TBC laten untuk mencegah infeksi aktif di kemudian hari.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?