Tampang

AI di Rumah Sakit: Ancaman bagi Dokter atau Revolusi Perawatan Kesehatan?

25 Mar 2025 14:23 wib. 73
0 0
AI di Rumah Sakit: Ancaman bagi Dokter atau Revolusi Perawatan Kesehatan?
Sumber foto: iStock

Penerapan AI dalam dunia medis tidak hanya menjadi sorotan karena inovasi teknologinya, tetapi juga karena dampaknya terhadap para profesional kesehatan. Kemampuan AI untuk mengotomatiskan tugas-tugas rutin sangatlah penting. Hal ini memungkinkan dokter untuk lebih fokus pada inti pekerjaan mereka, yaitu mendengarkan keluhan pasien, melakukan diagnosa, dan mengembangkan rencana perawatan yang lebih personal. Sistem analitik berbasis AI berfungsi untuk membantu pengambilan keputusan klinis dengan memberikan data yang lebih akurat dan relevan, termasuk wawasan prediktif yang dapat meningkatkan kualitas diagnosis.

Dr. Bella Desra Andae, Kepala Informatika Medis di EMC, menyoroti bagaimana InterSystems IntelliCare mampu menghemat waktu dokter saat berinteraksi dengan rekam medis elektronik. "Sebelum teknologi ini ada, banyak dokter menghabiskan waktu hingga sepuluh menit hanya untuk mencari rekam medis, mendiagnosis, dan menulis resep. Kini, dengan adanya InterSystems IntelliCare, waktu yang dihabiskan di depan layar berkurang secara signifikan. Hal ini memungkinkan dokter untuk lebih terlibat dengan pasien, meningkatkan komunikasi, dan memperkuat hubungan antara dokter dan pasien," jelasnya.

Sistem yang memadai ini berpotensi menjadikan AI sebagai sekutu, bukan musuh bagi para dokter. Dengan berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk tugas administratif, dokter bisa lebih banyak melakukan interaksi manusiawi yang diperlukan untuk membangun kepercayaan pasien. Pasien juga mendapatkan pengalaman yang lebih baik karena dokter dapat memberikan perhatian penuh kepada mereka.

Menariknya, keberadaan AI juga membawa harapan bagi para dokter muda dan profesional kesehatan lainnya dalam hal pengembangan karier. Dengan adanya teknologi yang dapat mengotomatiskan proses-proses tertentu, mereka lebih berfokus pada pengembangan keterampilan klinis dan keahlian interpersonal yang sangat dibutuhkan dalam praktik kedokteran. AI berperan sebagai asisten yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi generasi dokter berikutnya.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?