Gen Z cenderung mengutamakan gaya hidup dan hiburan dalam pengeluaran mereka. Berdasarkan data, sebanyak 54% dari Gen Z menggunakan layanan Paylater untuk membiayai perjalanan dan hiburan, sementara 42% menggunakannya untuk berbelanja pakaian dan 43% untuk membeli gadget. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan ekonomi, mereka tetap mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan non-esensial, termasuk produk kecantikan.
Mengapa Produk Kecantikan Tetap Diminati?
Meskipun inflasi dan ketidakpastian ekonomi melanda, permintaan terhadap produk kecantikan tidak mengalami penurunan drastis. Berikut beberapa alasan mengapa industri ini tetap diminati:
-
Kebutuhan Psikologis dan Kepercayaan Diri
- Produk kecantikan tidak hanya sekadar kebutuhan estetika, tetapi juga memiliki dampak psikologis. Banyak orang merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan penampilan yang terawat, terutama dalam lingkungan sosial yang kompetitif.
-
Tren Media Sosial yang Mendorong Konsumsi
- Platform seperti TikTok dan Instagram memainkan peran besar dalam mendorong tren kecantikan. Influencer dan beauty enthusiast sering kali mempromosikan produk, membuat masyarakat lebih tertarik untuk mencoba produk terbaru.
-
Meningkatnya Kesadaran Akan Self-Care
- Kesadaran akan pentingnya perawatan diri semakin meningkat, terutama di kalangan anak muda. Mereka tidak hanya membeli produk makeup, tetapi juga skincare sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
-
Kemudahan Akses dan Skema Pembayaran Fleksibel
- Dengan hadirnya layanan Paylater, masyarakat lebih mudah membeli produk tanpa harus membayar secara langsung. Hal ini semakin mendorong konsumsi impulsif, terutama di kalangan Gen Z.
Apa Dampaknya bagi Pasar dan Pelaku Usaha?
Tren ini memberikan peluang besar bagi pelaku bisnis di industri kecantikan. Dengan meningkatnya permintaan, merek-merek kecantikan dapat berinovasi dalam menawarkan produk yang lebih relevan dan terjangkau bagi konsumen. Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha: