“Contoh gerakan peregangan yang bisa dilakukan adalah dengan duduk tegak, lalu memutar tubuh ke kanan 90 derajat dan menahan posisi tersebut selama 20 hingga 30 detik. Ulangi gerakan yang sama ke sisi kiri. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan dua kali pada masing-masing sisi untuk hasil yang optimal,” jelas Dr. Oryza. Ia juga menambahkan bahwa untuk mengurangi ketegangan di bahu dan punggung atas, pengendara bisa merentangkan tangan kanan ke kiri, lalu menahannya dengan tangan kiri selama 10 hingga 20 detik. Selain itu, disarankan juga untuk melakukan rotasi bahu maju dan mundur sebanyak 10 kali.
Pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan saat berkendara juga harus disertai dengan pengaturan jadwal perjalanan. Hindari berkendara di malam hari terutama bagi pemudik yang tidak terbiasa mengemudi dalam gelap, karena bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Melakukan perjalanan saat siang hari juga lebih aman dan memberi kesempatan untuk beristirahat dengan lebih baik di tempat yang aman.
Seiring dengan itu, pemudik perlu memastikan sepeda motor dalam kondisi baik. Sebuah pemeriksaan rutin terhadap mesin, rem, dan ban harus dilakukan sebelum memulai perjalanan. Naik motor dengan kondisi kendaraan yang tidak prima dapat memperburuk kualitas perjalanan dan menyebabkan kelelahan lebih cepat. Pastikan semua perlengkapan berkendara, seperti helm yang sesuai standar keselamatan, juga digunakan untuk melindungi diri selama di jalan.
Makanan yang dikonsumsi selama perjalanan pun turut berperan dalam menjaga stamina. Oleh karena itu, memilih makanan sehat dan tidak berat dapat membantu menjaga energi tetap stabil. Hindari makanan yang mengandung banyak gula, karena dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat namun berujung pada rasa lelah setelahnya. Pilihan camilan sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga energi selama perjalanan.