Beberapa ciri utamanya meliputi:
Sengaja mengurangi porsi makan secara drastis
Takut makan makanan berkalori tinggi
Sering berolahraga berlebihan untuk menjaga berat badan tetap rendah
Jika tidak ditangani, anoreksia dapat menyebabkan masalah serius seperti kekurangan gizi, gangguan hormon, hingga risiko kerusakan organ.
2. Bulimia Nervosa
Berbeda dengan anoreksia, bulimia nervosa ditandai dengan pola makan berlebih (binge eating) yang diikuti tindakan kompensasi untuk “menghilangkan” kalori. Misalnya:
Memuntahkan makanan secara sengaja
Mengonsumsi obat pencahar
Berpuasa ekstrem
Berolahraga secara berlebihan
Penderita bulimia biasanya sadar bahwa perilakunya tidak sehat, namun sering merasa terjebak dalam siklus berulang. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kerusakan gigi, dehidrasi, dan gangguan pencernaan.
3. Binge Eating Disorder (BED)
BED adalah gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sering kali dilakukan diam-diam atau bahkan saat tidak merasa lapar.
Setelah makan, penderita biasanya mengalami perasaan:
Malu
Bersalah
Jiji k terhadap diri sendiri
Berbeda dengan bulimia, penderita BED tidak melakukan tindakan kompensasi setelah makan berlebihan, sehingga berpotensi memicu peningkatan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.