Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan memiliki filosofi mendalam. Pembakaran batok kelapa melambangkan pembersihan diri setelah Ramadan sekaligus pengusiran energi negatif. Selain itu, api yang menyala melambangkan semangat baru bagi masyarakat dalam menyongsong kehidupan setelah Idulfitri.
3. Grebeg Syawal – Yogyakarta
Keraton Yogyakarta memiliki tradisi khusus yang disebut Grebeg Syawal, yang digelar setiap 1 Syawal sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya bulan Ramadan. Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang banyak ditunggu oleh masyarakat dan wisatawan.
Daya tarik utama dari Grebeg Syawal adalah tujuh gunungan yang diarak dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman. Gunungan ini berisi hasil bumi seperti sayur, buah, dan makanan khas. Setelah didoakan, gunungan akan diperebutkan oleh masyarakat karena dipercaya membawa keberkahan dan rezeki.
4. Binarundak – Sulawesi Utara
Di Motoboi Besar, Sulawesi Utara, masyarakat merayakan Lebaran dengan tradisi memasak nasi jaha secara gotong royong. Tradisi ini dikenal dengan nama Binarundak dan dilakukan selama tiga hari berturut-turut setelah Idulfitri.
Nasi jaha merupakan hidangan khas berbahan dasar beras ketan dan jahe, yang dimasak dalam bambu. Selain melestarikan kuliner tradisional, Binarundak juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan berbagi rezeki antarwarga. Kebersamaan yang terjalin selama proses memasak menjadi salah satu nilai utama dalam tradisi ini.