Tampang

Kurangnya Pemahaman Masyarakat Soal Obesitas Jadi Tantangan Utama Implementasi PNPK

26 Agu 2025 19:32 wib. 40
0 0
Obesitas
Sumber foto: Google

Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) menyoroti persoalan serius terkait obesitas yang kian meningkat di tanah air. Salah satu hambatan terbesar dalam penerapan Panduan Nasional Pelayanan Kesehatan (PNPK) untuk obesitas adalah rendahnya pemahaman masyarakat tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan obesitas.

Wakil Ketua Pengurus Pusat PDGKI, dr. Maya Surjadjaja, SpGK, menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat masih sulit mengenali kondisi tubuhnya sendiri. Banyak yang tidak sadar bahwa dirinya sudah masuk kategori obesitas, bahkan masih menganggap tubuh berisi hanyalah “gemuk biasa” yang tidak berbahaya. “Kita sendiri mungkin enggak yakin bahwa kita obesitas. Kita sendiri enggak ngerti, sebetulnya obesitas itu yang (berat badan) seperti apa, sih?” ungkap Maya dalam diskusi media mengenai obesitas di Jakarta, Sabtu (23/8).

Padahal, jelas Maya, kriteria obesitas pada masyarakat Asia, termasuk Indonesia, berbeda dengan standar Barat. Salah satu indikator yang paling penting adalah indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut. Lemak berlebih yang menumpuk di area perut ke bawah merupakan tanda bahaya utama yang sering terabaikan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 bahkan mencatat prevalensi obesitas sentral di Indonesia mencapai 36,8 persen pada penduduk berusia 15 tahun ke atas—angka yang mengkhawatirkan karena berkaitan langsung dengan risiko penyakit jantung, diabetes, hipertensi, hingga gangguan ginjal.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?