Tampang

Hubungan Antara Ketidaksetaraan Ekonomi dan Munculnya Ideologi Keadilan Sosial

25 Agu 2025 22:56 wib. 42
0 0
Kemiskinan
Sumber foto: Canva

Keadilan Sosial: Ideologi sebagai Respons

Sebagai respons terhadap ketidaksetaraan ekonomi, lahirlah ideologi keadilan sosial. Ideologi ini berpendapat bahwa masyarakat yang adil tidak hanya diukur dari kebebasan individu untuk mengejar kekayaan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memastikan setiap warganya memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dasar dan peluang untuk berkembang. Keadilan sosial menuntut agar negara atau sistem sosial berperan aktif dalam mengoreksi ketidakseimbangan yang terjadi.

Pada intinya, keadilan sosial bukanlah tentang membuat semua orang sama persis. Ideologi ini lebih tentang memastikan setiap orang punya kesempatan yang sama untuk sukses dan hidup layak. Ini melibatkan gagasan tentang distribusi yang lebih merata, perlindungan bagi kelompok rentan, dan penciptaan kebijakan yang mendukung mobilitas sosial.

Manifestasi Ideologi Keadilan Sosial dalam Sejarah

Sejarah mencatat banyak contoh bagaimana ideologi keadilan sosial muncul sebagai reaksi terhadap ketidaksetaraan ekonomi yang ekstrem.

Pada abad ke-19, Revolusi Industri di Eropa menciptakan kekayaan luar biasa bagi pemilik pabrik, namun pada saat yang sama, buruh bekerja dalam kondisi yang mengerikan dengan upah sangat rendah. Ketidaksetaraan ini memicu munculnya sosialisme dan komunisme. Karl Marx, salah satu tokoh utama komunisme, berpendapat bahwa kapitalisme pada dasarnya eksploitatif dan harus diganti dengan sistem yang mendistribusikan kekayaan secara kolektif. Meskipun ideologi ini punya sisi ekstremnya, kemunculannya tidak lepas dari ketidakpuasan mendalam terhadap ketidakadilan ekonomi pada masanya.

Pada abad ke-20, gerakan hak-hak sipil dan gerakan anti-apartheid juga punya akar kuat dalam ketidaksetaraan ekonomi. Di Amerika Serikat, diskriminasi rasial tidak hanya membatasi hak politik, tetapi juga menghalangi akses ekonomi bagi minoritas. Martin Luther King Jr. tidak hanya berjuang untuk hak memilih, tetapi juga untuk hak ekonomi bagi semua orang, termasuk pekerjaan yang layak dan upah yang adil. Di Afrika Selatan, rezim apartheid tidak hanya memisahkan ras, tetapi juga menempatkan minoritas kulit hitam pada posisi ekonomi yang paling bawah, memicu perjuangan untuk keadilan sosial dan ekonomi.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?