Apakah kamu merasa hidupmu membosankan ketika melihat teman-temanmu menghabiskan waktu di tempat-tempat eksotis? Bagaimana ketika seseorang meraih kesuksesan yang tampaknya tak terjangkau bagimu? Harus disadari bahwa apa yang kamu lihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari realitas hidup mereka. Banyak momen hilang, perjuangan yang tidak terlihat, serta kerentanan yang mereka alami. Mengizinkan FOMO mengatur hidupmu hanya akan melahirkan rasa tidak cukup, padahal sebenarnya kamu memiliki banyak hal yang patut disyukuri.
Saat kamu beralih ke JOMO, segala sesuatunya akan terasa lebih ringan. Kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan cinta tidak selalu terletak di keramaian, melainkan dalam kesederhanaan momen-momen yang sering kali terabaikan. Menikmati malam tenang di rumah dengan buku favoritmu atau berbincang dengan orang-orang terkasih bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih memuaskan daripada menghadiri pesta yang tidak benar-benar kamu nikmati.
JOMO juga mengajarkan arti pentingnya mengambil waktu untuk dirimu sendiri. Saat kamu berlatih JOMO, kamu akan mulai merasakan ketenangan dan kebebasan dari tekanan sosial. Tidak ada lagi keharusan untuk selalu “ada” dalam setiap kesempatan yang ditawarkan atau cemas karena melewatkan sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Kamu akan mulai menemukan nilai dalam hal-hal kecil yang sering kali dianggap sepele namun memiliki dampak besar terhadap kebahagiaanmu.
Untuk menerapkan JOMO dalam hidup sehari-hari, langkah awal yang bisa kamu ambil adalah mengurangi ketergantungan pada media sosial. Jika setiap kali membuka aplikasi, kamu merasa kurang berharga atau tertinggal, mungkin sudah saatnya untuk memberikan dirimu waktu rehat dari dunia maya dan lebih fokus pada hidup di dunia nyata.