Keselamatan dalam berkendara tidak ditentukan hanya oleh kecepatan kendaraan, namun juga oleh kondisi fisik pengemudi. Dr. Winnugroho menegaskan pentingnya mendengarkan tubuh dan tidak memaksakan diri untuk berkendara saat merasa tidak fit. Hal ini tidak hanya penting untuk keselamatan pengemudi itu sendiri, tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dalam konteks yang lebih luas, kesadaran mengenai efek dan bahaya dari microsleep semakin penting, terutama saat periode mudik ini. Pengemudi harus mampu mengenali tanda-tanda awal microsleep dan segera mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari potensi kecelakaan yang sering kali berakibat fatal. Dengan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya microsleep dan menerapkan beberapa cara pencegahan, harapannya adalah bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.
Melalui pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini, diharapkan setiap orang dapat menjadi pengemudi yang lebih bertanggung jawab dan menjaga keselamatan bersama di jalan raya, terutama dalam situasi seperti mudik yang sering kali padat dan berisiko tinggi.