Tampang

Bagaimana Self-Fulfilling Prophecy Bisa Membentuk Nasib?

28 Agu 2025 14:03 wib. 35
0 0
Psikologi
Sumber foto: Canva

Pygmalion Effect dan Golem Effect: Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

Salah satu contoh paling terkenal dari self-fulfilling prophecy adalah Pygmalion Effect yang ditemukan oleh Rosenthal dan Jacobson. Dalam sebuah eksperimen, guru diberi tahu bahwa beberapa murid di kelasnya memiliki potensi luar biasa (padahal sebenarnya mereka dipilih secara acak). Karena keyakinan ini, para guru secara tidak sadar memberikan perhatian lebih, menantang murid-murid tersebut dengan tugas yang lebih sulit, dan memberikan umpan balik yang lebih positif. Akibatnya, murid-murid tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil tes IQ mereka. Ekspektasi positif dari guru membuat murid-murid itu benar-benar menjadi "pintar".

Kebalikan dari Pygmalion Effect adalah Golem Effect. Ini terjadi ketika ekspektasi negatif menghasilkan performa yang buruk. Jika seorang manajer percaya bahwa seorang karyawan tidak kompeten, manajer itu mungkin akan memberinya tugas yang kurang penting, jarang memberikan bimbingan, atau tidak memberikan kesempatan untuk berkembang. Perlakuan ini dapat membuat karyawan tersebut kehilangan motivasi dan pada akhirnya memang menunjukkan performa yang buruk, seolah memvalidasi keyakinan negatif manajer di awal.

Dampak pada Hubungan dan Kepercayaan Diri

Fenomena ini tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah atau kerja, tapi juga sangat memengaruhi hubungan personal dan kepercayaan diri. Jika seseorang selalu percaya bahwa dirinya tidak pantas dicintai, ia mungkin akan bersikap dingin, menjaga jarak, atau bahkan sengaja menjauhkan diri dari orang lain, yang pada akhirnya membuat ia memang sulit menjalin hubungan. Sebaliknya, orang yang percaya dirinya menarik dan berharga cenderung lebih terbuka, ramah, dan percaya diri, yang membuat ia lebih mudah menarik dan mempertahankan hubungan yang sehat.

Keyakinan negatif yang berakar dalam diri bisa menjadi rintangan terbesar. Pikiran seperti "Aku tidak berbakat," "Aku tidak akan sukses," atau "Tidak ada yang mau berteman denganku," adalah "ramalan" yang bisa kita buat sendiri. Jika terus-menerus diyakini, pikiran-pikiran ini bisa menjadi filter yang membuat kita hanya melihat bukti yang mendukung keyakinan itu, sambil mengabaikan semua bukti yang sebaliknya.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?