Beberapa faktor yang dapat menyebabkan paralisis tidur antara lain kurang tidur, stres, perubahan jadwal tidur, atau gangguan tidur seperti narkolepsi. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki riwayat gangguan tidur lebih rentan mengalami kondisi ini. Faktor psikologis seperti kecemasan dan depresi juga dapat memperburuk kemungkinan terjadinya paralisis tidur.
Banyak orang yang mengalami sleep paralysis melaporkan sensasi tertekan di dada atau perasaan ada sosok yang mengintai mereka. Sebagai contoh, seseorang mungkin terbangun di tengah malam dan merasa ada seseorang di dekatnya, tetapi tidak dapat berteriak atau bergerak. Contoh lainnya adalah terdapat orang yang merasakan rasa ketakutan yang sangat mendalam saat mengalami paralisis tidur, meskipun mereka menyadari bahwa hal tersebut sebenarnya tidak berbahaya.