Tampang.com | Kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi yang terjadi sepanjang awal 2025 telah memukul daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sementara pendapatan mayoritas pekerja tidak mengalami peningkatan berarti, konsumsi rumah tangga—penopang utama pertumbuhan ekonomi—terus mengalami penurunan.
Konsumsi Rumah Tangga Turun, Sinyal Bahaya Ekonomi Rakyat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal I 2025 hanya 2,8%, jauh di bawah ekspektasi. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi di tingkat akar rumput semakin nyata.
“Kalau rakyat sudah menahan belanja kebutuhan dasar, berarti daya tahan ekonomi sedang melemah,” kata Rino Asmara, ekonom dari LPEM FEB UI.
Inflasi Tinggi, Upah Tidak Mengikuti