Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari nanas sebagai bumbu perendam daging, sebaiknya gunakan nanas segar dan ekstrak sarinya sendiri. Proses pasteurisasi yang digunakan dalam produksi jus komersial dapat menghilangkan enzim yang efektif dalam melunakkan daging. Dengan menggunakan nanas segar, pengaruh bromelainnya akan lebih optimal dalam proses pelunakan daging.
Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan nanas dalam memasak juga dapat membantu mengurangi tingkat kolesterol dalam daging, sehingga menjadikannya pilihan yang lebih sehat untuk menu masakan.
Dalam dunia kuliner, nanas tidak hanya digunakan sebagai bahan untuk melunakkan daging, tetapi juga menjadi bahan dalam saus, marinade, atau campuran rempah untuk menyempurnakan rasa. Kebanyakan dari kita sudah terbiasa dengan rasa asam manis nanas yang khas dalam hidangan seperti ayam goreng nanas atau tumis daging nanas.
Selain itu, nanas juga kaya akan serat dan vitamin C, sehingga baik untuk kesehatan pencernaan dan menambah nilai gizi dalam hidangan. Hal ini menunjukkan bahwa nanas tidak hanya memberikan manfaat aromatik dan tekstur dalam masakan, tetapi juga memberikan aspek kesehatan yang baik dalam hidangan.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jenis daging cocok untuk direndam dalam nanas. Beberapa jenis daging, seperti ikan dan daging unggas, memiliki struktur protein yang berbeda sehingga reaksi bromelain tidak akan berdampak pada pelunakan daging tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan tentang jenis daging yang cocok untuk diolah dengan bantuan nanas perlu diperhatikan agar hasil masakan tetap optimal.