Tampang

Kenapa Orang Sering Overthinking Sebelum Tidur?

24 Mar 2025 09:32 wib. 68
0 0
overthinking
Sumber foto: Pinterest

Setiap malam, banyak orang mengalami momen di mana pikiran mereka berputar-putar sebelum tidur. Proses ini sering disebut sebagai "overthinking malam." Jika Anda adalah salah satu yang mengalami situasi ini, Anda mungkin merasa terjebak dalam lautan pikiran yang tidak berujung. Namun, pertanyaannya adalah, mengapa kita sering terjebak dalam siklus pemikiran yang berlebihan menjelang waktu tidur? 

Salah satu penyebab utama dari overthinking malam adalah stres. Kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan, baik dari pekerjaan, hubungan pribadi, maupun tanggung jawab sosial, dapat membuat pikiran kita aktif bahkan saat kita seharusnya beristirahat. Ketika kita berbaring di tempat tidur, otak kita yang biasanya sibuk berfungsi untuk mencari solusi atau memikirkan masalah yang belum terselesaikan seringkali justru membawa kita ke dalam spiral kecemasan yang tidak perlu. Akibatnya, gangguan tidur pun menjadi lebih sering terjadi. Tidur yang seharusnya menjadi waktu untuk melepaskan ketegangan malah berubah menjadi momen yang penuh dengan keraguan dan kekhawatiran.

Di samping stres, ada juga faktor kesehatan mental yang tidak boleh diabaikan. Kondisi seperti kecemasan dan depresi sering kali menyebabkan peningkatan pikiran negatif yang mengganggu. Seseorang yang berjuang dengan gangguan kecemasan bisa jadi menghabiskan waktunya untuk memikirkan berbagai hal yang menakutkan atau meresahkan, sehingga sulit untuk menemukan ketenangan. Proses overthinking malam ini tidak hanya menguras energi, tetapi juga berkontribusi pada penurunan kualitas tidur dan kesehatan mental secara keseluruhan. Ini menyebabkan siklus di mana kurang tidur dapat memperburuk kondisi kesehatan mental, yang pada gilirannya memicu lebih banyak overthinking. 

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?