Di sisi lain, faktor keturunan juga dapat mempengaruhi tulisan tangan seseorang. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara gaya tulisan tangan dengan genetic. Jika seorang individu memiliki orang tua yang memiliki tulisan tangan yang sulit dibaca, kemungkinan besar mereka juga akan memiliki karakteristik serupa. Meskipun ada pengaruh lingkungan, faktor genetik tetap berperan penting dalam menentukan pola motorik dan koordinasi tangan. Karakteristik ini bisa diturunkan dalam berbagai bentuk, seperti ukuran huruf, kemiringan, dan bahkan tekanan saat menulis.
Dari sudut pandang psikologis, perasaan dan suasana hati seseorang juga bisa mempengaruhi tulisan tangan mereka. Ketika seseorang merasa stres atau cemas, tulisan tangan mereka sering kali menjadi lebih tidak teratur dan sulit dibaca. Ini mungkin terjadi karena ketika seseorang berada dalam keadaan emosional yang tidak stabil, perhatian mereka terhadap detail menurun. Jadi, keadaan mental tidak hanya mempengaruhi cara seseorang menulis tetapi juga kualitas tulisan tangan mereka.
Selain itu, pengalaman dan latar belakang pendidikan juga berkontribusi pada tulisan tangan. Individu yang pernah mendapatkan pelatihan khusus dalam penulisan atau memiliki pengalaman positif dalam belajar sering kali menghasilkan tulisan tangan yang lebih baik. Sementara itu, mereka yang tidak mendapatkan bimbingan atau kesempatan untuk belajar menulis dengan baik bisa menghasilkan tulisan tangan yang tidak terbaca. Oleh karena itu, instruksi dan latihan yang tepat, terutama selama masa kanak-kanak, sangat penting dalam mengembangkan tulisan tangan yang jelas.