Penting juga untuk diingat bahwa tulisan tangan dapat berubah seiring waktu. Pengalaman hidup, perubahan emosi, dan pertumbuhan pribadi dapat mempengaruhi cara seseorang menulis. Oleh karena itu, analisis tulisan tangan seharusnya dipandang sebagai cermin yang dinamis dari keadaan mental, bukan sebagai ukiran permanen dari kepribadian seseorang.
Dalam kesimpulannya, hubungan antara tulisan tangan dan kesehatan mental melalui grafologi merupakan topik yang kaya dan kompleks. Dengan memahami bagaimana tulisan dan emosi berinteraksi, kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang diri kita sendiri dan orang lain. Pengamatan ini bisa menjadi awal dari pemahaman yang lebih holistik mengenai kesehatan mental dan tidak hanya terfokus pada aspek fisik atau perilaku.