Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Yuk..Temani Anak Belajar di 1820

Yuk..Temani Anak Belajar di 1820

21 Mei 2017 | Dibaca : 1099x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Pendidikan anak tidak hanya merupakan tanggung jawab pihak sekolah, tetapi lebih utama lagi merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Di jaman sekarang ini dimana karena kesibukan orang tua dalam aktifitas kerja membuat anak menjadi kurang perhatian dalam belajar. Terlebih dengan semakin canggihnya Smartphone yang diberikan orang tua untuk anak-anaknya dengan alasan biar tidak main diluar menjadikan anak semakin malas untuk belajar.

Pola pembelajaran yang diterapkan pihak sekolah dengan memberikan sistem full day menjadi harapan orang tua agar anaknya dapat belajar lebih baik di sekolah. Tapi satu hal yang sering dilupakan oleh orang tua, terkadang anak butuh perhatian orang tuanya mendampingi saat anak belajar. Tidak sedikit orang tua yang ketika pulang kerja hanya menanyakan anak apakah sudah makan atau belum, mungkin ada yang menanyakan masalah pelajaran, tetapi itupun hanya sekilas saja ketika anak menjawab tidak ada masalah.

Terkadang anak lebih suka membuka internet ketika mendapatkan tugas sekolah tanpa meminta bantuan orang tuanya. Hal ini terjadi ketika saat belajar di rumah, orang tua sudah merasa capek dan istirahat menjadi pilihannya dibandingkan mendampingi anak saat belajar di rumah. Padahal bisa saja si anak mempunyai masalah atau kesulitan menyelesaikan tugas sekolahnya.

Mendampingi anak belajar walaupun hanya membutuhkan waktu 1-2 jam saat di rumah, sebenarny tidak semata-mata membantu anak mengerjakan tugas sekolah saja, efek psikologis anak yang lebih utama dihasilkan karena anak merasa orang tua sangat perhatian terhadap masalah pendidikannya. seorang anak tidak akan sungkan atau malu untuk menyampaikan masalah yang mengganggu pikirannya, mungkin tidak hanya masalah tugas sekolah, masalah pribadi anak juga akan bisa orang tua pahami terutama bagi orang tua yang memiliki anak perempuan.

Anak perempuan biasanya lebih tertutup dibandingkan anak laki-laki, masalah perempuan tidak hanya masalah belajar di sekolah, tapi masalah pribadi juga terkadang bisa mengganggu proses belajar. Contoh saat anak memasuki masa puber, atau mengalami mensturasi pertamanya, sangat dibutuhkan perhatian orang tua terutama seorang ibu untuk mendampingi anak perempuannya.

Jadi alangkah pentingnya jika kita sebagai orang tua meluangkan waktu barang 1-2 jam untuk mendampingi anak belajar. Pukul 18.00 - 20.00 merupakan waktu yang efektif bagi orang tua yang mempunyai kesibukan kerja dalam mendampingi anaknya. Komitmen dengan anak bahwa pada jam-jam tersebut orang tua dan anak tidak melakukan aktifitas lain selain membantu anak belajar dan ngobrol santai dengan anak. Jauhkan Handphone dari anak kita pada 1820.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mesir Menargetkan Teroris Dalam Operasi Militer 'Sinai 2018'
10 Februari 2018, by Slesta
Militer Mesir melancarkan serangan yang menargetkan sarang teroris di berbagai bagian Semenanjung Sinai, bagian dari Delta Sungai Nil dan Gurun Barat. Aksi ...
5 Pekerjaan Sampingan dengan Modal Minim Tapi Untung Banyak
13 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Zaman yang semakin canggih dan terus berkembang menuntut kita harus bisa melakukan apapun dalam segala hal. Termasuk dalam hal menghasilkan uang. ...
Lee Min Ho dan Bae Suzy Putus?
16 November 2017, by Rachmiamy
Lee Min Ho dan sang kekasih Bae Suzy dianggap sebagai pasangan yang serasi. Banyak fans yang sangat mendukung hubungan yang telah mereka jalin selama 3 tahun ...
UU Ruzhanul Ulum : Bekerja Lebih Keras Naikkan Elektabilitas Rindu
14 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya memenangkan Pilkada Jabar tahun ini. Uu Ruzhanul Ulum dan pasangannya Ridwan Kamil dengan sebutan pasangan Rindu berusaha ...
muzdalifah
22 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Senin (22/5/2017) Janda pedangdut Nassar telah resmi menikah untuk yang ke-3 kalinya. Akad nikah antara Muzdalifah dengan Kahiril Anwar digelar ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab