Tutup Iklan
hijab
  
login Register
YAICI Perkuat Alasan Susu Kental Manis Bukanlah Susu Bernutrisi

YAICI Perkuat Alasan Susu Kental Manis Bukanlah Susu Bernutrisi

12 Juli 2018 | Dibaca : 689x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Ada apa dengan susu kental manis yang akhir-akhir ini dikritisi oleh banyak pihak terkait keberadaannya?

Sejak dulu kala, susu kental manis memang menjadi andalan banyak keluarga untuk memnuhi kebutuhan gizi sang anak. Selain dinilai cukup murah, penyajian suus kental manis pun tak perlu ditambahkan gula lagi. Sebab, rasanya memang sudah manis sesuai dengan namanya.

Yayasan Abripraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat Indonesia menilai produk susu kental manis miss persepsi di masyarakat. Hal ini berbuntut pada permintaan YAICI yang melarang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar tidak menyiarkan iklan tentang susu kental manis.

Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat mengaku telah bertemu dengan pihak Komisi Penyiaran Indonesia terkait iklan SKM dari setahun yang lalu. Namun, KPI memberikan alasan tak memiliki justifikasi yang jelas dan pernyataan dari BPOM untuk menghentikan iklan tersebut.

Padahal, sebelumnya YAICI sudah melakukan advokasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Alhasil, BPOM malah menentang rekomendasi tentang aturan penggunaan kata susu. Saat ini, BPOM pun telah menerbitkan aturan tentang label dan iklan pada produk susu kental manis.

"Awal-awalnya kami ditentang habis tentang kandungan gula ini alasannya ini adalah susu dan tidak bisa dirubah ke creamer kemana, tapi sekarang akhirnya bobol, mereka makan sendiri pernyataan mereka, kami sempat di BPOM diceramahin abis itu, akhirnya kami keluarkan hasil riset, terbukti semuanya," tandas Arif.

Pihak YAICI tak lantas patah semangat, mereka tetap melancarkan tugas selanjutnya terkait aturan dari KPI mengenai iklan susu kental manis.

"Sekarang bagaimana tindakan dari KPI mereka awasi iklan itu atau tidak bagaimana ketegasan dari BPOM untuk mengawasi pelaksanaan pernyataan dari mereka juga," tegasnya.

Akhir kata, YAICI hanya ingin mendapatkan kejelasan seperti larangan siaran iklan susu kental manis agar diubah menjadi penambah makanan atau topping.

Pasalnya, menurut YAICI, susu kental manis bukanlah susu yang dikenal sebagai minuman bernutrisi, melainkan gula beraroma susu sepertinya layaknya sirup.

"Termasuk juga iklan visual juga iya, iklan cetak juga iya, karena selama ini yang dikeluarkan SKM adalah minuman bernutrisi keluarga dan dianjurkan diminum dua kali sehari di iklan mereka kan itu dari zaman dulu, jadi itu iklan mereka tidak menampilkan lagi seperti minuman tapi iklan mereka ke depan sebagai topping pelengkap makanan atau minuman," papar Arif.

Yaaaah, sekarang balik lagi pada Anda. Apakah Anda akan mengganti susu kental manis ke susu bubuk untuk memenuhi nutrisi tubuh anak Anda, atau tetap bertahan pada susu kental manis karena telah menjadi minuman favorit keluarga. Yang terpenting adalah keluarga Anda sehat dan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Ampuh Basmi Uban Agar Tampak Awet Muda
19 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Uban merupakan salah satu masalah penuaan yang terjadi pada rambut, Pigmen rambut akan berubah menjadi putih. Perubahan warna rambut ini dapat ...
Gatot Nurmantyo Sumber Kompas.com
8 Mei 2017, by Gatot Swandito
Bisa dibilang, sejak awal November 2016, Jenderal Gatot Nurmantyo tidak pernah lepas dari kontroversi. Berkali-kali nama Panglima TNI itu menjadi judul ...
Jagalah Sehatmu Sebelum datang Sakitmu, Jagalah Mudamu Sebelum Datang Tuamu...
18 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kesehatan merupakan harta yang sangat berharga bagi kita. Berbagai macam penyakit yang ada sekarang ini baanyak ditimbulkan karena gaya hidup dan ...
5 Tips Bikin si Doi Jadi Kangen Terus...
30 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rasa kangen merupakan bumbu cinta dengan pasangan. Jika pasangan bilang kangen pasti kamu akan merasa spesial. tapi saat hubungan berlangsung ...
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto: Tak Ada Fraksi DPR yang Tunda RUU Terorisme
18 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Rangkaian bom yang terjadi di beberapa titik di Indonesia belakangan ini membuat masyarakat resah dan menjadi topik utama nasional hingga dunia. Sontak, teror ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab