Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Tips Memberikan Makanan Pertama Bayi dengan Tepat

Tips Memberikan Makanan Pertama Bayi dengan Tepat

9 Juli 2018 | Dibaca : 104x | Penulis : Maman Soleman

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi yang memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dalam 6 bulan pertama. Setelah usia 6 bulan bayi memerlukan nutrisi tambahan dan sudah siap untuk diperkenalkan dengan makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI). Perkenalan pertama bayi terhadap makanan membantu bayi untuk menjadi familiar dengan beragam jenis makanan. Pada awalnya, bayi akan makan dalam jumlah yang masih sedikit sehingga ASI masih memegang peranan penting dalam tahap ini.

Memberikan makanan padat pertama kali pada waktu yang tepat sangatlah penting. Apabila terlalu dini, kurang dari usia 4 bulan, sistem pencernaan bayi masih belum siap dan dapat meningkatkan risiko alergi. Apabila ditunda terlalu lama setelah bayi berusia 6 bulan maka bayi tak akan mendapatkan nutrisi-nutrisi penting untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhannya.

Bayi juga akan kesulitan menerima rasa dan tekstur makanan baru dan juga meningkatkan risiko timbulnya alergi. Makanan pertama yang diberikan pada usia 6 bulan adalah makanan yang kaya akan zat besi termasuk sereal bayi yang diperkaya dengan zat besi atau makanan yang mengandung zat besi seperti daging sapi, ayam dan ikan, tahu serta kacang-kacangan yang dimasak dan dihaluskan menjadi pure.

Berbagai jenis makanan dapat diberikan pertama kali secara bersamaan. Jenis makanan lainnya yang dapat diberikan antara lain sayuran seperti kentang, ubi, labu, wortel, serta buah-buahan seperti apel, pir, pisang, alpukat. Yang harus diperhatikan adalah tekstur makanan yang harus menyesuaikan dengan tahapan perkembangan bayi. Diawali dengan makanan yang dihaluskan menjadi pure, lalu bertahap teksturnya menjadi lebih kasar dan padat.

Pemberiannya diawali dengan jumlah sedikit dicampur dengan ASI, sehari 1-2 kali setelah pemberian ASI, kemudian secara bertahap jumlah makanan dan waktu pemberiannya ditambah. Kukus atau rebus sayuran atau buah dengan sedikit air tanpa diberikan tambahan garam atau gula. Daging sapi, ayam, ikan dimasak dengan sedikit air tanpa ditambahkan bumbu. Haluskan makanan menggunakan blender sampai teksturnya halus. Makanan bayi yang dibuat sendiri dapat dimasukkan dalam wadah-wadah kecil disimpan dalam lemari es atau freezer dan pastikan terbebas dari kontaminasi saat dibuat, disimpan, dan disajikan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Atlet Jalan Cepat Indonesia ingin Berlatih di Spannyol, Sayangnya Terkendala Dana
20 November 2017, by Admin
Tampang.com - Peraih tiga medali emas jalan capat 20 km, Hendro Tjap kembali berencana menjalani training camp di Eropa. Sebagaimana diketahui dalam persiapan ...
Gesundheit! Game Aneh dengan Tampilan Visual Unik
19 Juli 2018, by Maman Soleman
Game dengan tampilan visual yang unik ini dirilis oleh Noodlecake, di mana terakhir mereka merilis sebuah game berjudul Another Case Solved yang berhasil ...
xiomi
29 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Xiaomi mengumumkan untuk Ninebot Plus desain dibuat lebih futuristik dan menambahkan sejumlah fitur baru. Tentunya penambahan fitur ini dibarengi ...
Inilah Alasan Mengapa Menguap Sangat Menular
5 September 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com - Bahkan saat kita tidak lelah, kita ikut menguap saat ada orang lain menguap. Para ahli di University of Nottingham telah menerbitkan penelitian ...
penusukan brimob
1 Juli 2017, by Zeal
Seperti yang telah diketahui, jumat malam (30/06), Dua anggota polisi bernama AKP Dede Suhatmi anggota Resimen 1 Gegana dan Briptu M Syaiful Bakhtiar Resimen 3 ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab