Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Sungai Tersembunyi di Bawah Es Antartika

Sungai Tersembunyi di Bawah Es Antartika

24 Agustus 2017 | Dibaca : 625x | Penulis : Rindang Riyanti

Peneliti Antartika dari Rice University telah menemukan suatu ironi di alam: di benua terkering dan terdingin di Bumi, di mana air permukaan jarang ditemukan, ternyata ada air mengalir di bawah es yang tampaknya memainkan peran penting dalam menentukan nasib arus es Antartika.

Temuan tersebut, yang muncul online minggu ini di Nature Geoscience, mengikuti analisis dua tahun dari inti sedimen dan peta dasar laut yang tepat yang mencakup 2.700 mil persegi Laut Ross barat. Baru 15.000 tahun yang lalu, daerah itu ditutupi oleh es tebal yang kemudian mundur sejauh ratusan mil ke lokasi saat ini. Peta, yang dibuat dari data sonar mutakhir yang dikumpulkan oleh kapal penelitian National Science Foundation, Nathaniel B. Palmer, mengungkapkan bagaimana es tersebut mencair pada masa pemanasan global setelah zaman es terakhir Bumi. Di beberapa tempat, peta menunjukkan jalur air yang bukan hanya sistem sungai, tapi juga danau.

Saat ini, Antartika ditutupi oleh es yang berada di beberapa tempat setinggi lebih dari 2 mil. Meski dalam, es tidak statis. Gravitasi memampatkan es, dan bergerak karena beratnya sendiri, menciptakan aliran es yang mengalir ke laut. Bahkan dengan instrumen modern terbaik, bagian bawah arus es raksasa ini jarang diakses untuk pengamatan langsung.

"Satu hal yang kita ketahui dari pengamatan di permukaan adalah beberapa aliran es ini bergerak dengan kecepatan ratusan meter per tahun," kata peneliti postdoctoral Rice Lauren Simkins, penulis utama studi ini.

Karena kurangnya informasi tentang bagaimana air mengalir di bawah es Antartika, Simkins mengatakan bahwa sistem sungai menawarkan gambaran unik tentang bagaimana air Antartika mengalir dari danau melalui sungai sampai ke titik di mana es memenuhi laut.

Simkins mengatakan bahwa air lelehan terbentuk di danau subglasial. Pertama, tekanan kuat dari berat es menyebabkan beberapa pelelehan. Selain itu, Antartika adalah rumah bagi puluhan gunung berapi, yang bisa memanaskan es dari bawah. Simkins menemukan setidaknya 20 danau di sistem sungai fosil, bersama dengan bukti bahwa air dibangun dan dikeringkan dari danau dalam ledakan episodik dan bukan arus yang stabil. Dia bekerja sama dengan rekan penulis Rice dan ahli vulkanologi Helge Gonnermann untuk memastikan bahwa gunung berapi terdekat bisa menyediakan panas yang diperlukan untuk memberi makan danau tersebut.

Dia mengatakan, temuan kunci lainnya adalah drainase melalui sistem sungai berlangsung dalam skala waktu yang diukur dalam puluhan sampai beberapa ratus tahun.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

ismail yusanto
7 Mei 2017, by Tonton Taufik
Oleh :  HM.  Ismail Yusanto   "Bapak Ibu ngga pilih saya karena DIBOHONGI pake surat Al Maidah 51....... Bapak Ibu ngga bisa pilih nih ...
Miris, Seorang Nenek di Cimahi Hidup 2 Tahun Bersama Jasad Suami dan Anak
1 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Baru – baru ini Cimahi di gegerkan dengan kabar dari seorang nenek bernama Neng Khotijah ( 76 ) yang berdomisili di gang Nusa Indah ...
inspirasi
25 April 2017, by titin
Banyak hikmah yang terkandung di dalam setiap musibah, termasuk hal-hal yang tidak kita ketahui tetapi kemudian terungkap dengan sendirinya setelah ada ...
Kegiatan Inspiratif Ibu Cisitu Indah Peduli (ICIP)
8 Juli 2017, by Dika Mustika
Sungguh inspiratif kegiatan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan ICIP atau kepanjangannya adalah Ibu Cisitu Indah peduli. Pada tanggal 5-7 Juli 2017 kemarin di ...
prabowo subianto
25 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Meski syarat ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold harus 20% dari suara pemilu tahun 2014, tidaklah membuat Partai ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview