Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

4 September 2017 | Dibaca : 558x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Berhenti untuk merokok sepertinya menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk para perokok. Jika kamu memang berniat untuk berhenti dan tak selalu membuahkan hasil, coba lakukan operasi plastik.

Hal yang menjadi inti dari hal ini adalah prosedur sebelum dilakukan operasi, bukan tindakan operasi plastiknya.

Untuk menjalani operasi plastik, si pasien ternyata harus berhenti merokok selama 2 minggu sebagai persiapannya. Hal ini karena merokok bisa menyebabkan komplikasi berbahaya saat operasi. Bahkan, banyak dokter bedah yang menolak mengoperasi pasien perokok.

Dalam penelitian terbaru terungkap, orang-orang yang diminta berhenti merokok 2 minggu sebelum operasi cenderung berhasil menjauhi rokok bahkan sampai selamanya.

Memang terasa terlalu memaksakan jika hanya karena ingin berhenti merokok, harus melakukan operasi plastik dahulu. Namun, hal yang terpenting dari ini bukanlah masalah operasinya, tapi proses berhenti merokok dapat terjadi apabila mereka memahami resiko kesehatannya.

Sebanyak 70 persen responden dalam penelitian ini setuju bahwa berdiskusi dengan dokter dan diberi tahu bahaya menghisap rokok bagi hasil operasi membuat mereka sadar untuk berhenti. Sebanyak 40 persen juga mengaku tidak merokok lagi sampai 5 tahun pascaoperasi dan 25 persen sama sekali tak merokok lagi.

"Mendiskusikan secara spesifik bahwa rokok pada pasien terhadap hasil operasi ternyata sangat memengaruhi mereka untuk berhenti," kata Aaron C.Van Slyke seperti dikutip dari Yahoo Beauty.

Secara umum, merokok akan membuat pembuluh darah mengerut sehingga oksigen tidak bisa berikatan dengan sel darah. Hal ini membuat jumlah oksigen dalam sirkulasi darah berkurang dan luka operasi lebih lama sembuh.

Kondisi tersebut bukan hanya membuat hasil operasi plastik tidak sesuai harapan, tapi juga menyebabkan efek samping berbahaya seperti nekrosis atau kematian sel dan jaringan.

Perokok juga cenderung akan mengalami reaksi negatif saat dianestesi dan ada kemungkinan infeksi. Bahaya rokok itu belum termasuk risikonya terhadap organ-organ tubuh dan jantung.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Amin Rais Ceramah Di Balai Kota, Sandiaga Uno Angkat Bicara Ceramah Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais saat mengisi Tasyakuran di Balai Kota DKI Jakarta kembali menuai polemik.  Ketika dit
25 April 2018, by oteli w
Sandiaga Uno Angkat Bicara atas   Ceramah Amin Rais di Balai Kota DKI Jakarta Ceramah Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais saat mengisi ...
X-Fuera Optimis Raih Hasil Maksimal di MotoGP Belanda 2018
29 Juni 2018, by Rachmiamy
Balapan seri kedelapan MotoGP 2018 akan digelar Minggu malam besok di Sirkuit Assen Belanda. Salah satu pembalap yang ditunggu penampilannya pada balapan besok ...
Sketsa Dua Wajah Terduga Penyerang Novel Baswedan Selesai dibuat Polisi
31 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kasus Novel Baswedan yang disiram dengan air keras belum juga usai hingga saat ini. Saat ini pelaku sedang di buru oleh polisi. Polisi baru ...
polisi
18 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Penindakan pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh personel Satresnarkoba Polrestabes Medan terjadi pada hari Selasa (16/5) di Jalan Sei Rokan, ...
Rumah Wakil Ketua DPRD Digedor-gedor Orang Gila
25 November 2017, by Admin
Tampang.com - Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jefray Raja Tugam bersama keluarga besarnya dibuat ketakutan di kediamannya  sendiri di Jalan Sekadau-Sintang KM ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab