Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

4 September 2017 | Dibaca : 601x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Berhenti untuk merokok sepertinya menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk para perokok. Jika kamu memang berniat untuk berhenti dan tak selalu membuahkan hasil, coba lakukan operasi plastik.

Hal yang menjadi inti dari hal ini adalah prosedur sebelum dilakukan operasi, bukan tindakan operasi plastiknya.

Untuk menjalani operasi plastik, si pasien ternyata harus berhenti merokok selama 2 minggu sebagai persiapannya. Hal ini karena merokok bisa menyebabkan komplikasi berbahaya saat operasi. Bahkan, banyak dokter bedah yang menolak mengoperasi pasien perokok.

Dalam penelitian terbaru terungkap, orang-orang yang diminta berhenti merokok 2 minggu sebelum operasi cenderung berhasil menjauhi rokok bahkan sampai selamanya.

Memang terasa terlalu memaksakan jika hanya karena ingin berhenti merokok, harus melakukan operasi plastik dahulu. Namun, hal yang terpenting dari ini bukanlah masalah operasinya, tapi proses berhenti merokok dapat terjadi apabila mereka memahami resiko kesehatannya.

Sebanyak 70 persen responden dalam penelitian ini setuju bahwa berdiskusi dengan dokter dan diberi tahu bahaya menghisap rokok bagi hasil operasi membuat mereka sadar untuk berhenti. Sebanyak 40 persen juga mengaku tidak merokok lagi sampai 5 tahun pascaoperasi dan 25 persen sama sekali tak merokok lagi.

"Mendiskusikan secara spesifik bahwa rokok pada pasien terhadap hasil operasi ternyata sangat memengaruhi mereka untuk berhenti," kata Aaron C.Van Slyke seperti dikutip dari Yahoo Beauty.

Secara umum, merokok akan membuat pembuluh darah mengerut sehingga oksigen tidak bisa berikatan dengan sel darah. Hal ini membuat jumlah oksigen dalam sirkulasi darah berkurang dan luka operasi lebih lama sembuh.

Kondisi tersebut bukan hanya membuat hasil operasi plastik tidak sesuai harapan, tapi juga menyebabkan efek samping berbahaya seperti nekrosis atau kematian sel dan jaringan.

Perokok juga cenderung akan mengalami reaksi negatif saat dianestesi dan ada kemungkinan infeksi. Bahaya rokok itu belum termasuk risikonya terhadap organ-organ tubuh dan jantung.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Via Vallen Bakal jadi Tim Sukses Gus Ipul Siap Goyang Jatim
23 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pasangan calon Gubernur Jawa Timur 2018, Saifullah Yusuf - Puti Guntur dan Khofifah Indar Parawangsa - Emil Dardak sudah mempersiapkan strategi ...
afi plagiat
12 Juni 2017, by Tonton Taufik
Akhirnya Afi Nihaya Paradisa, minta maaf karena mengutip tulisan dari akun FB Mita Handayani. Afi Nihaya Paradisa, memiliki nama asli: Asa Firda Inayah. Afi ...
Diakuisisi Grab, Bagaimana Nasib Driver Uber?
29 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Grab yang merupakan perusahaan tranpsportasi berbasis online yang beroperasi di banyak negara ini telah resmi ...
Mudik Gratis 2017..Kemenhub Siapkan Dana 90 Miliar
18 Mei 2017, by Devi
Kementrian Perhubungan berencana menyiapkan sekitar 90 miliar untuk menyelenggarakan program mudik gratis pada lebaran tahun ini.Dan di perkirakan pada tahun ...
Dortmund Turun ke Peringkat 3, Munchen Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Liga Jerman 2017/2018
5 November 2017, by Rachmiamy
Bayern Munchen sukses meraih kemenangan di Stadion Signal Iduna Park yang merupakan kandang Borussia Dortmund. Walaupun bermain di kandang Dortmund, para ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab