Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

4 September 2017 | Dibaca : 676x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Berhenti untuk merokok sepertinya menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk para perokok. Jika kamu memang berniat untuk berhenti dan tak selalu membuahkan hasil, coba lakukan operasi plastik.

Hal yang menjadi inti dari hal ini adalah prosedur sebelum dilakukan operasi, bukan tindakan operasi plastiknya.

Untuk menjalani operasi plastik, si pasien ternyata harus berhenti merokok selama 2 minggu sebagai persiapannya. Hal ini karena merokok bisa menyebabkan komplikasi berbahaya saat operasi. Bahkan, banyak dokter bedah yang menolak mengoperasi pasien perokok.

Dalam penelitian terbaru terungkap, orang-orang yang diminta berhenti merokok 2 minggu sebelum operasi cenderung berhasil menjauhi rokok bahkan sampai selamanya.

Memang terasa terlalu memaksakan jika hanya karena ingin berhenti merokok, harus melakukan operasi plastik dahulu. Namun, hal yang terpenting dari ini bukanlah masalah operasinya, tapi proses berhenti merokok dapat terjadi apabila mereka memahami resiko kesehatannya.

Sebanyak 70 persen responden dalam penelitian ini setuju bahwa berdiskusi dengan dokter dan diberi tahu bahaya menghisap rokok bagi hasil operasi membuat mereka sadar untuk berhenti. Sebanyak 40 persen juga mengaku tidak merokok lagi sampai 5 tahun pascaoperasi dan 25 persen sama sekali tak merokok lagi.

"Mendiskusikan secara spesifik bahwa rokok pada pasien terhadap hasil operasi ternyata sangat memengaruhi mereka untuk berhenti," kata Aaron C.Van Slyke seperti dikutip dari Yahoo Beauty.

Secara umum, merokok akan membuat pembuluh darah mengerut sehingga oksigen tidak bisa berikatan dengan sel darah. Hal ini membuat jumlah oksigen dalam sirkulasi darah berkurang dan luka operasi lebih lama sembuh.

Kondisi tersebut bukan hanya membuat hasil operasi plastik tidak sesuai harapan, tapi juga menyebabkan efek samping berbahaya seperti nekrosis atau kematian sel dan jaringan.

Perokok juga cenderung akan mengalami reaksi negatif saat dianestesi dan ada kemungkinan infeksi. Bahaya rokok itu belum termasuk risikonya terhadap organ-organ tubuh dan jantung.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jadwal Ceramah Padat, Ustaz Abdul Somad tak Mau Masuk Daftar 200 Penceramah Kementrian Agama
20 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kementrian Agama RI melalui laman kemenag.go.id merilis 200 nama mubaligh yang mendapat rekomendasi. Dari 200 nama mubaligh tersebut, da'i ...
Ingin Karir Anda Sukses? Korbankan 5 Hal Berikut
25 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sukses terhadap karir adalah impian semua orang, karenanya tidak sedikit orang yang menjadikan hal ini sebagai resolusinya setiap awal tahun. Banyak orang ...
Udah di Sel, Napi Ini Ketahuan Nyabu Akhirnya di Bekuk Lagi
28 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Penjara merupakan tempat yang tepat bagi orang yang melakukan kejahatan. Hidup di dalam sel seharusnya dapat membuat para pelaku jera dan tidak ...
Pilih Organisasi atau Prestasi ? Yuk, Intip 5 Trik Jitu Melejitkan Organisasi dan Prestasimu di Sekolah
1 November 2017, by Zeal
Tampang - Masa sekolah merupakan masa mencari ilmu dan pengalaman untuk bekal kita nanti, hidup di masyarakat. Sebagian orang ada yang memilih untuk tidak ikut ...
Nasabah Indonesia Transfer Rp 18.9 T ke Singapura, Wajarkah?
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Pada akhir tahun 2015, terjadi transfer dana sebesar Rp 18,9 triliun dari seorang nasabah Indonesia dari Guernsey (Inggris) ke Singapura. Hal ini sebelum ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab