Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

Sulit Untuk Berhenti Merokok? Coba Trik Ini

4 September 2017 | Dibaca : 452x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Berhenti untuk merokok sepertinya menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk para perokok. Jika kamu memang berniat untuk berhenti dan tak selalu membuahkan hasil, coba lakukan operasi plastik.

Hal yang menjadi inti dari hal ini adalah prosedur sebelum dilakukan operasi, bukan tindakan operasi plastiknya.

Untuk menjalani operasi plastik, si pasien ternyata harus berhenti merokok selama 2 minggu sebagai persiapannya. Hal ini karena merokok bisa menyebabkan komplikasi berbahaya saat operasi. Bahkan, banyak dokter bedah yang menolak mengoperasi pasien perokok.

Dalam penelitian terbaru terungkap, orang-orang yang diminta berhenti merokok 2 minggu sebelum operasi cenderung berhasil menjauhi rokok bahkan sampai selamanya.

Memang terasa terlalu memaksakan jika hanya karena ingin berhenti merokok, harus melakukan operasi plastik dahulu. Namun, hal yang terpenting dari ini bukanlah masalah operasinya, tapi proses berhenti merokok dapat terjadi apabila mereka memahami resiko kesehatannya.

Sebanyak 70 persen responden dalam penelitian ini setuju bahwa berdiskusi dengan dokter dan diberi tahu bahaya menghisap rokok bagi hasil operasi membuat mereka sadar untuk berhenti. Sebanyak 40 persen juga mengaku tidak merokok lagi sampai 5 tahun pascaoperasi dan 25 persen sama sekali tak merokok lagi.

"Mendiskusikan secara spesifik bahwa rokok pada pasien terhadap hasil operasi ternyata sangat memengaruhi mereka untuk berhenti," kata Aaron C.Van Slyke seperti dikutip dari Yahoo Beauty.

Secara umum, merokok akan membuat pembuluh darah mengerut sehingga oksigen tidak bisa berikatan dengan sel darah. Hal ini membuat jumlah oksigen dalam sirkulasi darah berkurang dan luka operasi lebih lama sembuh.

Kondisi tersebut bukan hanya membuat hasil operasi plastik tidak sesuai harapan, tapi juga menyebabkan efek samping berbahaya seperti nekrosis atau kematian sel dan jaringan.

Perokok juga cenderung akan mengalami reaksi negatif saat dianestesi dan ada kemungkinan infeksi. Bahaya rokok itu belum termasuk risikonya terhadap organ-organ tubuh dan jantung.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kembali Kicauan Artis Sekaligus mantan Anggota Dewan Marisa Haque membuat Banyak Nitizen Geram
21 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Unggahan postingan artis sekaligus mantan Anggota Dewan dan istri aktor Ikang Fauzi ke dalam instragramnya bersama sahabat karibnya semasa SMA ...
 Veneer Gigi Berbahaya? Inilah Ungkapan Gusti Rosaline
18 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Dikutip dari ruangsehat.net, Veneer Gigi adalah salah satu jenis perawatan gigi yang dilakukan dengan cara memasang lapisan gigi yang ...
Jokowi Minta Setya Novanto Patuhi Proses Hukum yang ada
18 November 2017, by Admin
Tampang.com - Presiden Joko Widodo yang gerah karena terus ditanya mengenai kasus yang membelit Setnov akhirnya bersuara lebih tegas. Sebelumnya, dia hanya ...
Lakukan Langkah Penting Ini setelah Membeli Rumah
12 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Setelah membeli rumah, biasanya seseorang akan mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat. Terutama setelah membeli rumah, pemilik rumah ...
Baju Muslim yang Pas untuk Kamu Tampil Percaya Diri
8 November 2018, by Rizal Abdillah
Baju muslim tidak hanya menjadi baju yang dikenakan utuk menutup aurat. Akan tetapi semakin berkembangnya trend fashion menjadikan baju muslim sebagai salah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab