Tutup Iklan
powerman
  
login Register
SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

26 Juli 2018 | Dibaca : 262x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pendaftaran peserta calon presiden dan calon wakil presiden 2019 tinggal hitungan hari. Jadi tidak heran jika semua elit partai politik sedang intens-intensnya membangun komunikasi politik antar elit pimpinan parpol untuk mencari koalisi yang dianggap tepat. Salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yakni Partai Demokrat.

Seperti diketahui, belakangan ini pimpinan Demokrat dan Gerindra sedang menjalin komunikasi politik secara intens. Apakah itu artinya keduanya akan bergabung di Pilpres 2019? Hingga saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah berkoalisi dengan Gerindra hanya saja, secara landasan SBY dan Prabowo memiliki pandangan yang sama.

Terkait merapatnya SBY ke kubu Prabowo, Ali Mochtar Ngabali menuding SBY mengalami kesulitan untuk bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, tudingan itu, SBY menegaskan yang menyebut SBY menolak tawaran AHY sebagai salah satu menteri usai Pilpres.  

SBY menilai, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan sikap politiknya termasuk di Pilpres 2019. Ia mengatakan pernyataan Ngabalin yang menyebut Partai Demokrat berlabuh ke koalisi Prabowo tanpa pamit kepada Jokowi merupakan sikap yang tidak menggambarkan sebagai negarawan.

Presiden ke-6 mengingatkan Ngabalin agar berhati-hati dalam berbicara. Ia mengatakan Demokrat tidak harus izin dengan Jokowi karena bukan partai Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," ujar  Ketua Umum Demokrat itu di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengalami kesulitan membangun komunikasi dengan Jokowi. Justru yang menjadi hambatan sebenarnya ada di dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," tutupnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Demi Menyelesaikan Pendidkan Tinggi Remaja Ini Rela Melakuan Hal Aneh
22 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Untuk mengenyam pendidikan tinggi banyak orang rela melakukan apa saja asal dapat sekolah, dan mempunyai pendidikan yang tinggi mereka berusaha ...
Pesilat Malaysia Ngamuk Kalah di Final Lawan Pesilat Indonesia Asian Games 2018
30 Agustus 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor ...
6 Tanda Anda Menikmati Pekerjaan di Perusahaan yang Tepat
10 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menemukan pekerjaan yang cocok dengan passion kita tidak mudah. Namun, saat kita berhasil menemukan pekerjaan yang tepat maka bisa dipastikan kita akan bekerja ...
4 Hal yang Harus Ada Dalam Menjaga Hubungan tidak Kandas di Tengah Jalan
29 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
4 Hal yang Harus Dimiliki dalam Sebuah Hubungan Biar Nggak Mendadak Putus Setiap orang menginginkan hubungan dengan pasangannya awet dan tidak kandas di ...
Dortmund Turun ke Peringkat 3, Munchen Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Liga Jerman 2017/2018
5 November 2017, by Rachmiamy
Bayern Munchen sukses meraih kemenangan di Stadion Signal Iduna Park yang merupakan kandang Borussia Dortmund. Walaupun bermain di kandang Dortmund, para ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman