Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

26 Juli 2018 | Dibaca : 297x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pendaftaran peserta calon presiden dan calon wakil presiden 2019 tinggal hitungan hari. Jadi tidak heran jika semua elit partai politik sedang intens-intensnya membangun komunikasi politik antar elit pimpinan parpol untuk mencari koalisi yang dianggap tepat. Salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yakni Partai Demokrat.

Seperti diketahui, belakangan ini pimpinan Demokrat dan Gerindra sedang menjalin komunikasi politik secara intens. Apakah itu artinya keduanya akan bergabung di Pilpres 2019? Hingga saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah berkoalisi dengan Gerindra hanya saja, secara landasan SBY dan Prabowo memiliki pandangan yang sama.

Terkait merapatnya SBY ke kubu Prabowo, Ali Mochtar Ngabali menuding SBY mengalami kesulitan untuk bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, tudingan itu, SBY menegaskan yang menyebut SBY menolak tawaran AHY sebagai salah satu menteri usai Pilpres.  

SBY menilai, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan sikap politiknya termasuk di Pilpres 2019. Ia mengatakan pernyataan Ngabalin yang menyebut Partai Demokrat berlabuh ke koalisi Prabowo tanpa pamit kepada Jokowi merupakan sikap yang tidak menggambarkan sebagai negarawan.

Presiden ke-6 mengingatkan Ngabalin agar berhati-hati dalam berbicara. Ia mengatakan Demokrat tidak harus izin dengan Jokowi karena bukan partai Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," ujar  Ketua Umum Demokrat itu di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengalami kesulitan membangun komunikasi dengan Jokowi. Justru yang menjadi hambatan sebenarnya ada di dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," tutupnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tampil Langsing Ala Artis Korea yang sedikit Aneh tapi Ok
26 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Buat para wanita memang sangat sudah untuk kembali tampil langsing dan sempurna seprti sebelum melahirkan. Karena kebanyakan bahkan 90% wanita ...
Sudah Sarapan Kok Masih Lapar.. Kenapa Ya?
12 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Sarapan merupakan hal penting yang tidak boleh terlewat sebagai penyuplai tenaga sebelum melakukan aktivitas sepanjang hari. Banyak pakar ...
Wawasan Nusantara: 5 desa Tertinggi Di Indonesia
28 Maret 2018, by oteli w
Wawasan Nusantara: 5 desa Tertinggi Di Indonesia Pemandangan dataran tinggi di Indonesia selalu memikat dan dapat membuat kita takjub. Pemandangan sunrise ...
3 Cara Alami Bebaskan Rumah dari Serangan Nyamuk
6 Mei 2018, by Rachmiamy
Kedatangan serangga seperti nyamuk pastilah membuat kita kesal dan terganggu. Rasa gatal karena gigitan nyamuk tentunya membuat kita merasa tidak nyaman. ...
penyakit vertigo
7 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Anda mungkin belum banyak mengenal apa itu Vertigo ? Vertigo adalah gejala sakit kepala yang ditandai dengan pusing secara mendadak karena adanya gangguan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman