Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

26 Juli 2018 | Dibaca : 365x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pendaftaran peserta calon presiden dan calon wakil presiden 2019 tinggal hitungan hari. Jadi tidak heran jika semua elit partai politik sedang intens-intensnya membangun komunikasi politik antar elit pimpinan parpol untuk mencari koalisi yang dianggap tepat. Salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yakni Partai Demokrat.

Seperti diketahui, belakangan ini pimpinan Demokrat dan Gerindra sedang menjalin komunikasi politik secara intens. Apakah itu artinya keduanya akan bergabung di Pilpres 2019? Hingga saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah berkoalisi dengan Gerindra hanya saja, secara landasan SBY dan Prabowo memiliki pandangan yang sama.

Terkait merapatnya SBY ke kubu Prabowo, Ali Mochtar Ngabali menuding SBY mengalami kesulitan untuk bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, tudingan itu, SBY menegaskan yang menyebut SBY menolak tawaran AHY sebagai salah satu menteri usai Pilpres.  

SBY menilai, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan sikap politiknya termasuk di Pilpres 2019. Ia mengatakan pernyataan Ngabalin yang menyebut Partai Demokrat berlabuh ke koalisi Prabowo tanpa pamit kepada Jokowi merupakan sikap yang tidak menggambarkan sebagai negarawan.

Presiden ke-6 mengingatkan Ngabalin agar berhati-hati dalam berbicara. Ia mengatakan Demokrat tidak harus izin dengan Jokowi karena bukan partai Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," ujar  Ketua Umum Demokrat itu di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengalami kesulitan membangun komunikasi dengan Jokowi. Justru yang menjadi hambatan sebenarnya ada di dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," tutupnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Test Pack Positif, Kok Ngga Hamil, Apa Sebabnya?
13 November 2017, by Rindang Riyanti
Saat menstruasi datang terlambat, mungkin beberapa wanita akan bergegas mencari test pack alias alat tes kehamilan. Beberapa diantaranya akan mendapatkan hasil ...
4 Faktor Penyebab Hancurnya Karir
9 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Perjalanan menuju karier yang cemerlang membutuhkan usaha dan terus belajar untuk melakukan yang terbaik. Karier dapat terus melonjak jika ...
Cara Mengatasi Jerawat dan Bekas Jerawat dengan Masker Jagung
27 April 2018, by Maman Soleman
Tidak sedikit wanita memiliki masalah di kulit wajah, yakni berjerawat dan noda bekas jerawatnya sulit hilang.  Hal ini tentu saja membuat banyak wanita ...
gerard deulofeu
1 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk memulangkan kembali Gerard Deulofeu dari Everton, Barcelona telah mengaktifkan klausul pembelian kembali yang dikabarkan mencapai €12 ...
Bosan dengan Pisang Goreng yang Biasa, Coba Resep Pisang Pasir Berikut !
9 September 2017, by Rachmiamy
Siapa yang tak suka pisang. Buah yang satu ini memang menjadi favorit semua kalangan. Pisang memang mudah dimakan dalam bentuk apa saja, bisa dimakan langsung, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab