Tutup Iklan
hijab
  
login Register
SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

26 Juli 2018 | Dibaca : 514x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pendaftaran peserta calon presiden dan calon wakil presiden 2019 tinggal hitungan hari. Jadi tidak heran jika semua elit partai politik sedang intens-intensnya membangun komunikasi politik antar elit pimpinan parpol untuk mencari koalisi yang dianggap tepat. Salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yakni Partai Demokrat.

Seperti diketahui, belakangan ini pimpinan Demokrat dan Gerindra sedang menjalin komunikasi politik secara intens. Apakah itu artinya keduanya akan bergabung di Pilpres 2019? Hingga saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah berkoalisi dengan Gerindra hanya saja, secara landasan SBY dan Prabowo memiliki pandangan yang sama.

Terkait merapatnya SBY ke kubu Prabowo, Ali Mochtar Ngabali menuding SBY mengalami kesulitan untuk bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, tudingan itu, SBY menegaskan yang menyebut SBY menolak tawaran AHY sebagai salah satu menteri usai Pilpres.  

SBY menilai, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan sikap politiknya termasuk di Pilpres 2019. Ia mengatakan pernyataan Ngabalin yang menyebut Partai Demokrat berlabuh ke koalisi Prabowo tanpa pamit kepada Jokowi merupakan sikap yang tidak menggambarkan sebagai negarawan.

Presiden ke-6 mengingatkan Ngabalin agar berhati-hati dalam berbicara. Ia mengatakan Demokrat tidak harus izin dengan Jokowi karena bukan partai Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," ujar  Ketua Umum Demokrat itu di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengalami kesulitan membangun komunikasi dengan Jokowi. Justru yang menjadi hambatan sebenarnya ada di dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," tutupnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kamu Harus Tahu! Inilah 7 Hal Spesial Otak Manusia
22 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Otak merupakan salah satu oragan yang sangat penting dalam tubuh kita. Bahkan seseorang dapat tidak dapat dikatakan meninggal jika hanya ...
Mau Bertemu Perdana dengan Gebetan? Ini 7 Hal Paling Disukai Cewe yang Harus Kamu Tau
20 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Apakah kamu lagi punya gebetan atau pernah punya gebetan namun tidak berhasil gara-gara kesan pertama saat bertemu untuk pertama kalinya. Tulisan kali sangat ...
Terungkap, Meteorit Hijau bukan dari Planet Merkurius
10 Juli 2018, by Maman Soleman
Para peneliti awalnya meragukan kebenaran asal muasal batu angkasa luar berwarna hijau yang disebut NWA 7325. Pada Konferensi Sains Bulan dan Planeter ke-44 di ...
Kim Jong Un Bertemu Lagi dengan Presiden Korea Selatan
27 Mei 2018, by Slesta
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengadakan pertemuan kedua yang mengejutkan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada hari Sabtu, kantor kepresidenan ...
Ikatan Sosial Makaka Akhirnya Terungkap
28 Februari 2018, by Maman Soleman
Ilmuwan dari German Primate Center yang mempelajari perilaku hewan bekerja sama dengan Universitas Portsmouth, Inggris, dan mahasiswa IPB di Bogor, Indonesia. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab