Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

26 Juli 2018 | Dibaca : 887x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pendaftaran peserta calon presiden dan calon wakil presiden 2019 tinggal hitungan hari. Jadi tidak heran jika semua elit partai politik sedang intens-intensnya membangun komunikasi politik antar elit pimpinan parpol untuk mencari koalisi yang dianggap tepat. Salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yakni Partai Demokrat.

Seperti diketahui, belakangan ini pimpinan Demokrat dan Gerindra sedang menjalin komunikasi politik secara intens. Apakah itu artinya keduanya akan bergabung di Pilpres 2019? Hingga saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah berkoalisi dengan Gerindra hanya saja, secara landasan SBY dan Prabowo memiliki pandangan yang sama.

Terkait merapatnya SBY ke kubu Prabowo, Ali Mochtar Ngabali menuding SBY mengalami kesulitan untuk bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, tudingan itu, SBY menegaskan yang menyebut SBY menolak tawaran AHY sebagai salah satu menteri usai Pilpres.  

SBY menilai, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan sikap politiknya termasuk di Pilpres 2019. Ia mengatakan pernyataan Ngabalin yang menyebut Partai Demokrat berlabuh ke koalisi Prabowo tanpa pamit kepada Jokowi merupakan sikap yang tidak menggambarkan sebagai negarawan.

Presiden ke-6 mengingatkan Ngabalin agar berhati-hati dalam berbicara. Ia mengatakan Demokrat tidak harus izin dengan Jokowi karena bukan partai Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," ujar  Ketua Umum Demokrat itu di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengalami kesulitan membangun komunikasi dengan Jokowi. Justru yang menjadi hambatan sebenarnya ada di dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," tutupnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Anies Baswedan Berharap Jakarnaval Kali Ini Menjadi Karnaval Terbaik di Indonesia
9 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka acara Jakarnaval 2018 di atas panggung yang berlokasi depan Balai Kota DKI Jakarta. Anies menyampaikan ...
Sukarelawan "BRAY" Baraya Kang Yossi Kecewa Berat Atas Keputusan Partai Demokrat
15 November 2017, by Dwi Heri Yana
Bandung - Keputusan Partai Demokrat yang mengeluarkan rekomendasi untuk Chaerul Yakin Hidayat untuk maju dalam Pilwakot Bandung 2018 berpasangan dengan ...
Transportasi Online Bandung dapat Dukungan Masyarakat Lewat Petisi
17 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kehadiran transportasi online hampir di semua kota di Indonesia menuai banyak respon baik yang pro maupun kontra. Kelompok masyarakat yang kontra ...
Makanan Ini Dipercaya Dapat Meningkatkan Mood!
3 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Kelelahan ketika menjalani aktivitas sehari-hari dapat mempengaruhi hasil kinerja kita. Selain itu, rutinitas yang membosankan dapat membuat kita tidak ...
Samsung Alami Pemadaman Listrik Selama 30 Menit, Akibatkan Harga Chipset Dunia Melambung Tinggi
18 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pabrik Samsung di Pyeongtaek, Korea Selatan mengalami pemadaman listrik pada Jumat (9/3/2018) lalu. Pemadaman berlangsung selama 30 menit dan menyebabkan ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab