Tutup Iklan
hijab
  
login Register
SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

SBY Mengingatkan Ngabalin Agar Berhati-Hati Dalam Bicara, Demokrat Berhak Tentukan Sikap Politiknya

26 Juli 2018 | Dibaca : 620x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pendaftaran peserta calon presiden dan calon wakil presiden 2019 tinggal hitungan hari. Jadi tidak heran jika semua elit partai politik sedang intens-intensnya membangun komunikasi politik antar elit pimpinan parpol untuk mencari koalisi yang dianggap tepat. Salah satunya adalah partai yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yakni Partai Demokrat.

Seperti diketahui, belakangan ini pimpinan Demokrat dan Gerindra sedang menjalin komunikasi politik secara intens. Apakah itu artinya keduanya akan bergabung di Pilpres 2019? Hingga saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah berkoalisi dengan Gerindra hanya saja, secara landasan SBY dan Prabowo memiliki pandangan yang sama.

Terkait merapatnya SBY ke kubu Prabowo, Ali Mochtar Ngabali menuding SBY mengalami kesulitan untuk bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, tudingan itu, SBY menegaskan yang menyebut SBY menolak tawaran AHY sebagai salah satu menteri usai Pilpres.  

SBY menilai, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan sikap politiknya termasuk di Pilpres 2019. Ia mengatakan pernyataan Ngabalin yang menyebut Partai Demokrat berlabuh ke koalisi Prabowo tanpa pamit kepada Jokowi merupakan sikap yang tidak menggambarkan sebagai negarawan.

Presiden ke-6 mengingatkan Ngabalin agar berhati-hati dalam berbicara. Ia mengatakan Demokrat tidak harus izin dengan Jokowi karena bukan partai Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," ujar  Ketua Umum Demokrat itu di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengalami kesulitan membangun komunikasi dengan Jokowi. Justru yang menjadi hambatan sebenarnya ada di dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," tutupnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Selamat Datang Idola Baru Indonesia Sang Juara Indonesia Idol 2018
24 April 2018, by oteli w
Selamat Datang Idola Baru Indonesia Sang Juara Indonesia Idol 2018 Malam puncak  Grand Final Indonesia Idol diwarnai dengan keseruan dan penampilan ...
Studi: Cacat Jantung Dapat Meningkatkan Risiko Demensia
13 Februari 2018, by Slesta
Jika Anda dilahirkan dengan cacat jantung, Anda mungkin perlu lebih khawatir tentang pengembangan demensia seiring bertambahnya usia, sebuah studi baru ...
Ini Cara Untuk Memilih Bantal yang Cocok untuk Kamu
4 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika hendak tidur, tak lengkap jika tidak ditemani dengan bantal sebagai alas kepala. Bantal biasanya hanya dianggap menjadi pelengkap ketika ...
Ditersangkakan oleh Polisi Karena Cuitan Sarkastik, ADP: Tidak Melanggar Pasal!
29 November 2017, by Zeal
Tampang - Buntut cuitan Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) tentang penista agama, dirinya ditetapkan tersangka oleh pihak penyidik Polres Jakara Selatan. Kasus yang ...
Faktor Penyebab Tipes yang Harus Dipahami
11 Juni 2018, by oteli w
Faktor Penyebab Tipes Yang Harus Dipahami Penyakit tipes (tifus) adalah penyakit yang terjadi akibat serangan bakteri salmonella typhi. Bakteri ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab