Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Review Film Target (2018)

Review Film Target (2018)

19 Juni 2018 | Dibaca : 575x | Penulis : Dika Mustika

Di liburan lebaran kali ini, cukup banyak film Indonesia yang tayang di bioskop. Nah, salah satu film yang turut memeriahkan liburan lebaran kali ini adalah film Target, karya Raditya Dika. Ada beberapa komentar orang yang menyebutkan jika film ini mirip dengan film lainnya. Tapi menurutku, dari setiap film kita bisa mendapatkan ‘sesuatu’ kok, karena setiap film memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan bukan hanya bisa dilihat dari ide cerita, bisa juga kita lihat dari pemain, setting, effect, dan berbagai aspek lainnya.

Film yang dibintangi oleh pemain-pemain yang ternama ini, mengisahkan tentang sekumpulan orang dari latar belakang ‘keartisan’ yang berbeda-beda. Mereka dikumpulkan untuk shooting film dengan judul Target. Awalnya mereka mengira bahwa shooting film ini seperti shooting film pada umumnya. Namun, di sinilah inti ceritanya. Bagaimana shooting film Target berlangsung. Berbagai kepribadian artis ketika dihadapkan dengan tantangan shooting, ternyata bisa menimbulkan dinamika-dinamika dengan konflik-konfliknya. Film ini termasuk film komedi, dalam dialog dan adegan-adegannya tak jarang membuat penontonnya tertawa. Jadi walaupun setting filmnya seperti film action, dengan warna-warna yang kusam, remang-remang, namun penonton cukup ‘sadar’ kok bahwa filmnya akan aman dari kesan mendebarkan berlebih. Menariknya lagi, adegan-adegan laga yang ditampilkan cukup keren. Para pemain bisa membawakan adegan perkelahiannya dengan cukup oke.  

Hal yang kudapatkan dari film ini, justru adalah hal yang mirip-mirip sedang dihadapi oleh bangsa kita, tentang persatuan! Dari film ini aku belajar bahwa kita harus pandai-pandai membaca situasi dan bersikap cerdas dalam menyikapinya. Di film ini ada salah seorang tokohnya yang menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang diadu domba melalui shooting film tersebut. Ada yang memang langsung impulsif, bertindak tanpa pertimbangan, ada yang memang berusaha tenang, mencari solusi, dan berusaha menjalankan solusi tersebut.

Dalam keseharian, mungkin adalanya kita langsung terbawa perasaan dan bertingkah impulsif. Padahal dengan impulsif ini justru kita tidak bisa berpikir jernih, dan tidak melihat suatu masalah dengan jelas. Hal ini lah yang bisa melukai orang lain dan dalam lingkup yang lebih luas, karena hal ini lah perpecahan antar warga negara bisa terpecah belah. Jika kita tetang dan bisa melihat ‘gambaran besar’ atas suatu permasalahan, maka kita pun akan lebih tenang dalam mencari solusi dan menjalankannya.

Film ini memiliki ritme yang berbeda-beda untuk setiap segmennya. Di awal ritme film ini terasa cepat. Namun di bagian tengah ketika ada beberapa segmen kilas balik, penonton jadi bisa menikmati film dengan lebih tenang. Ritme cepat, terjadi lagi di bagian akhir film. Tapi dari sini kita juga bisa belajar memperhatikan ritme film juga ya. Setelah menonton film ada berbagai hal yang kita bisa dapatkan bukan?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tips Merawat Baterai Laptop Agar Tetap Awet
17 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Barang elektronik adalah barang yang harus diperlakukan dengan baik oleh penggunanya. Jika tidak, maka bisa mengakibatkan usia barang elektronik Anda cepat ...
3 Alasan Melahirkan Normal Lebih Baik Daripada Metode Operasi Caesar
3 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Bagi wanita hamil yang sudah mendekati waktunya melahirkan pasti memikir dan menimbang-nimbang dalam hati memilih metode yang mana untuk melahirkan sang buah ...
Diet Ternyata Mampu Cegah Penuaan Pada Otak
6 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Diet biasanya menjadi salah satu cara untuk mengurangi berat badan berlebih yang ada pada tubuh. Selain sebagai cara penurunan berat badan, ...
Kecanggihan Gadget bisa Memandu Menemukan Wi-Fi Gratis
16 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Semakin banyak gadget bermunculan, semakin banyak kecanggihan diberikan saling bersaing satu sama lain. Belakaangan ini ada aplikasi-aplikasi ...
Jorge Lorenzo Sebut Joan Mir Sebagai Pembalap Yang Cerdas
19 November 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Leopard Racing asal Spanyol, Joan Mir sukses menjadi juara dunia Moto3 2017. Pembalap berusia 20 tahun tersebut berhasil meraih 341 poin di MotoGP ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih