Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Review Film Target (2018)

Review Film Target (2018)

19 Juni 2018 | Dibaca : 518x | Penulis : Dika Mustika

Di liburan lebaran kali ini, cukup banyak film Indonesia yang tayang di bioskop. Nah, salah satu film yang turut memeriahkan liburan lebaran kali ini adalah film Target, karya Raditya Dika. Ada beberapa komentar orang yang menyebutkan jika film ini mirip dengan film lainnya. Tapi menurutku, dari setiap film kita bisa mendapatkan ‘sesuatu’ kok, karena setiap film memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan bukan hanya bisa dilihat dari ide cerita, bisa juga kita lihat dari pemain, setting, effect, dan berbagai aspek lainnya.

Film yang dibintangi oleh pemain-pemain yang ternama ini, mengisahkan tentang sekumpulan orang dari latar belakang ‘keartisan’ yang berbeda-beda. Mereka dikumpulkan untuk shooting film dengan judul Target. Awalnya mereka mengira bahwa shooting film ini seperti shooting film pada umumnya. Namun, di sinilah inti ceritanya. Bagaimana shooting film Target berlangsung. Berbagai kepribadian artis ketika dihadapkan dengan tantangan shooting, ternyata bisa menimbulkan dinamika-dinamika dengan konflik-konfliknya. Film ini termasuk film komedi, dalam dialog dan adegan-adegannya tak jarang membuat penontonnya tertawa. Jadi walaupun setting filmnya seperti film action, dengan warna-warna yang kusam, remang-remang, namun penonton cukup ‘sadar’ kok bahwa filmnya akan aman dari kesan mendebarkan berlebih. Menariknya lagi, adegan-adegan laga yang ditampilkan cukup keren. Para pemain bisa membawakan adegan perkelahiannya dengan cukup oke.  

Hal yang kudapatkan dari film ini, justru adalah hal yang mirip-mirip sedang dihadapi oleh bangsa kita, tentang persatuan! Dari film ini aku belajar bahwa kita harus pandai-pandai membaca situasi dan bersikap cerdas dalam menyikapinya. Di film ini ada salah seorang tokohnya yang menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang diadu domba melalui shooting film tersebut. Ada yang memang langsung impulsif, bertindak tanpa pertimbangan, ada yang memang berusaha tenang, mencari solusi, dan berusaha menjalankan solusi tersebut.

Dalam keseharian, mungkin adalanya kita langsung terbawa perasaan dan bertingkah impulsif. Padahal dengan impulsif ini justru kita tidak bisa berpikir jernih, dan tidak melihat suatu masalah dengan jelas. Hal ini lah yang bisa melukai orang lain dan dalam lingkup yang lebih luas, karena hal ini lah perpecahan antar warga negara bisa terpecah belah. Jika kita tetang dan bisa melihat ‘gambaran besar’ atas suatu permasalahan, maka kita pun akan lebih tenang dalam mencari solusi dan menjalankannya.

Film ini memiliki ritme yang berbeda-beda untuk setiap segmennya. Di awal ritme film ini terasa cepat. Namun di bagian tengah ketika ada beberapa segmen kilas balik, penonton jadi bisa menikmati film dengan lebih tenang. Ritme cepat, terjadi lagi di bagian akhir film. Tapi dari sini kita juga bisa belajar memperhatikan ritme film juga ya. Setelah menonton film ada berbagai hal yang kita bisa dapatkan bukan?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nekat, Warga Comboran Upacara di Rel Kereta
19 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tampang.com, Malang - Upacara yang sangat unik dan ekstrem dilakukan warga RT 09 RW 07 Comboran Timur Kelurahan Sukoharjo, Klojen, Kota Malang. Semangat ...
Dahsyatnya  Kehidupan Orang yang Rajin dan Tekun
17 April 2018, by oteli w
Dahsyatnya  Kehidapan Orang yang Rajin dan Tekun Kerajinan adalah kemampuan untuk mengerjakan dengan penuh kehati-hatian, dan keteguhan untuk ...
6 Tips Memutihkan Kulit Wajah Secara Alami
9 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memiliki kulit wajah yang cerah dan halus adalah keinginan semua orang terutama para wanita. Dimana bagian pertama yang dilihat orang ketika bertemu adalah ...
pembagian sembako presiden
23 April 2018, by Admin
Pemerintah saat ini senang sekali berhubungan langsung dengan rakyat, terutama rakyat kecil. Sudah beberapa kali Presiden Joko Widodo melakukan kontak langsung ...
Begini Kritikan Fadli Zon Soal Sekjen Partai Koalisi Jokowi Rapat di Seskab
15 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik pertemuan Seskab Pramono Anung dengan 9 sekretaris jenderal partai politik pendukung ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman