Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Review Film My Sister's Keeper (2009)

Review Film My Sister's Keeper (2009)

18 Juni 2018 | Dibaca : 336x | Penulis : Dika Mustika

Sehat rasanya adalah hal yang menjadi keinginan setiap orang. Namun, adakalanya sakit pun tak bisa terhindarkan, khususnya sakit yang cukup berat. Baru-baru ini aku menonton film mengenai kehidupan sebuah keluarga dengan adanya salah seorang anggota keluarga yang mengidap penyakit kanker.  Menarik bagaimana film My Sister Keeper ini memberikan pandangan yang berbeda mengenai bukan hanya penderita sakitnya, tapi bagaimana dinamika dalam keluarga penderita sakit tersebut.

Dikisahkan ada sebuah keluarga dengan 2 anak. Dalam perjalanan keluarga ini, ternyata anak pertama mereka menderita kanker. Dan karenanya ia harus melalui berbagai perawatan yang di dalamnya membutuhkan pendonor. Seperti yang sudah diketahui, bahwa tidak mudah menemukan pendonor yang cocok dan aman. Atas saran seorang dokter, mereka disarankan untuk memiliki anak lagi. Anak ke-3 ini memang ‘dirancang’ untuk menjadi donor untuk kakakknya.

Setelah anak ke-3 ini lahir, ia memang bisa menyelamatkan kakaknya lewat berbagai donor yang dilakukannya. Awalnya, kupikir, oke ternyata ‘rencana rancangan’ dari dokter dan orangtuanya sukses. Tapi ternyata dari dinamika pendonoran inilah timbul konflik. Ketika semua perhatian orangtua tertumpah pada anak pertama yang sakit, seolah adik-adiknya bukanlah hal yang diperhatikan oleh orangtua mereka. Hingga akhirnya anak ke-3 ini menuntut orangtuanya sendiri karena ‘dipaksa’ untuk menjadi donor untuk kakakknya.

Film ini membuat penonton memiliki sudut pandang yang berbeda tentang bagaimana cara kita peduli pada seseorang yang sakit. Dan menariknya lagi, anti klimaks dari film ini sungguh tak disangka. Bagaimana antar anggota keluarga menunjukkan rasa cinta di antara mereka dengan caranya masing-masing. Dari film ini, kita dapat belajar bagaimana cara melindungi anggota keluarga kita dengan berbagai cara. Cara yang anti mainstream ini lah yang dalam praktiknya mungkin menimbulkan konflik baru, jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Film ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang menderita penyakit berat, punya cara sendiri bagaimana untuk bertahan hidup, dan juga mereka punya hak untuk menentukan bagaimana hidup mereka ketika semua upaya sudah dilakukan untuk mempertahankan hidupnya. Selama ini mungkin kita sering berpikir bahwa kewajiban kita lah menolong seseorang yang sakit, namun film ini memberi pandangan yang berbeda tentang hak seseorang yang sakit juga. Dan yang membuat haru adalah ketika film ini mengajarkan mengenai makna ikhlas. Jadi teringat sebuah cuplikan yang pernah kudengar tentang ini, terkadang kita habis-habisan menolong seseorang (yang sakit) sebenarnya kita musti melihat juga motif apakah kita melakukan ini. Adakanya motifnya bukan semata-mata menolong oranglain, namun menolong diri sendiri, karena kita (mungkin) takut menerima kenyataan bahwa kita akan kehilangan mereka suatu hari nanti. Catatan akhir, ini mungkin bergenre film drama keluarga, namun tidak cocok ditonton oleh anak-anak.   

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pasangan Asyik : Pergi Beribadah Umrah
4 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam proses kampanye Pilkada ini setiap calon melakukan kampanye untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat terkait dirinya. Namun , ...
Lava Super Panas Pernah  Mencapai Permukaan Bumi
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari Seeker.com - Para ilmuwan telah menemukan bahwa lava bersuhu 1.600 derajat celcius pernah ‘melonjak’ ke permukaan bumi di tempat yang ...
foto jokowi di TPS 4
19 April 2017, by Retno Indriyani
Rabu (19/4), Presiden Jokowi akan mencoblos dalam Pemilihan Gubernur putaran ke 2 di tempat pemungutan suara (TPS) IV Kelurahan Gambir yang berlokasi di ...
3 Sifat Orang Tua yang Dibenci Rasulullah
8 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Nabi Muhammad SAW sangat membenci orangtua yang memiliki sifat dan perilaku yang dilakukan kepada sang anak. Karena , di dalam ajaran Islam ...
Mengoplos Miras dengan Minuman Berenergi dan Lotion Anti Nyamuk, Lima Orang Warga Karawang Tewas
2 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Pesta minuman keras oplosan di areal Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menimbulkan korban jiwa. Menurut Kapolsek Ciampel AKP Ricky ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite