Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Review Film My Sister's Keeper (2009)

Review Film My Sister's Keeper (2009)

18 Juni 2018 | Dibaca : 5450x | Penulis : Dika Mustika

Sehat rasanya adalah hal yang menjadi keinginan setiap orang. Namun, adakalanya sakit pun tak bisa terhindarkan, khususnya sakit yang cukup berat. Baru-baru ini aku menonton film mengenai kehidupan sebuah keluarga dengan adanya salah seorang anggota keluarga yang mengidap penyakit kanker.  Menarik bagaimana film My Sister Keeper ini memberikan pandangan yang berbeda mengenai bukan hanya penderita sakitnya, tapi bagaimana dinamika dalam keluarga penderita sakit tersebut.

Dikisahkan ada sebuah keluarga dengan 2 anak. Dalam perjalanan keluarga ini, ternyata anak pertama mereka menderita kanker. Dan karenanya ia harus melalui berbagai perawatan yang di dalamnya membutuhkan pendonor. Seperti yang sudah diketahui, bahwa tidak mudah menemukan pendonor yang cocok dan aman. Atas saran seorang dokter, mereka disarankan untuk memiliki anak lagi. Anak ke-3 ini memang ‘dirancang’ untuk menjadi donor untuk kakakknya.

Setelah anak ke-3 ini lahir, ia memang bisa menyelamatkan kakaknya lewat berbagai donor yang dilakukannya. Awalnya, kupikir, oke ternyata ‘rencana rancangan’ dari dokter dan orangtuanya sukses. Tapi ternyata dari dinamika pendonoran inilah timbul konflik. Ketika semua perhatian orangtua tertumpah pada anak pertama yang sakit, seolah adik-adiknya bukanlah hal yang diperhatikan oleh orangtua mereka. Hingga akhirnya anak ke-3 ini menuntut orangtuanya sendiri karena ‘dipaksa’ untuk menjadi donor untuk kakakknya.

Film ini membuat penonton memiliki sudut pandang yang berbeda tentang bagaimana cara kita peduli pada seseorang yang sakit. Dan menariknya lagi, anti klimaks dari film ini sungguh tak disangka. Bagaimana antar anggota keluarga menunjukkan rasa cinta di antara mereka dengan caranya masing-masing. Dari film ini, kita dapat belajar bagaimana cara melindungi anggota keluarga kita dengan berbagai cara. Cara yang anti mainstream ini lah yang dalam praktiknya mungkin menimbulkan konflik baru, jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Film ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang menderita penyakit berat, punya cara sendiri bagaimana untuk bertahan hidup, dan juga mereka punya hak untuk menentukan bagaimana hidup mereka ketika semua upaya sudah dilakukan untuk mempertahankan hidupnya. Selama ini mungkin kita sering berpikir bahwa kewajiban kita lah menolong seseorang yang sakit, namun film ini memberi pandangan yang berbeda tentang hak seseorang yang sakit juga. Dan yang membuat haru adalah ketika film ini mengajarkan mengenai makna ikhlas. Jadi teringat sebuah cuplikan yang pernah kudengar tentang ini, terkadang kita habis-habisan menolong seseorang (yang sakit) sebenarnya kita musti melihat juga motif apakah kita melakukan ini. Adakanya motifnya bukan semata-mata menolong oranglain, namun menolong diri sendiri, karena kita (mungkin) takut menerima kenyataan bahwa kita akan kehilangan mereka suatu hari nanti. Catatan akhir, ini mungkin bergenre film drama keluarga, namun tidak cocok ditonton oleh anak-anak.   

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jelang Piala Dunia 2022, Qatar Bangun Stadion Berbentuk Kopiah
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menjelang perhelatan Piala Dunia pada 2022, Qatar kini akan membangun sebuah stadion sepak bola dengan bentuk kopiah Arab. Demikian seperti ...
Penggunaan Dana Desa harus Sesuai dengan Kebutuhannya
21 November 2017, by Admin
  Tampang.com – Untuk memonitoring penggunaan dana desa di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ...
Jurus Jitu Jadi Orang Produktif setiap Hari
26 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Dalam sehari kita memiliki waktu 24 jam dan haru memanfaatkan waktu dengan baik agar setiap hari dapat menjadi orang yang produktif. ...
Cacat Protein Sebabkan Cacat Intelektual
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Kecacatan intelektual sering disebabkan oleh mutasi yang merusak gen. Akibatnya, gen yang dimaksud bertindak dengan cara yang sama sekali berbeda. Periset dari ...
3 Zodiak yang Mungkin akan Terpuruk di Februari
5 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Ada beberapa orang yang percaya akan ramalan zodiak. Namun hal ini belum tentu semuanya benar terlebih jika hal-hal buruk yang akan terjadi. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview