Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

5 Juli 2017 | Dibaca : 2668x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Kaesang, putra bungsu Presiden Indonesia Joko Widodo, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi. Laporan ini berasal dari seseorang yang berinisial MH.

Kaesang dilaporkan melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian melalui video blog yang diunggahnya pada akun Youtube pada 27 Mei 2017.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni 'dasar ndeso'.

"Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, 'ndeso'. Begitulah kira-kira," ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Video berdurasi 2 menit 41 detik itu, sebenarnya menyinggung tentang oknum yang meminta proyek pada pemerintah. Kaesang juga menyinggung mengenai pentingnya memelihara dan menjaga para remaja dari hal negatif pada video itu.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong.

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

"(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut," ujar Iriawan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Siapa sangka Intimate Wedding Dapat Menjadi Tren Pernikahan Terfavorit Milenial
20 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Berbagai macam tren pernikahan, salah satu diantaranya adalah tren pernikahan yang intim atau biasa disebut sebagai Intimate wedding. Tren ...
Ternyata Ini Alasan Mengapa Air Tidak Pernah Habis
17 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk bumi, maka tak heran jika dua pertiga bumi merupakan air.   Namun, apakah anda ...
Mahasiswi UI yang Hilang Ditemukan Bekerja di JakSel untuk Ganti Uang yang Hilang
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang sebelumnya telah dikabarkan hilang sejak awal September 2017 kini sudah ditemukan. Lutviah Sari sudah ditemukan di ...
Bisnis Media Cetak Mengalami Kemunduran, Kalah dengan Media Online
2 November 2017, by Admin
  Tampang.com – Nasib bisnis pers di masa depan menjadi topik dalam diskusi yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Harris Hotel & ...
kurikulum terbaik
23 Juli 2017, by Zeal
Seorang Ustadz berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman