Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

5 Juli 2017 | Dibaca : 2706x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Kaesang, putra bungsu Presiden Indonesia Joko Widodo, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi. Laporan ini berasal dari seseorang yang berinisial MH.

Kaesang dilaporkan melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian melalui video blog yang diunggahnya pada akun Youtube pada 27 Mei 2017.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni 'dasar ndeso'.

"Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, 'ndeso'. Begitulah kira-kira," ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Video berdurasi 2 menit 41 detik itu, sebenarnya menyinggung tentang oknum yang meminta proyek pada pemerintah. Kaesang juga menyinggung mengenai pentingnya memelihara dan menjaga para remaja dari hal negatif pada video itu.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong.

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

"(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut," ujar Iriawan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Lepas dari Pengawasan, Bocah 3 Tahun tenggelam di Kolam Renang
6 November 2017, by Rachmiamy
Anak kecil, terutama yang masih berusia di bawah 5 tahun tentulah belum mengerti mana hal yang membahayakan bagi dirinya dan mana yang tidak. Oleh karena itu, ...
Pilpres 2019 : Pemerintah Bakal Di Gempur Tiga Kekuatan Besar
29 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pertemuan dua tokoh besar, Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subiyanto pada hari Kamis, (27-07-2017), memberikan sinyal bahwa kedua tokoh ...
DPR Tolak Wacana Proyek Meikarta jadi Kawasan Ekonomi Khusus
8 November 2017, by Admin
Tampang.com - Wacana menjadikan  megaproyek Meikarta yang dibangun oleh Lippo Group masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menuai kecaman dari DPR ...
Intip Gaji CPNS Kementrian Keuangan
12 September 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan adanya perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Keuangan 2017. Lowongan yang dibuka berjumlah 2.880 ...
Diduga Bunuh Diri, Warga Kalasan Tidur di Rel
19 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Seorang warga Kringinan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan diduga kuat melakukan aksi bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta Sancaka Pagi jurusan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab