Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

5 Juli 2017 | Dibaca : 2611x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Kaesang, putra bungsu Presiden Indonesia Joko Widodo, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi. Laporan ini berasal dari seseorang yang berinisial MH.

Kaesang dilaporkan melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian melalui video blog yang diunggahnya pada akun Youtube pada 27 Mei 2017.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni 'dasar ndeso'.

"Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, 'ndeso'. Begitulah kira-kira," ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Video berdurasi 2 menit 41 detik itu, sebenarnya menyinggung tentang oknum yang meminta proyek pada pemerintah. Kaesang juga menyinggung mengenai pentingnya memelihara dan menjaga para remaja dari hal negatif pada video itu.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong.

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

"(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut," ujar Iriawan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mendagri: Rektor Saat Ini Harus Dipilih oleh Presiden
1 Juni 2017, by Zeal
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan penentuan pemimpin di perguruan tinggi negeri atau rektor kini diharuskan dipilih presiden. Menurutnya ...
romelu lukaku
6 Juni 2017, by Tonton Taufik
Chelsea mendapatkan kembali Romelu Lukaku dari Everton dengan jumlah transfer fee £80 juta. Everton pada musim 2013/2014 mendapatkan Romelu Lukaku dengan ...
Tempat Satelit Dataran Garam Bolivia dari Luar Angkasa
11 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Di ujung selatan pelat Altiplano di Andes tengah, terletak Salar de Uynui di Bolivia, yang tertangkap di sini dalam sebuah gambar dari satelit Copernicus ...
Punya Biola? Simak Tips Ini Supaya Biola Kamu Lebih Awet!
28 Juli 2017, by Zeal
Biola merupakan salah satu instrumen musik yang indah dan menyenangkan saat dimainkan. Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek. Suara yang dihasilkan dari ...
es mencair
31 Mei 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Lengkungan es di sepanjang Selat Nares, yang memisahkan Greenland dengan Pulau Ellesmere, Kanada, mencair dua bulan lebih awal. Demikian ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih