Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Pemberian Antibiotik Sebelum Operasi Berisiko Rendah Dapat Mencegah Resistensi

Pemberian Antibiotik Sebelum Operasi Berisiko Rendah Dapat Mencegah Resistensi

11 Oktober 2017 | Dibaca : 454x | Penulis : Slesta

Periset melaporkan dalam sebuah penelitian baru bahwa pasien bedah yang menerima antibiotik sebelum operasi berisiko rendah tidak berisiko tinggi terhadap infeksi resisten antibiotik setelah operasi.

Pedoman industri kesehatan saat ini tidak mencakup penggunaan antibiotik profilaksis sebelum prosedur bedah berisiko rendah.

"Panduan tidak berkomentar mengenai prosedur yang relatif mudah, termasuk beberapa prosedur bedah umum, laparoskopi sederhana atau diagnostik, atau prosedur ortopedi, ginekologi, dan urologi elektif karena belum ada cukup bukti mengenai manfaatnya," Dr. Daniel Freedberg, seorang spesialis dalam pengobatan internal, mengatakan dalam siaran persnya.

"Jadi beberapa ahli bedah merasa sangat yakin bahwa antibiotik itu bermanfaat dan selalu memberi mereka. Yang lain tidak pernah memberi mereka karena kekhawatiran tentang penggunaan antibiotik dan perkembangan resistensi antibiotik dan infeksi bakteri yang tidak memiliki atau hampir tidak ada pilihan pengobatan."

Periset di Columbia University Medical Center menganalisis data dari 22.138 pasien berusia di atas 18 tahun yang menjalani operasi antara tahun 2008 dan 2016. Mereka memilih pasien yang mengalami infeksi dalam 30 hari setelah operasi.

Sekitar 3,1 persen pasien mengalami infeksi dalam 30 hari dan kelompok tersebut, 80 persen telah menerima profilaksis antibiotik dan 49 persen memiliki infeksi yang resisten terhadap antibiotik.

Studi yang dipublikasikan hari ini di Journal of American College of Surgeons, menemukan bahwa pasien memiliki risiko pengembangan infeksi antibiotik yang sama tanpa pengobatan profilaksis dengan antibiotik - sekitar 47 persen pasien dengan infeksi resisten antibiotik tidak memiliki antibiotik. profilaksis, sementara 49 persen pasien dengan infeksi menerima profilaksis.

Meskipun infeksi resisten antibiotik sebelumnya meningkatkan risiko infeksi resisten antibiotik pasca operasi, periset mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya faktor yang terkait dengan peningkatan risiko.

"Hasil penelitian ini harus meyakinkan bagi ahli bedah yang memilih untuk menggunakan profilaksis antibiotik yang percaya bahwa antibiotik mengurangi keseluruhan risiko infeksi setelah operasi," kata Freedberg. "Studi tersebut menunjukkan bahwa bahkan jika pasien mengembangkan infeksi, mereka tidak akan parah karena mereka menerima satu dosis antibiotik."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sri Bintang Jalan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Ucapannya 'Pura-Pura Islam'
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sri Bintang Pamungkas menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya kurang lebih empat jam terkait pernyataannya soal ‘pura-pura islam’. Sri Bintang ...
China Telah Membangun Pertanian Solar 250-Acre Berbentuk Seperti Panda Raksasa
11 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Kebanyakan peternakan surya menyelaraskan susunan matahari mereka dalam barisan dan kolom untuk membentuk kotak. Sebuah pembangkit tenaga surya baru di ...
CEO Freeport McMoran Menghargai Kepemimpinan Presiden Joko Widodo
30 Agustus 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoRan Inc Richard Adkerson mengungkapkan, keputusan Freeport mau melepas 51 persen saham tak lepas dari kepemimpinan ...
Menu Buka Puasa di Beberapa Negara Luar
18 Mei 2018, by oteli w
Menu Buka Puasa di Beberapa Negara Luar   Selain Indonesia, negara- negara luarpun memiliki menu makanan khas saat berbuka puasa. Di bawah ini ...
Solusi untuk Ketiak Hitam Para Ladies
12 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Setiap perempuan atau wanita selalu ingin tampil cantik dan modis, mereka ingin tampil sempurna untuk kekasihnya ataupun lawan jenisnya, terutama buat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab