Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Museum Batik Pekalongan Semakin Nyentrik dan Dilirik Banyak Wisatawan

Museum Batik Pekalongan Semakin Nyentrik dan Dilirik Banyak Wisatawan

23 Mei 2018 | Dibaca : 1500x | Penulis : Maman Soleman

Kota Pekalongan Jawa Tengah mendapat julukan sebagai Kota Batik atau City Of Batik and Creativity di pesisir utara Jawa. Sejarah panjang telah mencatatnya. Beragam jenis batik banyak diproduksi langsung oleh masyarakat sejak masa penjajahan hingga kini.

Sejarah tersebut terekam melalui beragam koleksi batik di Museum Batik Kota Pekalongan. Gedung itu terletak di pusat kota Jalan Jetayu Nomor 3. Tidak hanya batik yang tersimpan di dalamnya yang memiliki sejarah. Bangunan tersebut juga memiliki nilai sejarah penting sejak masa kolonial Belanda.

Gedung museum dibangun pada 1906, bersebelahan dengan bangunan yang dibangun pada masa Belanda lain, seperti Rumah Jabatan Gubernur Jawa Tengah, kantor pos, lembaga pemasyarakatan, dan gereja. Sejarahnya yang kental membuat museum batik sebagai gedung heritage yang menarik untuk dikunjungi.

Pada zaman VOC, bangunan museum batik ini dikenal dengan nama City Hall. Dahulu, gedung itu merupakan kantor keuangan untuk mengontrol kegiatan tujuh pabrik gula di Karesidenan Pekalongan. Museum tersebut memiliki 1.200 batik koleksi. Hampir semua merupakan sumbangan kolektor. Sebagian besar merupakan batik tulis buatan tangan yang menjadi koleksi sejak zaman Belanda, pendudukan Jepang, hingga sekarang.

Berbagai jenis batik ditampung dalam tiga ruang pamer atau koleksi. Namun, tidak semua koleksi dipamerkan, tergantung tema yang diusung. Ruang pamer I menampilkan 24 koleksi batik khas pedalaman, yakni batik khas Yogyakata dan Solo. Ruang pamer II memamerkan koleksi batik pesisir nusantara. Ruang pamer III khusus memamerkan kekayaan batik pekalongan.

Museum Batik sebagai salah satu destinasi wisata Pekalongan dengan berbagai pengalaman berharga seperti belajar membatik, paeKhat koleksi batik nusantara, hingga membeli kain batik untuk oleh-oleh. Tersedia pula paket wisata untuk belajar membatik.

Museum ini juga punya koleksi batik kuno yang usianya lebih dari seratus tahun. Jarang dipamerkan karena kainnya sudah lapuk. Batik kuno tersebut antara lain sumbangan dari kolektor batik asal Belanda, seperti batik cinderela yang dibuat pada 1840.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berpuasalah Seperti Ulat Tapi jangan Berpuasa Seperti Ular
29 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Menjalankan ibadah puasa pada Bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim. Dalam menjalankan ibadah puasa selain menahan lapar dan haus dari ...
Saksikan Film Horror Yang Menegangkan ”THE DOLL 2”
3 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Hitmaker Studios telah merelease film The Doll 2, setelah sukses pada film horror bertajuk bonekanya yang pertama di film The Doll. Film ini disutradarai dan ...
Niat Bermain- main dengan Ular Peliharaannya, Pria ini Tewas Dililit Ular
5 Februari 2018, by Rachmiamy
Hati-hati saat bermain dengan hewan peliharaan. Apalagi jika hewan tersebut adalah hewan yang mematikan. Namanya juga hewan, sejinak-jinaknya hewan tersebut, ...
4 Bahaya Jika Kamu Mengalami Stress Berkepanjangan
7 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika seseorang berada dalam tekanan, maka mereka biasanya merasakan rasa stress. Stress tersebut dapat berupa ketegangan pada fisik, emosi, ...
Ekspor Indonesia Meningkat Selama bulan Oktober 2017
16 November 2017, by Admin
Tampang.com - Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (15/11) kemarin, merilis data perkembangan ekspor dan impor Indonesia selama Oktober 2017. Berdasarkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab