Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Museum Batik Pekalongan Semakin Nyentrik dan Dilirik Banyak Wisatawan

Museum Batik Pekalongan Semakin Nyentrik dan Dilirik Banyak Wisatawan

23 Mei 2018 | Dibaca : 916x | Penulis : Maman Soleman

Kota Pekalongan Jawa Tengah mendapat julukan sebagai Kota Batik atau City Of Batik and Creativity di pesisir utara Jawa. Sejarah panjang telah mencatatnya. Beragam jenis batik banyak diproduksi langsung oleh masyarakat sejak masa penjajahan hingga kini.

Sejarah tersebut terekam melalui beragam koleksi batik di Museum Batik Kota Pekalongan. Gedung itu terletak di pusat kota Jalan Jetayu Nomor 3. Tidak hanya batik yang tersimpan di dalamnya yang memiliki sejarah. Bangunan tersebut juga memiliki nilai sejarah penting sejak masa kolonial Belanda.

Gedung museum dibangun pada 1906, bersebelahan dengan bangunan yang dibangun pada masa Belanda lain, seperti Rumah Jabatan Gubernur Jawa Tengah, kantor pos, lembaga pemasyarakatan, dan gereja. Sejarahnya yang kental membuat museum batik sebagai gedung heritage yang menarik untuk dikunjungi.

Pada zaman VOC, bangunan museum batik ini dikenal dengan nama City Hall. Dahulu, gedung itu merupakan kantor keuangan untuk mengontrol kegiatan tujuh pabrik gula di Karesidenan Pekalongan. Museum tersebut memiliki 1.200 batik koleksi. Hampir semua merupakan sumbangan kolektor. Sebagian besar merupakan batik tulis buatan tangan yang menjadi koleksi sejak zaman Belanda, pendudukan Jepang, hingga sekarang.

Berbagai jenis batik ditampung dalam tiga ruang pamer atau koleksi. Namun, tidak semua koleksi dipamerkan, tergantung tema yang diusung. Ruang pamer I menampilkan 24 koleksi batik khas pedalaman, yakni batik khas Yogyakata dan Solo. Ruang pamer II memamerkan koleksi batik pesisir nusantara. Ruang pamer III khusus memamerkan kekayaan batik pekalongan.

Museum Batik sebagai salah satu destinasi wisata Pekalongan dengan berbagai pengalaman berharga seperti belajar membatik, paeKhat koleksi batik nusantara, hingga membeli kain batik untuk oleh-oleh. Tersedia pula paket wisata untuk belajar membatik.

Museum ini juga punya koleksi batik kuno yang usianya lebih dari seratus tahun. Jarang dipamerkan karena kainnya sudah lapuk. Batik kuno tersebut antara lain sumbangan dari kolektor batik asal Belanda, seperti batik cinderela yang dibuat pada 1840.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Inilah Buku Favorit Orang Terkaya di Dunia
21 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Jika Anda ingin memiliki wawasan yang luas maka Anda wajib membaca banyak buku. Siapa snagka, buku adalah jendela dunia. Wawasan akan ...
7 Sikap Untuk Indonesia yang Lebih Maju
10 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Kemerdekaan telah berhasil diraih oleh pemimpin terdahulu kita. Lalu bagaimana kita selaku penerus bangsa dapat mempertahankan kemerdekaan ...
Para Fans Kpop Tak Terima Hujatan Netter,”SHAWAL” Indonesia Tanpar Para Netter Nyinyir
22 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Setelah kepergian penyanyi Kpop idola semua orang baik asia ataupun manca Negara. Banyak nya ucapan berita duka  yang berdatang kepada ...
Peneliti Ini Ciptakan Metanol dari Udara di Sekitar Kita
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Para ilmuwan di Cardiff University telah menciptakan metanol dari metana dengan menggunakan oksigen dari udara. Metanol saat ini diproduksi dengan memecah ...
Fakta Mengejutkan, Jalan Kaki Lebih Efektif Membakar Lemak Daripada Berlari
11 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Tidak sedikit wanita mendambakan bentuk tubuh yang langsing dan ideal. Berbagai cara yang dilakukan oleh para wanita tersebut untuk ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih