Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Menristekdikti Kumpulkan Rektor dan Direktur PTN Se-Indonesia, Berpesan Agar Rektor Mengawasi Materi Ceramah di Kampus Selama Ramadhan

Menristekdikti Kumpulkan Rektor dan Direktur PTN Se-Indonesia, Berpesan Agar Rektor Mengawasi Materi Ceramah di Kampus Selama Ramadhan

16 Mei 2018 | Dibaca : 498x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

 Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhamamad Nasir menghimpun dan mengadakan pertemuan dengan rektor dan direktur perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia pada Rabu (16/5). Pada kesempatan itu, Natsir berpesan kepada para rektor agar mengawasi materi ceramah di kampus-kampus sepanjang bulan Ramadhan ini.

"Saya memberikan pesan khusus kepada para rektor. Pertama terkait kegiatan-kegiatan dalam menghadapi Ramadhan. Dalam menghadapi Ramadhan ini saya ingin kampus betul-betul menjadi rujukan untuk kedamaian. Kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan. Dalam hal ini jangan sampai terjadi radikalisme dan intoleransi," tuturnya di Kantor Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta Selatan.

Natsir juga mengimbau para penceramah khususnya yang akan ceramah di kampus-kampus agar menyampaikan materi atau pesan perdamaian. Dalam artinya jangan sampai materi ceramah yang berisi intoleransi.

"Dalam bulan Ramadhan ini saya meminta penceramah-penceramah memberikan pencerahan. Bisa memberi kedamaian dan ketenangan pada seluruh warga di kampusnya masing-masing. Semua yang melakukan (ceramah) jangan sampai mengacu pada intoleransi," tegas Natsir.

Natsir menambahkan jika ada pihak kampus baik dosen maupun mahasiswa yang melakukan tindakan intoleransi di kampus, maka rector diinstrusikan untuk segera mengambil tindakan. Rector diminta memberi peringatan, jika tidak berhasil maka yang bersangkutan harus dipisah.

"Intoleransi baik dari dosen maupun mahasiswa jangan sampai terjadi dan apabila terjadi segera diberikan peringatan dan segera dipindah," jelasnya.

Organisasi dakwah kampus juga harus didampingi para dosen sehingga tetap pada jalurnya. Hal ini untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme yang disebarkan melalui organisasi dakwah kampus.

"Harus didampingi para dosen," tegasnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wanita Berprofesi PNS Berbuat Mesum saat Ramadhan di Surabaya
2 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Razia yang dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) Satreskrim Polrestabes Surabaya di sejumlah kawasan rawan mesum untuk ...
Waduh, Seorang Pria di Australia Nitip Sekaleng Bir di Bagasi Pesawat
22 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Biasanya, bagasi pesawat digunakan penumpang untuk menempatkan barang-barang yang berukuran besar dan berat. Namun, hal ini berbeda dengan ...
Myanmar Mengaku Membunuh 10 Rohingya yang Ditemukan di Kuburan Massal
11 Januari 2018, by Slesta
Militer Myanmar pada hari Rabu mengakui membunuh 10 Muslim Rohingya yang baru-baru ini ditemukan di sebuah kuburan massal Dalam sebuah pernyataan di ...
Ini 10 Manfaat dari "Si Pedas" Cabai Hijau
4 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Rasa pedas dari sebuah masakan ternyata tak hanya mampu menggugah selera, namun juga memiliki manfaat. Cabai hijau, salah satu sumber rasa pedas ...
Memajang Status Tidak Selalu Negatif Lho!
14 Januari 2018, by Dika Mustika
  Saat ini media sosial bagaikan salah satu kebutuhan pokok seseorang. Status! Ya, orang seakan berlomba membuat status. Entah itu di whats app, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview