Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Mengenai Regulasi, Uber Mengharapkan Dapat Dipertimbangkan Ulang

Mengenai Regulasi, Uber Mengharapkan Dapat Dipertimbangkan Ulang

5 Juli 2017 | Dibaca : 343x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Per 1 Juli, seperti yang kita ketahui tarif baru untuk taksi online resmi diberlakukan. Tarif ini mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (PM) nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Bagi pihak layanan taksi online, peraturan tersebut sebenarnya kurang disetujui. Namun apa daya, mereka tetap harus menyetujui regulasi yang diatur.

Dalam blog resmi Uber, mereka menyebut bahwa revisi aturan tersebut justru berisiko menghambat berbagai manfaat yang dihadirkan ridesharing kepada para penumpang, mitra-pengemudi dan kota-kota.

Mereka pun menyodorkan data-data hasil riset AlphaBeta mengenai manfaat layanan ridesharing sepertinya. Hasil riset itu menyebutkan di antaranya penumpang bisa menghemat 65 persen dari biaya dan 38 persen dari waktu perjalanan dengan menggunakan aplikasi Uber dibandingkan saat menggunakan kendaraan pribadi.

Pihak Uber berharap bahwa peraturan tersebut perlu dipertimbangkan ulang. Terutama mengenai tarif dan pembatasan kuota.

Baca Juga: Terhitung 1 Juli 2017, Pemerintah Berlakukan Tarif Baru Bagi Taksi Online

Peraturan tersebut dianggap menghalangi warga biasa yang ingin berbagi tumpangan dan membatasi akses warga terhadap layanan yang terjangkau dan nyaman.

"Hal-hal ini juga bertentangan dengan prinsip koperasi; serta berbeda dengan langkah pemerintah kota DKI Jakarta yang tahun 2016 menghapus kuota dan batasan tarif taksi demi terciptanya persaingan yang sehat dan memandang kuota dan biaya perjalanan ridesharing tidak perlu diatur karena melihat perbedaan model bisnisnya," tulis dalam blog tersebut.

Blog resmi Uber itu pun menuliskan Indonesia adalah negara yang dikenal terbuka dengan tren ekonomi global, teknologi baru dan mendorong ekonomi kerakyatan, namun dengan revisi aturan-aturan ini, Indonesia tidak bisa mengambil manfaat penuh dari model bisnis dan inovasi ridesharing.

"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan para pelaku industri dan pemerintah untuk mencari jalan ke depan yang memungkinkan perusahaan-perusahaan teknologi seperti kami dapat mengubah kehidupan warga menjadi lebih baik," lanjut tulisannya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

pantai kerang australia
29 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Berlibur menuju pesisir pantai biasanya menjadi salah satu pilihan menarik untuk dilakukan. Suasana tropis dengan deburan ombak, menjadi magnet ...
Tips Berhubungan Intim Tetap Hangat di Rumah
25 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Bagi pasangan yang sudah lama menikah, terkadang urusan seksual sering menjadi hal yang tak penting lagi. Kesibukan kerja, aktifitas dengan ...
Inilah Alasan Mengapa Harus Membicarakan Uang dengan Pasangan
5 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Indikator keberhasilan jalinan hubungan adalah dengan adanya pemeliharaan dan dukungan atad kejujuran dan pengertian satu sama lain. ...
Melanie Gaydos, Model Unik Kelas Dunia tanpa Rambut dan Gigi
9 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Menjadi model wanita profesional apalagi sudah kelas dunia, biasanya dibutuhkan tubuh yang sempurna, mulai dari wajah cantik, tubuh seksi, tinggi, ...
Driver Ojek Online Lakukan Pencabulan di Rumah Korbannya
5 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Kemudahan teknologi ternyata tak hanya membuahkan sisi positif. Aksi pemerkosaan oleh driver ojek online kembali terjadi. Seorang pelajar SMK berinisial TF ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman