Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Mengenai Regulasi, Uber Mengharapkan Dapat Dipertimbangkan Ulang

Mengenai Regulasi, Uber Mengharapkan Dapat Dipertimbangkan Ulang

5 Juli 2017 | Dibaca : 688x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Per 1 Juli, seperti yang kita ketahui tarif baru untuk taksi online resmi diberlakukan. Tarif ini mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (PM) nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Bagi pihak layanan taksi online, peraturan tersebut sebenarnya kurang disetujui. Namun apa daya, mereka tetap harus menyetujui regulasi yang diatur.

Dalam blog resmi Uber, mereka menyebut bahwa revisi aturan tersebut justru berisiko menghambat berbagai manfaat yang dihadirkan ridesharing kepada para penumpang, mitra-pengemudi dan kota-kota.

Mereka pun menyodorkan data-data hasil riset AlphaBeta mengenai manfaat layanan ridesharing sepertinya. Hasil riset itu menyebutkan di antaranya penumpang bisa menghemat 65 persen dari biaya dan 38 persen dari waktu perjalanan dengan menggunakan aplikasi Uber dibandingkan saat menggunakan kendaraan pribadi.

Pihak Uber berharap bahwa peraturan tersebut perlu dipertimbangkan ulang. Terutama mengenai tarif dan pembatasan kuota.

Baca Juga: Terhitung 1 Juli 2017, Pemerintah Berlakukan Tarif Baru Bagi Taksi Online

Peraturan tersebut dianggap menghalangi warga biasa yang ingin berbagi tumpangan dan membatasi akses warga terhadap layanan yang terjangkau dan nyaman.

"Hal-hal ini juga bertentangan dengan prinsip koperasi; serta berbeda dengan langkah pemerintah kota DKI Jakarta yang tahun 2016 menghapus kuota dan batasan tarif taksi demi terciptanya persaingan yang sehat dan memandang kuota dan biaya perjalanan ridesharing tidak perlu diatur karena melihat perbedaan model bisnisnya," tulis dalam blog tersebut.

Blog resmi Uber itu pun menuliskan Indonesia adalah negara yang dikenal terbuka dengan tren ekonomi global, teknologi baru dan mendorong ekonomi kerakyatan, namun dengan revisi aturan-aturan ini, Indonesia tidak bisa mengambil manfaat penuh dari model bisnis dan inovasi ridesharing.

"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan para pelaku industri dan pemerintah untuk mencari jalan ke depan yang memungkinkan perusahaan-perusahaan teknologi seperti kami dapat mengubah kehidupan warga menjadi lebih baik," lanjut tulisannya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

8 Mitos Tentang Kehamilan yang Ternyata Benar
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sejak minggu-minggu pertama kehamilan, orang-orang di sekitarnya mulai mengintimidasi calon ibu dengan: jangan memotong rambut Anda, jangan membeli pakaian ...
Inilah 4 Tips Mengatur Keuangan dengan Pasangan
17 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Suatu hal yang sangat sensitive adalah yang berkaitan dengan keuangan. Terutama soal keuangan dengan pasangan. Agar hubungan dengan ...
Resmi Berseragam Juventus, Ronaldo: Saya Akan Bawa ke Level Lebih Tinggi
17 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Santer kabar isu perpindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus, ternyata isu tersebut terbukti. Pada hari selasa (17/7) kemarin, Ronaldo ...
Berat Badan TurunsSampai 30 kg dalam Waktu 6 Bulan
1 September 2017, by Rachmiamy
Memiliki tubuh yang ramping dan juga ideal adalah impian sebagian besar kaum wanita. Lalu, bagaimana jika kita sudah terlanjur bertubuh besar? Pasti kita akan ...
Cina Teleport Informasi Kuantum ke Ruang Angkasa, yang pertama!
13 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan di China telah berhasil melakukan teleportasi foton ke ruang angkasa dengan menggunakan belitan kuantum - kopling dua ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab