Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Membuat Pesawat Terbang Lebih Efisien dan Aerodinamis

Membuat Pesawat Terbang Lebih Efisien dan Aerodinamis

24 Juli 2018 | Dibaca : 797x | Penulis : Maman Soleman

Perkembangan efisiensi bahan bakar pesawat terbang sepuluh tahun terakhir cukup tinggi. Efisiensi juga terdapat pada bentuk badan dan sayap pesawat terbang yang menggunakan bahan dari fosil. Inspirasi kembali ke alam memungkinkan manusia memperoleh ide-ide baru yang dapat terus dikembangkan. Mike Griffin, menyatakan gagasannya, biologi menjadi dasar terbaru untuk sebuah teknologi. Sangat banyak penemuan dan inovasi yang masih tersembunyi di dalam alam.

Saat ini pesawat terbang secara intrinsik dibangun untuk dapat terbang secara efisien pada suatu titik hipotesis, seperti kecepatan, ketinggian, dan suhu tertentu. Satu hipotesis dan efisiensi bahan bakar di setiap tetesnya merupakan suatu perubahan aerodinamis. Parameter-parameter seperti itulah yang akan digunakan secara geometri untuk menetapkan berapa lama proses terbang yang akan menghasilkan keuntungan efisiensi di setiap penerbangannya.

Berdasarkan hasil penehtian diketahui, sangat memungkinkan untuk menghasilkan variasi dalam bentang sayap dan lebar sayap selama penerbangan, misalkan dengan perubahan struktur mirip sarang lebah. Penerbangan komersial dengan menggunakan metode itu akan menghasilkan pesawat yang 20% lebih aerodinamis. Desainer pesawat yang sudah sangat berpengalaman, Sir Sydney, mengklaim semua pesawat modern memiliki empat dimensi, yaitu rentang, panjang, tinggi, dan politik. Teori perubahan semacam itu memiliki efek perubahan yang sangat penting. Propulsi elektrik, sistem tenaga, penggunaan bahan komposit ringan, dan pembentukan desain terbang merupakan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan.

Boeing dan Airbus sekarang ini sama-sama mengklaim pesawat mereka 20% lebih efisien jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya atau jika dibandingkan dengan bentuk pesawat yang mirip dengannya, tapi jumlah emisi yang dikeluarkan tetap tidak berkurang. Pada masa saat ini, itu diperkirakan memiliki efisiensi bahan bakar 5%-10% ketimbang generasi sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jadi Warga AS, Indonesia Tak Bisa Usut Lebih Jauh Kasus Kematian Marliem
22 Agustus 2017, by Risa Suadiani
Kematian Johannes Marliem menjadi perbincangan hangat di Indonesia karena sebelumnya, secara ekslklusif, pada bulan Juli yang lalu ia mengungkapkan bahwa ia ...
Buah dan Sayuran Sehat Ini Ternyata Bisa Buat Kamu Sakit, Jika ...
15 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kesehatan tubuh, kita sering mendengar untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayuran setiap harinya. Para pakar kesehatan menyarankan ...
Lifter Putri Indonesia Sabet Emas Kejuaraan Dunia Angkat Berat
16 November 2017, by Admin
Tampang.com - Lifter Putri Widari membuat debut gemilang dengan mempersembahkan tiga medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Pilsen Republik Ceko 13-18 ...
Setnov Ditahan, Jabatan Ketua DPR Bagaimana?
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Posisi Ketua DPR kini kosong untuk sementara terkait dengan penahanan Setya Novanto oleh KPK. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menjelaskan bahwa tak ada ...
Manfaat Kafein Bagi Penderita Asma
18 Mei 2018, by oteli w
Manfaat Kafein Bagi Penderita Asma   Mengapa kafein mampu digunakan sebagai bahan pereda asma, padahal kafein merupakan salah satu zat kimia yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab