Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Lagi, Kasus Bullying di Sukabumi Menelan Korban

Lagi, Kasus Bullying di Sukabumi Menelan Korban

14 Agustus 2017 | Dibaca : 999x | Penulis : Rio Nur Arifin

Tampang.com - Bullying atau perundungan kembali memakan korban. Kali ini seorang bocah kelas 2 SD Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi berinisial SR meregang nyawa lantaran mendapat tindak perundungan dari temannya sendiri (DR).

SR diduga meninggal usai bertengkar dengan DR. Dalam kondisi menangis, DR mendatangi pihak sekolah dan mengatakan bahwa ia telah berkelahi dengan SR. Hal tersebut pada awalnya diketahui oleh wali kelas 2, Ruhiyat. Mendengar pengakuan DR, Ruhiyat langsung bergegas menuju lokasi dan segera membawa SR ke ruang kesehatan sekolah. Bersama guru-guru lainnya, Ruhiyat membawa SR ke Puskesmas              Cicantayan, namun naas korban ternyata telah meninggal dalam perjalanan.

Info yang berkembang mengatakan korban karena berkelahi dan dipukul temannya. Namun, kepala sekolah SD Negeri Longkewang, Ade Rohman Gunawan mengatakan informasi ini tidak benar. Hal itu dikuatkan dengan hasil otopsi yang menyebutkan bahwa tidak ada luka lebam, dan hanya sedikit memar di bagian pelipis. Salah seorang teman korban, IK, mengatakan korban terkena lemparan es batu di bagian telinga dan kemudian terjatuh.

Netizen pun ramai memperbincangkan kejadian ini di media sosial. Beberapa komentar yang dilontarkan seperti "Hukum mati aja yang membunuh.", “Hukum mati juga .mumpung masih kecil.... klow gak di bukum mati, dewasa nanti malah jadi brandalan itu anak... udah hukum mati aja."

Benarkah yang salah dari kejadian ini adalah pelakunya yang masih berusia 8 tahun? Yang juga menangis saat berkelahi dengan korban?

Sepertinya pemerintah perlu fokus untuk menyelesaikan masalah perundungan, salah satu masalah dari sekian banyaknya masalah di negeri ini. Sudah saatnya semua lapisan masyarakat berkontribusi untuk mendidik moral generasi bangsa ini. Karena dalam kasus ini, bukan hanya SR yang merupakan korban, melainkan DR, sang pelaku, juga merupakan korban dari lingkungannya.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Dengan Desain Futuristik, Perpustakaan di Tiongkok Ini Menjadi yang Terkeren di Dunia
18 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perpustakaan umumnya memiliki penampilan dan kesan kuno. Namun, tak dipungkiri juga ada perpustakaan yang berarsitektur megah. Berbeda dengan ...
Smartphone Kena Air? Berikut Pertolongan Pertama yang Dapat Kamu Lakukan
30 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk saat ini, smartphone telah menjadi salah satu perlengkapan yang wajib dimiliki dan telah menjadi gaya hidup. Namun, bagaimana jika ...
Yakin, (Masih) Mau Mengeluhkan Hujan?
2 Maret 2018, by Dika Mustika
Musim hujan, musim yang ditunggu-tunggu ketika musim kemarau tiba. Musim hujan, musim yang tak jarang juga justru menjadi keluhan banyak orang. Tahukah kalian, ...
presiden biadab
17 Mei 2017, by Tonton Taufik
Ada Tulisan.. "Presiden Biadab, Kianati Pancasila"  Di Papan Iklan, Jln. LetJend S. Parman, Slipi, Jakarta Barat. 16 Mei 2017 Siapa ...
Bisa Memainkan Musik Menambah Kecerdasan pada Anak
4 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Anak-anak yang bermain biola atau belajar piano bisa belajar lebih dari sekedar Mozart. Tim psikiatri dari Universitas Vermont College of Medicine telah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview