Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Lagi, Kasus Bullying di Sukabumi Menelan Korban

Lagi, Kasus Bullying di Sukabumi Menelan Korban

14 Agustus 2017 | Dibaca : 854x | Penulis : Rio Nur Arifin

Tampang.com - Bullying atau perundungan kembali memakan korban. Kali ini seorang bocah kelas 2 SD Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi berinisial SR meregang nyawa lantaran mendapat tindak perundungan dari temannya sendiri (DR).

SR diduga meninggal usai bertengkar dengan DR. Dalam kondisi menangis, DR mendatangi pihak sekolah dan mengatakan bahwa ia telah berkelahi dengan SR. Hal tersebut pada awalnya diketahui oleh wali kelas 2, Ruhiyat. Mendengar pengakuan DR, Ruhiyat langsung bergegas menuju lokasi dan segera membawa SR ke ruang kesehatan sekolah. Bersama guru-guru lainnya, Ruhiyat membawa SR ke Puskesmas              Cicantayan, namun naas korban ternyata telah meninggal dalam perjalanan.

Info yang berkembang mengatakan korban karena berkelahi dan dipukul temannya. Namun, kepala sekolah SD Negeri Longkewang, Ade Rohman Gunawan mengatakan informasi ini tidak benar. Hal itu dikuatkan dengan hasil otopsi yang menyebutkan bahwa tidak ada luka lebam, dan hanya sedikit memar di bagian pelipis. Salah seorang teman korban, IK, mengatakan korban terkena lemparan es batu di bagian telinga dan kemudian terjatuh.

Netizen pun ramai memperbincangkan kejadian ini di media sosial. Beberapa komentar yang dilontarkan seperti "Hukum mati aja yang membunuh.", “Hukum mati juga .mumpung masih kecil.... klow gak di bukum mati, dewasa nanti malah jadi brandalan itu anak... udah hukum mati aja."

Benarkah yang salah dari kejadian ini adalah pelakunya yang masih berusia 8 tahun? Yang juga menangis saat berkelahi dengan korban?

Sepertinya pemerintah perlu fokus untuk menyelesaikan masalah perundungan, salah satu masalah dari sekian banyaknya masalah di negeri ini. Sudah saatnya semua lapisan masyarakat berkontribusi untuk mendidik moral generasi bangsa ini. Karena dalam kasus ini, bukan hanya SR yang merupakan korban, melainkan DR, sang pelaku, juga merupakan korban dari lingkungannya.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

baliho
23 Agustus 2017, by Gatot Swandito
“Benarkah Bibel Dipalsukan?”. Begitu serentet kalimat yang terpampang pada baliho. Dan, itu juga tema yang akan dijawab oleh Yudi Muljana pada 27 ...
Kurangi Risiko Penyakit Jantung dengan Rajin Konsumsi Kacang-Kacangan
16 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu suka ngemil, cobalah dengan mengubah makanan tersebut menjadi kacang-kacangan. Selain mengenyangkan, sebuah penelitian menyatakan bahwa ...
7 Fakta Mengejutkan Tentang Pelukan
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Entah itu dengan orang tua, pasangan, atau sahabat, pelukan selalu memiliki arti tersendiri. Tujuh hal berikut menjelaskan mengapa pelukan begitu ...
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Berhubungan Baik dengan Mantan
21 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tak semua orang sepertinya masih berhubungan baik dengan mantan pacarnya. Justru, kebanyakan orang menjadi canggung untuk berteman dengan orang ...
Makanan Ini Dipercaya Dapat Meningkatkan Mood!
3 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Kelelahan ketika menjalani aktivitas sehari-hari dapat mempengaruhi hasil kinerja kita. Selain itu, rutinitas yang membosankan dapat membuat kita tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab