Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Keresahan Akibat Demo Angkot di Bandung

Keresahan Akibat Demo Angkot di Bandung

12 Oktober 2017 | Dibaca : 426x | Penulis : Dika Mustika

Sejak kemarin, para penumpang transportasi berbasis online di Bandung dilanda keresahan. Sejak seminggu sebelumnya memang sudah ada pengumuman bahwa di tanggal 10-13 Oktober 2017, akan ada aksi mogok angkot karena mereka ingin pemerintah meninjau ulang peraturan mengenai regulasi transportasi berbasis online. Memang idealnya para penumpang menyiapkan diri agar bisa tetap beraktivitas walaupun ada aksi demo ini. Namun, tidak semua bisa mengantisipasi. Apakah pernah terpikir kami yang tinggal di daerah yang tidak bisa dijangkau oleh angkot, transportasi apa yang harus kami pilih, sementara transportasi berbasis online di jalur tersebut tidak bisa beroperasi.

“Mengapa bisa resah karena tidak ada angkot? Bukannya yang demo itu sopir angkot?” Pertanyaan itu juga sempat terlintas. Tanya punya tanya, selidik punya selidik, ternyata kira-kira beberapa waktu  lalu ketika angkot melaksanakan aksi mogok, para driver transportasi berbasis online dilarang beroperasi.

Dan dalam aksi mogok ini, pemerintah Kota Bandung sudah mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang. Pemerintah sudah menyediakan kendaraan-kendaraan yang akan beroperasi mengangkut para penumpang. Bahkan dibuka juga aksi sosial untuk menjadi relawan bagi yang memiliki kendaraan yang bisa mengangkut para penumpang yang kesulitan transportasi. Namun, pada malam sebelumnya, diumumkan bahwa aksi mogok ditunda hingga waktu yang belum ditetapkan dan pemerintah menghimbau agar pengendara transportasi menghentikan dahulu operasinya. Para warga pun menjadi tenang dan berpikir bahwa transportasi akan berjalan seperti sebelumnya.

Hal tersebut nyatannya tidak terjadi! Pada pagi harinya, memang tetap ada angkutan umum, namun tidak sebanyak biasanya dan mereka menghilang di sore harinya. Tak sedikit penumpang yang kebingungan memikirkan bagaimana mereka bisa sampai ke rumahnya. Itu yang membuat resah sekaligus sedih dari sisi penumpang. Beda lagi dengan sedihnya para driver, mereka kebingungan karena harus kehilangan pendapatan di hari-hari tersebut. Yang menambah keresahan adalah, ada pemeriksaan oleh polisi jika ada transportasi berbasis online yang beroperasi hari itu. Mereka diminta untuk taat pada himbauan yang dikeluarkan.

Semoga keresahan-keresahan ini segera hilang dan terbitlah peraturan yang menguntungkan banyak orang.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Pemerintah Antisipasi Kenaikan Konsumsi BBM Jelang Mudik Lebaran
22 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Seperti biasanya menjelang bulan puasa, terlebih saat mudik lebaran konsumsi BBM pasti akan mengalami peningkatan. Jumlah pemudik yang membawa ...
Mau Berolahraga? Eits, Minum Kopi Dulu!
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Minuman berkafein alias kopi biasanya menjadi minuman rutin yang diminum saat pagi hari. Dengan adanya kafein, dipercaya membuat mata menjadi ...
Ruwet: Ternyata Utang First Travel Capai Ratusan Milyar
29 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Utang First Travel ternyata menggunung. Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Pol. Herry Rudolf Nahak mengatakan bahwa biro perjalanan itu diduga ...
Di Balik Tokoh Groot dalam Guardian of Galaxy dan Avengers Infinity Wars...
15 Mei 2018, by Dika Mustika
Setelah melihat kecanggihan dan keseruan Avengers Infinity Wars beberapa minggu lalu, aku tertarik mengikuti salah satu tokohnya. Dia adalah Si Pohon alias ...
Inilah Kecelakaan-kecelakaan yang Terjadi di Antariksa
30 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Perjalanan antariksa masih tergolong cukup baru, namun belum luput dari tragedi. Kematian terkait dengan perjalanan ruang angkasa telah banyak terjadi di darat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab