Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Keresahan Akibat Demo Angkot di Bandung

Keresahan Akibat Demo Angkot di Bandung

12 Oktober 2017 | Dibaca : 613x | Penulis : Dika Mustika

Sejak kemarin, para penumpang transportasi berbasis online di Bandung dilanda keresahan. Sejak seminggu sebelumnya memang sudah ada pengumuman bahwa di tanggal 10-13 Oktober 2017, akan ada aksi mogok angkot karena mereka ingin pemerintah meninjau ulang peraturan mengenai regulasi transportasi berbasis online. Memang idealnya para penumpang menyiapkan diri agar bisa tetap beraktivitas walaupun ada aksi demo ini. Namun, tidak semua bisa mengantisipasi. Apakah pernah terpikir kami yang tinggal di daerah yang tidak bisa dijangkau oleh angkot, transportasi apa yang harus kami pilih, sementara transportasi berbasis online di jalur tersebut tidak bisa beroperasi.

“Mengapa bisa resah karena tidak ada angkot? Bukannya yang demo itu sopir angkot?” Pertanyaan itu juga sempat terlintas. Tanya punya tanya, selidik punya selidik, ternyata kira-kira beberapa waktu  lalu ketika angkot melaksanakan aksi mogok, para driver transportasi berbasis online dilarang beroperasi.

Dan dalam aksi mogok ini, pemerintah Kota Bandung sudah mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang. Pemerintah sudah menyediakan kendaraan-kendaraan yang akan beroperasi mengangkut para penumpang. Bahkan dibuka juga aksi sosial untuk menjadi relawan bagi yang memiliki kendaraan yang bisa mengangkut para penumpang yang kesulitan transportasi. Namun, pada malam sebelumnya, diumumkan bahwa aksi mogok ditunda hingga waktu yang belum ditetapkan dan pemerintah menghimbau agar pengendara transportasi menghentikan dahulu operasinya. Para warga pun menjadi tenang dan berpikir bahwa transportasi akan berjalan seperti sebelumnya.

Hal tersebut nyatannya tidak terjadi! Pada pagi harinya, memang tetap ada angkutan umum, namun tidak sebanyak biasanya dan mereka menghilang di sore harinya. Tak sedikit penumpang yang kebingungan memikirkan bagaimana mereka bisa sampai ke rumahnya. Itu yang membuat resah sekaligus sedih dari sisi penumpang. Beda lagi dengan sedihnya para driver, mereka kebingungan karena harus kehilangan pendapatan di hari-hari tersebut. Yang menambah keresahan adalah, ada pemeriksaan oleh polisi jika ada transportasi berbasis online yang beroperasi hari itu. Mereka diminta untuk taat pada himbauan yang dikeluarkan.

Semoga keresahan-keresahan ini segera hilang dan terbitlah peraturan yang menguntungkan banyak orang.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Trik Agar Program Diet di Bulan Puasa Berhasil
1 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Selain berguna untuk memenuhi kewajiban ibadah, berpuasa juga dapat menjadi kesempatan untuk menurunkan berat badan. Memang masuk akal, karena jika di ...
Usianya 26 Tahun Tapi Sudah Keriput Seperti Nenek-Nenek, Kok Bisa?
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebagian besar wanita di bumi sangat mempedulikan kecantikan tubuh dan kulitnya. Banyak hal dilakukan para wanita untuk menjaganya tetap mulus dan awet muda. ...
Struktur Alien di Satelit Saturnus, Iapetus
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Lapetus adalah satelit alami terbesar ketiga Saturnus. Misi Cassini pada tahun 2007 berhasil mengungkapkan beberapa fitur yang tidak biasa dari bulan ini. ...
Bermimpi? Siapa Takut!
3 Januari 2018, by Zeal
Tampang - “Keberhasilan berawal dari mimpi” kata-kata itu sudah tidak terdengar asing lagi di telinga kita ya sobat. Kebanyakan dari kita pasti ...
Ini Dia Perjuangan Guru Honorer Berprestasi
1 November 2017, by Admin
    Tampang.com – Mungkin cerita yang dialami Tatan kusnawan seorang guru Honorer ini memiliki kisah sama dengan jutaan guru honor ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab