Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Keresahan Akibat Demo Angkot di Bandung

Keresahan Akibat Demo Angkot di Bandung

12 Oktober 2017 | Dibaca : 509x | Penulis : Dika Mustika

Sejak kemarin, para penumpang transportasi berbasis online di Bandung dilanda keresahan. Sejak seminggu sebelumnya memang sudah ada pengumuman bahwa di tanggal 10-13 Oktober 2017, akan ada aksi mogok angkot karena mereka ingin pemerintah meninjau ulang peraturan mengenai regulasi transportasi berbasis online. Memang idealnya para penumpang menyiapkan diri agar bisa tetap beraktivitas walaupun ada aksi demo ini. Namun, tidak semua bisa mengantisipasi. Apakah pernah terpikir kami yang tinggal di daerah yang tidak bisa dijangkau oleh angkot, transportasi apa yang harus kami pilih, sementara transportasi berbasis online di jalur tersebut tidak bisa beroperasi.

“Mengapa bisa resah karena tidak ada angkot? Bukannya yang demo itu sopir angkot?” Pertanyaan itu juga sempat terlintas. Tanya punya tanya, selidik punya selidik, ternyata kira-kira beberapa waktu  lalu ketika angkot melaksanakan aksi mogok, para driver transportasi berbasis online dilarang beroperasi.

Dan dalam aksi mogok ini, pemerintah Kota Bandung sudah mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang. Pemerintah sudah menyediakan kendaraan-kendaraan yang akan beroperasi mengangkut para penumpang. Bahkan dibuka juga aksi sosial untuk menjadi relawan bagi yang memiliki kendaraan yang bisa mengangkut para penumpang yang kesulitan transportasi. Namun, pada malam sebelumnya, diumumkan bahwa aksi mogok ditunda hingga waktu yang belum ditetapkan dan pemerintah menghimbau agar pengendara transportasi menghentikan dahulu operasinya. Para warga pun menjadi tenang dan berpikir bahwa transportasi akan berjalan seperti sebelumnya.

Hal tersebut nyatannya tidak terjadi! Pada pagi harinya, memang tetap ada angkutan umum, namun tidak sebanyak biasanya dan mereka menghilang di sore harinya. Tak sedikit penumpang yang kebingungan memikirkan bagaimana mereka bisa sampai ke rumahnya. Itu yang membuat resah sekaligus sedih dari sisi penumpang. Beda lagi dengan sedihnya para driver, mereka kebingungan karena harus kehilangan pendapatan di hari-hari tersebut. Yang menambah keresahan adalah, ada pemeriksaan oleh polisi jika ada transportasi berbasis online yang beroperasi hari itu. Mereka diminta untuk taat pada himbauan yang dikeluarkan.

Semoga keresahan-keresahan ini segera hilang dan terbitlah peraturan yang menguntungkan banyak orang.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pasangan Burung Mengkoordinasikan Lagu dan Tarian Mereka untuk Menyampaikan Pesan
21 Desember 2017, by Slesta
Penelitian baru menunjukkan bahwa pasangan burung yang mengkoordinasikan gerakan bernyanyi dan sayap mereka lebih mampu menyampaikan pesan mereka. Sama ...
Rutin Bersihkan Kuku agar Tidak Timbul Jamur
29 Juni 2018, by Maman Soleman
Kecantikan itu tidak hanya dilihat dari wajah saja, namun kebersihan merupakan salah satu hal yang membuat tampilan menjadi cantik. Salah satu di antaranya ...
Sebenarnya Siapa yang Menunda RUU  Anti Terorisme, DPR atau Pemerintah?
21 Mei 2018, by oteli w
Tampang.com - Rancangan Undang-Undang Terorisme kembali ramai diperbincangkan setelah terjadinya rentetan peristiwa teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. ...
Ingin Berat Badan Turun? 5 Rempah Ini Dapat Bantu Kamu dalam Hal Ini
30 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Rempah-rempah tak hanya sekedar bumbu yang mampu sedapkan makanan. Dibalik hal ini, terdapat banyak sekali manfaat yang didapat ketika kita ...
RI Butuh 75 Tahun Kejar Ketertinggalan Pendidikan dari Negara Maju
19 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
  Menurut laporan Bank Dunia, Indonesia dianggap butuh waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju di bidang pendidikan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab