Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Kepunahan Spesies dan Perubahan Iklim Diperkirakan Terjadi Pada Tahun 2100

Kepunahan Spesies dan Perubahan Iklim Diperkirakan Terjadi Pada Tahun 2100

21 Maret 2018 | Dibaca : 692x | Penulis : Maman Soleman

Pemanasan global berdampak langsung terhadap kelangsungan kehidupan makhluk di Bumi. Kita kerap mengidentikkannya dengan bahaya kepunahan berbagai spesies di muka Bumi. Namun, bagaimana hubungan antara kepunahan spesies dan perubahan iklim bumi?

Sebuah studi yang meneliti 36 spesies amfibi dan reptil endemik di Amerika Serikat menghasilkan kesimpulan yang menarik. Menurut penelitian itu, perubahan iklim bumi bukanlah satu-satunya problem yang berkontribusi luar biasa terhadap kepunahan spesies. Secara mendasar, pemanasan bumi tidak berbeda dengan ancaman kepunahan lain. Betul jika pemanasan global memiliki dampak terhadap kelangsungan makhluk hidup. Namun, ada faktor lain juga yang turut memiliki andil.

Dikutip dari laman Science Daily, faktor paling penting dalam proses kepunahan, yaitu populasi spesies yang tergolong kecil. Riset yang dipimpin oleh Dr. Richard Pearson (UCL Centre for Biodiversity and EiSfironment Research) dan Dr. Resit Akcakaya (Stony Brook University) itu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepunahan spesies dalam tingkat krisis. Para penelilti mengkaji informasi-informasi yang tersedia untuk mendalami berbagai jenis hewan reptil dan amfibi itu.

Melalui analisis kuantitatif, reptil dan amfibi akan mengalami kepunahan pada 2100. Sebaliknya, tingkat kepunahan andaikata tanpa kondisi perubahan iklim, hanya kurang dari 1%. Hal itu mengindikasikan perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan kepunahan spesies secara dramatis dalam beberapa abad mendatang.

Menurut Dr. Akcakaya, tindakan konservasi terhadap spesies spesifik tertentu dapat menghindari berbagai kepunahan akibat perubahan iklim. Studi tersebut merekomendasikan konservasi harus dilakukan utamanya terhadap spesies yang menempati area kecil atau rusak dan sedikit dalam jumlah populasi. Tidak seperti studi-studi sebelumnya yang memprediksi risiko kepunahan hanya berdasarkan kecocokan iklim pada tiap-tiap spesies, riset tersebut menggunakan perspektif metodologi geografis, yang memperhatikan aspek reproduksi, kelangsungan hidup, dan sebaran populasi.

Penelitian Dr. Pearson dan Dr. Akcakaya memperkirakan risiko kepunahan populasi terjadi pada 2100 mendatang.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Penyakit Misterius pada Anjing di Inggris
7 Mei 2018, by Maman Soleman
Hati-hati menjaga anjing Anda karena sejenis penyakit misterius telah merenggut nyawa 13 anjing di Inggris beberapa bulan terakhir. Sebuah penyakit musiman ...
Ini Lho Tanda Suami bahagia dalam Pernikahan
3 Mei 2017, by herline
Tak jarang timbul pertanyaan dalam benak seorang istri : "Apakah  dia (suami) bahagia dengan pernikahan ini?" Dan pertanyaan yang demikian ...
Kangkung Penyebab Kantuk, Mitos atau fakta?
6 September 2017, by Zeal
Tampang - Kangkung merupakan tanaman yang familiar di Indonesia, hampir di semua wilayah dapat ditemukan tanaman kangkung. Kangkung memiliki nama latin Ipomoea ...
Marc Marquez :"Saya Tidak Pernah Menetapkan Jumlah Gelar"
26 Desember 2017, by Rachmiamy
Marc  Marquez merupakan salah satu pembalap MotoGP yang fenomenal.  Pembalap yang pada bulan Februari 2018 nanti akan genap berusia 25 tahun, telah ...
Tips Memilih Hosting Terbaik Indonesia
14 Desember 2019, by Admin
Terdapat dua komponen yang utama dalam membuat website yaitu web hosting dan nama domain. Bila anda telah memiliki keduanya maka berarti anda siap untuk ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab