Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Kemuliaan Ramadan dan Mimpi Thalhah di Depan Pintu Surga

Kemuliaan Ramadan dan Mimpi Thalhah di Depan Pintu Surga

27 Mei 2017 | Dibaca : 938x | Penulis : Zeal

RAMADAN telah tiba. Bulan agung penuh berkah, waktu di mana umat Islam dibukakan berjuta kebaikan oleh Allah SWT.

Salah satu keutamaan Ramadan dikisahkan melalui mimpi Thalhah bin Ubaidillah ra. Beliau merupakan satu di antaranya 10 sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang dijamin masuk surga.

Saat perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah SAW sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah gugur dalam Perang Jamal di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun dan dimakamkan di Basrah.

Kembali ke mimpi Thalhah. Kisah ini mengenai dua orang lelaki dari Baliy, sebuah perkampungan dari suku Qudhâ’ah. Dari sumber lainnya, kedua merupakan kepala suku dan kaya raya. Keduanya masuk Islam bersama dan menjadi sahabat-sahabat yang bertakwa.

Saat Islam membutuhkan bantuan, mereka dengan ringan tangan membantu, harta maupun tenaga. Hingga suatu saat kedua mendapat panggilan untuk berjihad.

Seperti yang sudah-sudah, keduanya dengan gembira menyambut panggilan jihad tersebut. Jihad merupakan ibadah yang diidam-idamkan para sahabat karena jika mereka meninggal dalam perang, mereka akan mati syahid dan dijamin masuk surga.

Keduanya bertempur dengan gagah berani hingga banyak anggota pasukan musuh yang tewas di tangan mereka. Namun dalam perang tersebut, satu di antaranya keduanya mati syahid. Sedangkan teman satunya pulang dan membawa kemenangan gemilang. Setahun kemudian, dia meninggal karena sakit.

Beberapa waktu kemudian, suatu malam Thalhah bermimpi tentang keduanya. Dalam mimpinya itu, Thalhah berada di depan pintu surga bersama kedua sahabat yang telah meninggal tersebut.

Tiba-tiba dari dalam surga terdengar suara yang memanggil sahabat yang meninggal karena sakit di dalam kamarnya. Suara tersebut mempersilahkan si sahabat untuk masuk surga.

Setelah itu, suara dari dalam surga kembali terdengar dan memanggil sahabat yang mati syahid. Masuklah sahabat tersebut masuk surga. Kembali suara itu terdengar dan berkata kepada Thalhah, “Kembalilah karena belum waktumu masuk surga”. Thalhah pun terbangun dari mimpinya.

Keesokan harinya, Thalhah menceritakan mimpinya tersebut kepada sahabat-sahabat lainnya. Namun para sahabat tidak percaya. Mereka tidak percaya bagaimana mungkin sahabat yang meninggal karena sakit itu dipanggil lebih dahulu masuk surga dari pada yang mati syahid.

Hingga desas-desus peristiwa mimpinya Thalhah tersebut terdengar Rasulullah SAW. Lalu dipanggillah Thalhah untuk menceritakan mimpinya tersebut. Setelah mendengar cerita tersebut, Rasullullah membenarkan tentang mimpi Thalhah itu. Para sahabat pun heran.

Beliau berkata, “Apa yang membuat kalian heran?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah orang yang pertama ini adalah yang paling banyak jihadnya di antara mereka, lalu ia mati syahid, tapi kenapa temannya yang meninggal terakhir masuk surga lebih dahulu darinya?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Bukankah temannya itu masih hidup setahun setelah kematiannya?” Mereka menjawab, “betul”.

Beliau berkata, “Dan bukankah ia masih mendapati Ramadan, lalu ia berpuasa, melakukan salat ini dan itu selama satu tahun itu?!” Mereka menjawab, “betul”.  Maka Rasulullah berkata, “Maka jarak antara mereka lebih jauh dariapda jarak antara langit dan bumi!”. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih, dari Abu Salamah bin Abdurrahman)

Masya Allah. Kisah tersebut memperlihatlah kepada kita betapa keutamaan Ramadan dan ibadah di dalamnya dapat mengalahkan keutamaan seorang yang mati syahid yang sangat agung.

Termasuk nikmat yang sangat besar terhadap seorang hamba, Allah memberinya kesempatan dan umur panjang dalam ketaatan kepada Allah. Hal tersebut sebagaimana ketika Rasulullah ditanya, “Siapakah manusia yang paling baik?”

Beliau menjawab, “Siapa saja yang panjang umurnya dan baik amalannya.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzy dari Abdullah bin Busr radhiyallâhu ‘anhu].

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kalahkan Benfica, Manchester United Percaya Diri Melawan Chelsea di Stamford Bridge
3 November 2017, by Rachmiamy
Stadion Stamford Bridge akan menjadi tempat salah satu laga bigmatch di pekan kesebelas Liga Inggris. Dalam laga yang akan digelar 5 November 2017, tuan rumah ...
LAER, Tas Canggih yang Mampu Mengisi Daya Semua Perangkatmu di Perjalanan
8 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi para pengguna Laptop pasti sering kesal apabila baterai laptop sudah low, padahal sedang penting-pentingnya. Kini, kalian tak perlu ...
Alasan Mengapa Orang Jepang Cenderung Lebih Sehat, Lebih Bugar, dan Hidup Lebih Lama
28 Agustus 2017, by Noor Azizah
Sempat menjadi perbincangan hangat, bagaimana pengaruh memakan nasi Jepang (termasuk beberapa negara di Asia Timur) membuat warganya lebih sehat dibanding ...
"Eta Terangkanlah" akan Dijadikan Sebuah Judul Lagu
24 Agustus 2017, by Rachmiamy
Kalian pasti tahu jargon ‘Eta Terangkanlah’. Ya, jargon ini memang tengah populer di media sosial. Kata-kata 'eta terangkanlah' bisa ...
Pelaku Belum Ditemukan, Teror Perusakan Mobil Masih Menghantui Warga Depok
15 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Meski terjadi sejak seminggu yang lalu, Minggu (8/7/2018), namun warga sekitar Depok yang memiliki mobil merasa cemas dan takut dengan teror perusakan mobil ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview