Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kemuliaan Ramadan dan Mimpi Thalhah di Depan Pintu Surga

Kemuliaan Ramadan dan Mimpi Thalhah di Depan Pintu Surga

27 Mei 2017 | Dibaca : 1140x | Penulis : Zeal

RAMADAN telah tiba. Bulan agung penuh berkah, waktu di mana umat Islam dibukakan berjuta kebaikan oleh Allah SWT.

Salah satu keutamaan Ramadan dikisahkan melalui mimpi Thalhah bin Ubaidillah ra. Beliau merupakan satu di antaranya 10 sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang dijamin masuk surga.

Saat perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah SAW sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah gugur dalam Perang Jamal di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun dan dimakamkan di Basrah.

Kembali ke mimpi Thalhah. Kisah ini mengenai dua orang lelaki dari Baliy, sebuah perkampungan dari suku Qudhâ’ah. Dari sumber lainnya, kedua merupakan kepala suku dan kaya raya. Keduanya masuk Islam bersama dan menjadi sahabat-sahabat yang bertakwa.

Saat Islam membutuhkan bantuan, mereka dengan ringan tangan membantu, harta maupun tenaga. Hingga suatu saat kedua mendapat panggilan untuk berjihad.

Seperti yang sudah-sudah, keduanya dengan gembira menyambut panggilan jihad tersebut. Jihad merupakan ibadah yang diidam-idamkan para sahabat karena jika mereka meninggal dalam perang, mereka akan mati syahid dan dijamin masuk surga.

Keduanya bertempur dengan gagah berani hingga banyak anggota pasukan musuh yang tewas di tangan mereka. Namun dalam perang tersebut, satu di antaranya keduanya mati syahid. Sedangkan teman satunya pulang dan membawa kemenangan gemilang. Setahun kemudian, dia meninggal karena sakit.

Beberapa waktu kemudian, suatu malam Thalhah bermimpi tentang keduanya. Dalam mimpinya itu, Thalhah berada di depan pintu surga bersama kedua sahabat yang telah meninggal tersebut.

Tiba-tiba dari dalam surga terdengar suara yang memanggil sahabat yang meninggal karena sakit di dalam kamarnya. Suara tersebut mempersilahkan si sahabat untuk masuk surga.

Setelah itu, suara dari dalam surga kembali terdengar dan memanggil sahabat yang mati syahid. Masuklah sahabat tersebut masuk surga. Kembali suara itu terdengar dan berkata kepada Thalhah, “Kembalilah karena belum waktumu masuk surga”. Thalhah pun terbangun dari mimpinya.

Keesokan harinya, Thalhah menceritakan mimpinya tersebut kepada sahabat-sahabat lainnya. Namun para sahabat tidak percaya. Mereka tidak percaya bagaimana mungkin sahabat yang meninggal karena sakit itu dipanggil lebih dahulu masuk surga dari pada yang mati syahid.

Hingga desas-desus peristiwa mimpinya Thalhah tersebut terdengar Rasulullah SAW. Lalu dipanggillah Thalhah untuk menceritakan mimpinya tersebut. Setelah mendengar cerita tersebut, Rasullullah membenarkan tentang mimpi Thalhah itu. Para sahabat pun heran.

Beliau berkata, “Apa yang membuat kalian heran?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah orang yang pertama ini adalah yang paling banyak jihadnya di antara mereka, lalu ia mati syahid, tapi kenapa temannya yang meninggal terakhir masuk surga lebih dahulu darinya?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Bukankah temannya itu masih hidup setahun setelah kematiannya?” Mereka menjawab, “betul”.

Beliau berkata, “Dan bukankah ia masih mendapati Ramadan, lalu ia berpuasa, melakukan salat ini dan itu selama satu tahun itu?!” Mereka menjawab, “betul”.  Maka Rasulullah berkata, “Maka jarak antara mereka lebih jauh dariapda jarak antara langit dan bumi!”. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih, dari Abu Salamah bin Abdurrahman)

Masya Allah. Kisah tersebut memperlihatlah kepada kita betapa keutamaan Ramadan dan ibadah di dalamnya dapat mengalahkan keutamaan seorang yang mati syahid yang sangat agung.

Termasuk nikmat yang sangat besar terhadap seorang hamba, Allah memberinya kesempatan dan umur panjang dalam ketaatan kepada Allah. Hal tersebut sebagaimana ketika Rasulullah ditanya, “Siapakah manusia yang paling baik?”

Beliau menjawab, “Siapa saja yang panjang umurnya dan baik amalannya.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzy dari Abdullah bin Busr radhiyallâhu ‘anhu].

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Keren! Mebel dari Tong Bekas Ini Beromzet Rp 50 jt/bulan
17 November 2017, by Rindang Riyanti
Agung Setiawan menyulap tong bekas menjadi berbagai mebel yang memiliki harga jual yang tinggi.  Tangan piawai Agung menyulap tong tak terpaik itu menjadi ...
Wow, Jadi Tukang Beberes, Wanita Ini Dibayar Rp 1,7jt per Dua Jam
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Di saat pekerjaan yang tak sesuai passion tak kunjung datang, mungkin Anda harus menciptakan sendiri profesi baru yang lebih sesuai bakat juga banyak ...
Indra Penciuman Bisa jadi Pengingat Aroma  dan Memori Seseorang
15 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Tidak jarang kenangan yang bersembunyi tiba-tiba saja keluar dan kembali dalam ingatan. Tentu ada pemicu dari terkuaknya kembali kenangan ...
AKhirnya PT KAI Resmikan Kereta Api Solo Ekspres, Gratiskan Tiket Selama 4 Hari Kedepan
17 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Setelah tertunda selama hampir satu pekan, kereta api (KA) Solo Ekspres yang melayani rute Solo Balapan-Kutoarjo akhirnya diresmikan pada hari ini ...
Pelukan Ternyata Ada Manfaatnya Loh!
9 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebuah pelukan ternyata tak hanya membuat orang merasa lebih dekat, namun juga ternyata dapat bermanfaat untuk kita. Hal ini telah diungkapkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview