Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Jokowi: Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

Jokowi: Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

14 Mei 2018 | Dibaca : 863x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

 Terkait teror yang terus terjadi di Indonesia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para mubaligh untuk mengingatkan umatnya bahwa Islam bukan agama yang mengajarkan kekerasan. Islam, bahkan Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap lemah lembut.

"Saya kira itu yang diajarkan oleh nabi besar kita, Nabi Muhammad, kepada kita," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Halaqoh Nasional Hubbul Wathon dan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara (GN-MBN), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin, 914/05/2018)

Jokowi mengaku heran paham radikal bisa membuat pelaku terror melakukan aksi tersebut yang bahkan mengajak seluruh anggota keluarganya termasuk dua anaknya yang masih kecil. Jokowi katakan saat ia bercerita ketika dirinya melihat tempat kejadian perkara ledakan bom bunuh diri di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018 kemarin.

"Saya mengajak kita semuanya, utamanya pada para mubalig agar bisa dan bersama sama sampaikan mengenai betapa tidak bermartabatnya aksi teror tersebut," kata Jokowi

Jokowi mengajak para mubaligh dan pemuka agama lainnya untuk sama-sama menjaga Indonesia. Harapannya ke depan Indonesia tetap bersatu dan tidak ada lagi aksi terorisme.

 "Itulah saya kira tugas kita semuanya untuk menyelesaikan bahwa negara kita Indonesia masih banyak kekurangan," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa untuk mencapai Indonesia yang lebih baik, maka negara besar seperti Indonesia perlu kerja sama dari seluruh rakyatnya. Menurutnya, memang untuk menjadi negara yang kuat pasti ada ujian dan tantangannya.

Sebelumnya seperti diberitakan, rentetan serangan teror terjadi sejak Ahad pagi kemarin di Surabaya, Jawa Timur. Tiga aksi bom bunuh diri terjadi di tiga gereja berbeda, kemarin. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan orang luka dan 13 korban tewas yang enam di antaranya terduga pelaku.

Malam tadi, sebuah bom meledak di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. Dalam peristiwa ini dua orang tewas akibat ledakan dan satu lainnya ditembak mati polisi karena memegang alat pemicu bom.

Pagi tadi, bom bunuh diri kembali terjadi di Surabaya. Kali ini Markas Polrestabes Surabaya menjadi target serangan itu.

Jokowi mengatakan pemerintah akan menindak tegas pelaku teror di Indonesia. Menurut dia aksi bom bunuh diri adalah tindakan pengecut dan biadab.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Game Android Terbaik Offline Untuk Ponselmu
23 April 2017, by Ayu
Android dan game adalah dua hal yang sudah tidak dapat dipisahkan. Fungsi ponsel yang sudah banyak  berubah dari alat komunikasi biasa menjadi alat ...
Lagi Asyik Pesta Sabu, Polisi Cepek, Makelar Motor dan Makelar Mobil ini Digerebek Polisi
13 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Petugas Polsek Karangpilang Surabaya menangkap tiga orang pria yang sedang asyik pesta sabu-sabu dirumah salah seorang pelaku. Saat digerebek ...
4 Ragam Teknik Pengencangan Wajah yang Praktis dan Efektif
20 Juli 2018, by Maman Soleman
Teknologi HIFU (High Intensity Focused Ultrasound) sudah diketahui sejak 2011 karena mampu menghancurkan kanker, tumor, ataupun batu ginjal dengan menggunakan ...
Berikut Ini Lowongan Jasa Raharja, Persiapkan Diri Anda!
11 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Jangan khawatir, saat ini PT Jasa Raharja sedang membuka lowongan pekerjaan. Pendaftaran ...
Inilah Potensi Protein dalam Pengobatan Kanker
25 Juli 2018, by Maman Soleman
Peneliti dari Walter and Eliza Hall Institute menemukan strategi jitu untuk mengatasi kanker yang diakibatkan perubahan sel yang merupakan faktor dominan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab