Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Jokowi: Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

Jokowi: Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

14 Mei 2018 | Dibaca : 312x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

 Terkait teror yang terus terjadi di Indonesia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para mubaligh untuk mengingatkan umatnya bahwa Islam bukan agama yang mengajarkan kekerasan. Islam, bahkan Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap lemah lembut.

"Saya kira itu yang diajarkan oleh nabi besar kita, Nabi Muhammad, kepada kita," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Halaqoh Nasional Hubbul Wathon dan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara (GN-MBN), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin, 914/05/2018)

Jokowi mengaku heran paham radikal bisa membuat pelaku terror melakukan aksi tersebut yang bahkan mengajak seluruh anggota keluarganya termasuk dua anaknya yang masih kecil. Jokowi katakan saat ia bercerita ketika dirinya melihat tempat kejadian perkara ledakan bom bunuh diri di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018 kemarin.

"Saya mengajak kita semuanya, utamanya pada para mubalig agar bisa dan bersama sama sampaikan mengenai betapa tidak bermartabatnya aksi teror tersebut," kata Jokowi

Jokowi mengajak para mubaligh dan pemuka agama lainnya untuk sama-sama menjaga Indonesia. Harapannya ke depan Indonesia tetap bersatu dan tidak ada lagi aksi terorisme.

 "Itulah saya kira tugas kita semuanya untuk menyelesaikan bahwa negara kita Indonesia masih banyak kekurangan," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa untuk mencapai Indonesia yang lebih baik, maka negara besar seperti Indonesia perlu kerja sama dari seluruh rakyatnya. Menurutnya, memang untuk menjadi negara yang kuat pasti ada ujian dan tantangannya.

Sebelumnya seperti diberitakan, rentetan serangan teror terjadi sejak Ahad pagi kemarin di Surabaya, Jawa Timur. Tiga aksi bom bunuh diri terjadi di tiga gereja berbeda, kemarin. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan orang luka dan 13 korban tewas yang enam di antaranya terduga pelaku.

Malam tadi, sebuah bom meledak di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. Dalam peristiwa ini dua orang tewas akibat ledakan dan satu lainnya ditembak mati polisi karena memegang alat pemicu bom.

Pagi tadi, bom bunuh diri kembali terjadi di Surabaya. Kali ini Markas Polrestabes Surabaya menjadi target serangan itu.

Jokowi mengatakan pemerintah akan menindak tegas pelaku teror di Indonesia. Menurut dia aksi bom bunuh diri adalah tindakan pengecut dan biadab.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Samakah Ekspresi Orang Buta dengan Orang yang Dapat Melihat?
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ekspresi wajah memainkan peran kuat dalam interaksi sosial sejak lahir sampai dewasa. Ketakutan, kegembiraan, kemarahan - semua emosi kita diartikulasikan dan ...
brokoli
2 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika cuaca tak stabil, biasanya kita rentan sekali mengalami flu. Tentu tak ada hal menyenangkan ketika flu menyerang. Akhirnya, aktivitas pun ...
BPJS Mengubah Kebijakan Pemberian Obat Kanker Payudara Trastuzumab
14 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Kanker payudara menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para wanita di dunia. Sebab, tak ada yang menyadari kehadiran penyakit tersebut. Seringkali, kanker ...
Ridwan Kamil : Syiar Islam Ridwan Kamil Didukung Oleh Ponpes Al Falah
6 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Beberapa pekan yang lalu, calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melakukan ibadah umrah dan saat ini ia telah kembali ke Tanah Air. ...
Kroasia Melaju ke Final Hadapi Perancis
12 Juli 2018, by oteli w
Kroasia Melaju ke Final Hadapi Perancis Menang 2-1 diperpanjangan waktu dari Inggris, Kroasia kini melaju ke partai Final menghadapi Perancis. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih