Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Jokow Mengamati Reaksi Masyarakat Akan UU MD3 Untuk Menandatanginya Atau Tidak

Jokow Mengamati Reaksi Masyarakat Akan UU MD3 Untuk Menandatanginya Atau Tidak

22 Februari 2018 | Dibaca : 704x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan menandatangi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) yang telah disahkan oleh DPR RI, dalam beberapa waktu lalu.

Jokowi lebih mau mengamati reaksi masyarakat Indonesia terhadap UU MD3 tersebut.

"Saya memahami keresahan-keresahan yang ada di masyarakat," ujar Kepala Negara saat ditemui di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

"Banyak yang mengatakan, ini hukum dan etika kok dicampur aduk. Ada yang mengatakan, politik sama hukum kok ada campur aduk, ya itu pendapat-pendapat yang saya baca, yang saya dengar di masyarakat," lanjut Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi belum bisa menentukan apakan dirinya akan menandatangani UU MD3 itu atau tidak. Meski lembaran pengesahan UU tersebut sudah sampai di atas mejanya, namun ia masih mengkaji dan menimbang.

Dirinya mengaku bahwa saat menandatangani atau tidak, pasti akan menuai konsekuensi yang sama yakni UU MD3 tetap sah. Namun, ia tidak ingin jika menandatangani UU tersebut, dianggap sebagai mendukung penuh, padahal sebaliknya.

"Saya tandatangani, nanti masyarakat menyampaikan, wah ini mendukung penuh. Enggak saya tandatangani juga itu (UU MD3) tetap berjalan. Jadi masih dalam kajian ya," lanjut dia.

Keengganan Jokowi menandatangani lembar pengesahan UU tersebut, pertama kali disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM (Kemenkumham) Yasonna Laoly.

"Kemungkinan (Presiden) tidak menandatangani (UU MD3)," ujar Yasonna setelah tatap muka dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa (20/02).

Yasonna menyampaikan bahwa Presiden mendorong kelompok masyarakat sipil untuk mengajukan judicial review terhadap UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi.

"Saya persilahkan teman-teman menggugat ke MK, tapi setelah jadi UU. Jangan digugatnya sebelum jadi UU, nanti batal. Daripada kita capek-capek berdebat, lebih baik gugat saja ke MK," jelas Yasonna.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Apakah Kucing Mendengkur Saat Manusia Tidak Berada?
11 Juli 2017, by Slesta
Mengapa kucing mendengkur? Manusia cenderung berpikir bahwa mendengkur adalah tanda kebahagiaan pada seekor kucing dan memang demikian . namun ada beberapa ...
Alibaba, Bakalan Jual Mobil dengan Konsep Vending Machine
12 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Vending machine atau mesin penjual otomatis, umumnya digunakan untuk penjualan makanan ringan, minuman, atau rokok. Namun, raksasa e-commerce ...
Mengejutkan, Inilah Penampakan Misterius di Langit China. Apakah itu?
18 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Suatu fenomena yang sangat langka kali ini datang dari langit China. Sebuah penampakan pada malam hari di langit China yang telah ...
Heboh Kicauan  Twitter@DitjenPajakRI Tentang Pajak Handphone
19 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Sudah menjadi hal yang tidak aneh bahwa media sosial membuat banyak orang melontarkan pendapat (koment) atas semua yang baru dilihat, dibaca dan ...
Ribuan Lilin di Kota Bandung untuk Indonesia yang Damai Bukan untuk Ahok
14 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com -  Sabtu, 13-05-2017, Ribuan warga Bandung berkumpul di Jalan Diponegoro untuk menyalakan lilin bersama demi Negara Kesatuan Republik ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab