Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Jokow Mengamati Reaksi Masyarakat Akan UU MD3 Untuk Menandatanginya Atau Tidak

Jokow Mengamati Reaksi Masyarakat Akan UU MD3 Untuk Menandatanginya Atau Tidak

22 Februari 2018 | Dibaca : 460x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan menandatangi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) yang telah disahkan oleh DPR RI, dalam beberapa waktu lalu.

Jokowi lebih mau mengamati reaksi masyarakat Indonesia terhadap UU MD3 tersebut.

"Saya memahami keresahan-keresahan yang ada di masyarakat," ujar Kepala Negara saat ditemui di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

"Banyak yang mengatakan, ini hukum dan etika kok dicampur aduk. Ada yang mengatakan, politik sama hukum kok ada campur aduk, ya itu pendapat-pendapat yang saya baca, yang saya dengar di masyarakat," lanjut Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi belum bisa menentukan apakan dirinya akan menandatangani UU MD3 itu atau tidak. Meski lembaran pengesahan UU tersebut sudah sampai di atas mejanya, namun ia masih mengkaji dan menimbang.

Dirinya mengaku bahwa saat menandatangani atau tidak, pasti akan menuai konsekuensi yang sama yakni UU MD3 tetap sah. Namun, ia tidak ingin jika menandatangani UU tersebut, dianggap sebagai mendukung penuh, padahal sebaliknya.

"Saya tandatangani, nanti masyarakat menyampaikan, wah ini mendukung penuh. Enggak saya tandatangani juga itu (UU MD3) tetap berjalan. Jadi masih dalam kajian ya," lanjut dia.

Keengganan Jokowi menandatangani lembar pengesahan UU tersebut, pertama kali disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM (Kemenkumham) Yasonna Laoly.

"Kemungkinan (Presiden) tidak menandatangani (UU MD3)," ujar Yasonna setelah tatap muka dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa (20/02).

Yasonna menyampaikan bahwa Presiden mendorong kelompok masyarakat sipil untuk mengajukan judicial review terhadap UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi.

"Saya persilahkan teman-teman menggugat ke MK, tapi setelah jadi UU. Jangan digugatnya sebelum jadi UU, nanti batal. Daripada kita capek-capek berdebat, lebih baik gugat saja ke MK," jelas Yasonna.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cermat Dalam Memilih Pasangan
11 Juni 2018, by oteli w
Cermat Dalam Memilih Pasangan Manusia pasti mendambakan pasangan yang baik. Pasangan itu merupakan pendamping hidup yang dapat menemani kapan dan dimanapun ...
Cristiano Ronaldo Siap Meladeni Klub Manapun Jika Real Madrid Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champion 2017/2018
19 November 2017, by Rachmiamy
Real Madrid merupakan klub tersukses di perhelatan Liga Champion. Raksasa Spanyol tersebut berhasil meraih trofi Liga Champion sebanyak 12 kali dari 15 kali ...
Virus Petya, Lebih Kejam dari WannaCry
28 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Setelah WannaCry yang meneror dunia, kini kelompok hacker kembali melancarkan serangan yang tidak kalah bahaya dengan WannaCry. Serangan ini ...
setnov
15 November 2017, by Zeal
Tampang - Setelah kembali ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto, dipanggil oleh penyidik KPK untuk dimintai keterangan. ...
menghadapi hidup
8 Juli 2017, by Dika Mustika
  Ikhlas, sudah sering aku mendengar kata ikhlas. Mungkin, jika dimaknakan secara harfiah, ikhlas bermakna bersih. Atau kalau dilihat dari istilah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview