Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Iran Bersiap untuk Melanjutkan Program Nuklir Jika AS Mundur dari Kesepakatan

Iran Bersiap untuk Melanjutkan Program Nuklir Jika AS Mundur dari Kesepakatan

23 April 2018 | Dibaca : 727x | Penulis : Slesta

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan negara itu siap untuk melanjutkan program nuklirnya jika Amerika Serikat mengembalikan sanksi.

Muncul di program CBS Face the Nation, Minggu, Zarif mengatakan Iran menimbang banyak program aksi jika Presiden Donald Trump dan pemerintahannya menindaklanjuti janji kampanye untuk mundur dari Rencana Aksi Komisi Bersama, yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. .

"Kami telah menempatkan sejumlah opsi untuk diri kami sendiri, dan opsi-opsi itu sudah siap," kata Zarif. "Termasuk opsi yang akan melibatkan kembali pada kecepatan yang jauh lebih besar dari aktivitas nuklir kita."

Zarif menghabiskan dua tahun bekerja dengan pemerintahan mantan Presiden Barack Obama untuk mendirikan JCPOA, yang memberikan sanksi sanksi bertahap kepada Iran, sebagai imbalan atas bukti bahwa negara itu akan membongkar situs nuklirnya.

Perancis, Jerman, Inggris, China, Rusia dan Uni Eropa juga menandatangani JCPOA dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah didorong untuk mencoba menghalangi Trump dari rencananya untuk mundur dari kesepakatan pada 12 Mei.

Pada bulan Januari, Trump mengatakan dia memperpanjang sanksi bantuan kepada Iran untuk terakhir kalinya, menambahkan kesepakatan "memberi Iran terlalu banyak dalam pertukaran untuk terlalu sedikit. Rejeki keuangan yang sangat besar yang diterima rezim Iran karena kesepakatan - akses ke lebih banyak dari $ 100 miliar, termasuk $ 1,8 miliar dalam bentuk tunai - belum digunakan untuk memperbaiki kehidupan rakyat Iran. "

Zarif mengatakan Iran tidak memiliki rencana untuk mengakhiri kesepakatan itu, tetapi akan menggunakan opsi-opsinya - termasuk melanjutkan program nuklirnya - jika Amerika Serikat menindaklanjuti rencana untuk mundur.

"Kami tidak akan menjadi yang pertama melanggar perjanjian itu, tetapi mereka pasti harus tahu bahwa mereka akan menyesal jika mereka melanggarnya," katanya.

Zarif menambahkan bahwa "sangat tidak mungkin" bahwa Iran akan menyusun versi kesepakatan nuklir dengan bangsa Eropa dan negara lain jika Amerika Serikat mundur.

"Penting bagi Iran untuk menerima manfaat dari perjanjian tersebut, dan tidak ada cara bahwa Iran akan melakukan satu sisi implementasi perjanjian," katanya. "Dan itu akan membutuhkan upaya besar karena sekarang, dengan Amerika Serikat seolah-olah dalam perjanjian, banyak yang kurang dalam hal Iran diuntungkan dari kesepakatan itu."

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Solusi Bujuk Anak Agar Mau Keramas
30 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Memiliki buah hati merupakan impian semua pasangan di dunia. Buah hati merupakan titipan yang sangat spesial dan harus dijaga dengan baik. Perlu ...
Tampil Langsing Ala Artis Korea yang sedikit Aneh tapi Ok
26 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Buat para wanita memang sangat sudah untuk kembali tampil langsing dan sempurna seprti sebelum melahirkan. Karena kebanyakan bahkan 90% wanita ...
Meskipun Gagal Finish, Andrea Dovizioso Mengambil Hal Positif dari Dua Seri Balapan Terakhir
27 Mei 2018, by Rachmiamy
Di MotoGP 2017 pembalap tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso berhasil menempati posisi runner up di klasemen akhir. Pembalap berusia 32 tahun tersebut berhasil ...
Bagaimana Menjaga Otak Tetap Sehat Selama Masa Penuaan?
30 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Penuaan otak tak terelakkan sampai batas tertentu, tapi tidak seragam; Ini mempengaruhi semua orang, atau setiap otak, berbeda. Memperlambat penuaan otak atau ...
Bagaimana Kurang TIdur Mempengaruhi Kemampuan untuk Belajar?
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tidur nyenyak adalah kunci untuk kebahagiaan dan produktivitas, dan sebaliknya, malam yang kurang tidur dapat memberi efek negatif pada performa kita di siang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview