Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Humor Sufi: Pentingnya Tabayyun

Humor Sufi: Pentingnya Tabayyun

14 Juni 2017 | Dibaca : 730x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Syahdan, Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam Shalat.

Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah.

Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayyun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.

"Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam Shalat?" tanya Khalifah ketus.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, "Benar, Saudaraku."

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, "Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?"

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, "Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!"

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, "Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah."

Khalifah berkata dengan ketus, "Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya."

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam Shalat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."

"Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti anda suka ’fitnah’ (ujian) itu."

Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan "ya akhi" (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ingin Merasakan Sensasi Berenang bersama Buaya Raksasa, Datang Kesini !
20 September 2017, by Rachmiamy
Bagi kalian yang ingin merasakan liburan yang lain dari biasanya dan menyukai sesuatu yang memacu adrenalin, cobalah  berenang bersama buaya raksasa di ...
sumber : radarcirebon
8 Mei 2017, by Retno Indriyani
Cirebon, Tampang.com - Senin (8/5), Seorang perempuan tanpa identitas ditemukan sudah tak bernyawa tergeletak di tanah kosong samping Puskesmas Kelangenan, ...
Ukraina Memulai Perundingan Untuk Bergabung dengan NATO
11 Juli 2017, by Slesta
Ukraina berencana untuk memulai diskusi dengan North Atlantic Treaty Organization dalam upaya untuk bergabung dengan aliansi tersebut, Presiden Petro ...
Wow! Biofuel dapat Diproduksi dari Cyanobacteria
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah perusahaan Bay Area telah mematenkan tiga kelompok kelompok organisme bersel satu, mirip ganggang yang jika ditanam bersama dapat menghasilkan gula ...
Siapa Sangka Inilah 5 Kepribadian Dari Sosok Cinta Sejati
1 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Tidak sedikit pasangan mengalami putus nyambung dalam hubungan yang sedang dijalin. Tidak salah jika Anda tetap bertahan dan memperjuangkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman