Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Humor Sufi: Pentingnya Tabayyun

Humor Sufi: Pentingnya Tabayyun

14 Juni 2017 | Dibaca : 779x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Syahdan, Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam Shalat.

Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah.

Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayyun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.

"Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam Shalat?" tanya Khalifah ketus.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, "Benar, Saudaraku."

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, "Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?"

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, "Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!"

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, "Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah."

Khalifah berkata dengan ketus, "Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya."

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam Shalat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."

"Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti anda suka ’fitnah’ (ujian) itu."

Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan "ya akhi" (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Yuk, Atur Rasa Hidup Kamu
24 Januari 2018, by Dika Mustika
Keterampilan mengatur ‘rasa’. Mungkin ini adalah salah satu keterampilan yang cukup penting bagi kita untuk jalani hidup ini. Di jalan hidup ini ...
Foto Persib vs Arema. Sumber Indosport
15 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com. Laga perdana Liga 1 Gojek traveloka antara Persib Bandung vs Arema Fc yang berlangsung di Stadiun Gelora Bandung Lautan Api diwarnai oleh ...
Usir Lemak yang Mengganggu dengan Konsumsi Air Jahe
14 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Lemak yang menumpuk pada tubuh menjadi salah satu perhatian utama bagi kebanyakan orang. Tak hanya mengganggu penampilan, namun juga dapat ...
Lucinta Luna : Laporkan Pelapor Isu Transgendernya?
30 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Indonesia kini diramaikan oleh pemberitaan tentang seorang bernama Lucinta Luna yang diduga merupakan seorang transgender. Banyak pihak ...
Tetap Fit dan Bugar Walau Kerja Seharian dengan Cara Ini
10 November 2017, by Rindang Riyanti
Rutinitas pekerjaan dapat membuat Anda menjadi stres dan berdampak buruk bagi tubuh. Terutama bagi Anda yang bekerja seharian di dalam kantor. Lalu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab