Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Deteksi Anemia Bisa Dibantu oleh Penganalisis Darah Portabel

Deteksi Anemia Bisa Dibantu oleh Penganalisis Darah Portabel

10 Oktober 2017 | Dibaca : 331x | Penulis : Slesta

Peneliti dari University of Washington berharap bisa memperbaiki deteksi anemia dengan perangkat portable baru yang bisa mendeteksi kadar hemoglobin.

Alat analisa darah lebih kecil dari pemanggang roti dan dapat mendeteksi kadar hemoglobin dalam sampel darah utuh yang menggunakan absorbansi optik, yang berpotensi membantu perkiraan seperempat populasi dunia yang menderita anemia.

Hemoglobin adalah protein yang ditemukan pada sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Orang yang mengalami anemia mengalami penurunan konsentrasi hemoglobin sehingga terjadi kelelahan, pusing, denyut jantung abnormal dan sesak napas.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam AIP Advances edisi Oktober, menunjukkan bagaimana perangkat tersebut dapat memberikan cara yang lebih layak dan terjangkau untuk menganalisis darah dan mengurangi beban anemia secara global.

Pengukur darah saat ini mengukur hemoglobin dengan cara menghancurkan sel darah merah secara kimiawi dalam sampel, memerlukan keahlian langsung untuk mempersiapkan dan menjalankan sampel. Proses ini membatasi kemampuan untuk memantau anemia di beberapa belahan dunia.

"Aspek yang paling menarik untuk penganalisis ini adalah bahwa ia menggunakan darah utuh dan tidak memerlukan langkah tambahan dan reagen untuk menyiapkan sampel," Nathan Sniadecki, seorang profesor teknik mesin di University of Washington, mengatakan dalam sebuah siaran pers.

Perangkat ini portabel dan hanya membutuhkan beberapa tetes darah untuk dianalisis.

"Anda hanya menjalankan darah ke saluran dan hanya itu," kata Nikita Taparia, kandidat doktoral di laboratorium Snaidecki. "Bisa dipakai di mana saja."

Alat analisa baru menggunakan sifat optik darah, seperti penyerapan dan hamburan untuk mengukur kadar hemoglobin. Darah dari pasien anemik mentransmisikan lebih banyak cahaya daripada darah dari orang sehat, sehingga tingkat keparahan anemia dapat diukur sebagai rasio yang ditransmisikan ke kerapatan cahaya asli.

"Sudah sangat menyenangkan menjadi bagian dari sebuah proyek dari awal sampai akhir yang menghasilkan perangkat yang benar-benar akan membantu orang," kata Taparia. "Alat analisa ini dimaksudkan untuk orang yang menderita penyakit."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengenai Regulasi, Uber Mengharapkan Dapat Dipertimbangkan Ulang
5 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Per 1 Juli, seperti yang kita ketahui tarif baru untuk taksi online resmi diberlakukan. Tarif ini mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (PM) ...
swafoto
21 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mayoritas para wanita menyukai selfie alias swafoto. Nah, bagi kalian para wanita pecinta swafoto ternyata kini ada alat baru untuk mendukung ...
sri mulyani
8 Mei 2017, by Ayu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan terkait keadaan ekonomi di Indonesia di hadapan para undangan The United States-Indonesia Society ...
Rekomendasi Bagi Pencinta Kopi; 5 Kopi Termahal di Dunia
21 April 2018, by oteli w
Rekomendasi Bagi Pencinta Kopi; 5 Kopi Termahal di Dunia   Kopi merupakan jenis minuman yang sudah mendunia. Aroma serta rasa kopi yang membahana ...
Ingin Tampil Wangi Sepanjang Hari…Ini Caranya
22 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Wanita selain ingin tampil cantik juga ingin selalu tampil harum dan wangi sepanjang harinya dalam beraktibitas. Semua wanita selalu ingin tampil ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview