Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Deteksi Anemia Bisa Dibantu oleh Penganalisis Darah Portabel

Deteksi Anemia Bisa Dibantu oleh Penganalisis Darah Portabel

10 Oktober 2017 | Dibaca : 361x | Penulis : Slesta

Peneliti dari University of Washington berharap bisa memperbaiki deteksi anemia dengan perangkat portable baru yang bisa mendeteksi kadar hemoglobin.

Alat analisa darah lebih kecil dari pemanggang roti dan dapat mendeteksi kadar hemoglobin dalam sampel darah utuh yang menggunakan absorbansi optik, yang berpotensi membantu perkiraan seperempat populasi dunia yang menderita anemia.

Hemoglobin adalah protein yang ditemukan pada sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Orang yang mengalami anemia mengalami penurunan konsentrasi hemoglobin sehingga terjadi kelelahan, pusing, denyut jantung abnormal dan sesak napas.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam AIP Advances edisi Oktober, menunjukkan bagaimana perangkat tersebut dapat memberikan cara yang lebih layak dan terjangkau untuk menganalisis darah dan mengurangi beban anemia secara global.

Pengukur darah saat ini mengukur hemoglobin dengan cara menghancurkan sel darah merah secara kimiawi dalam sampel, memerlukan keahlian langsung untuk mempersiapkan dan menjalankan sampel. Proses ini membatasi kemampuan untuk memantau anemia di beberapa belahan dunia.

"Aspek yang paling menarik untuk penganalisis ini adalah bahwa ia menggunakan darah utuh dan tidak memerlukan langkah tambahan dan reagen untuk menyiapkan sampel," Nathan Sniadecki, seorang profesor teknik mesin di University of Washington, mengatakan dalam sebuah siaran pers.

Perangkat ini portabel dan hanya membutuhkan beberapa tetes darah untuk dianalisis.

"Anda hanya menjalankan darah ke saluran dan hanya itu," kata Nikita Taparia, kandidat doktoral di laboratorium Snaidecki. "Bisa dipakai di mana saja."

Alat analisa baru menggunakan sifat optik darah, seperti penyerapan dan hamburan untuk mengukur kadar hemoglobin. Darah dari pasien anemik mentransmisikan lebih banyak cahaya daripada darah dari orang sehat, sehingga tingkat keparahan anemia dapat diukur sebagai rasio yang ditransmisikan ke kerapatan cahaya asli.

"Sudah sangat menyenangkan menjadi bagian dari sebuah proyek dari awal sampai akhir yang menghasilkan perangkat yang benar-benar akan membantu orang," kata Taparia. "Alat analisa ini dimaksudkan untuk orang yang menderita penyakit."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Camilan Lezat yang Bikin Perut Tidak Kembung
9 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Setelah makan terlalu banyak biasanya perut akan mengalami begah, kembung dan sesak di perut. Kondisi ini akan membuat perut tidak nyaman ...
PWNU DKI
16 April 2017, by Zeal
tampang.com – Silaturahim akbar digelar di kantor pusat Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta pada sabtu (15/4) kemarin. Acara yang ...
Puluhan Tewas, 1,7 Juta Terkena Letusan Gunung Berapi Guatemala
5 Juni 2018, by Slesta
Sedikitnya 62 orang tewas setelah letusan mendadak Gunung Fuego di Guatemala, peristiwa seismik yang mempengaruhi hampir 2 juta orang, kata pihak berwenang ...
Johann Zarco Berambisi Menjadi Pembalap Tim Pabrikan di MotoGP 2018
2 Oktober 2017, by Rachmiamy
Johann Zarco merupakan pembalap rookie yang paling bersinar pada balapan MotoGP musim ini. Zarco berhasil mengumpulkan poin terbanyak dibanding tiga pembalap ...
tangan berkeringat
1 Mei 2017, by Ayu
Dokter sering mendengar pasien mereka mengeluh berkeringat di malam hari. Keringat malam mengacu pada kelebihan keringat pada malam hari. Tapi jika kamar tidur ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview