Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Bisakah Hidup Kita Tanpa Telepon Seluler?

Bisakah Hidup Kita Tanpa Telepon Seluler?

2 April 2018 | Dibaca : 584x | Penulis : Dika Mustika

Handphone alias telepon seluler rasanya adalah salah satu kebutuhan primer manusia di zaman milenial seperti sekarang ini. Zaman tahun 90-an, mungkin kebutuhan manusia akan benda kecil ini belum se-primer seperti sekarang ini. Sejak memasuki tahun 2000-an lah, terasa mulai terjadi peralihan tingkat kebutuhan atas benda ini. Dulu telepon seluler termasuk salah satu kebutuhan tersier, di mana ini bagaikan benda mewah yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Sebut saja mungkin para pejabat penting yang memiliki telepon seluler ini. Namun kini.....semua berubah! Telepon seluler bagaikan makanan pokok. Rasanya tak ada orang yang tidak memiliki benda yang satu ini. Anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan para eyang juga memiliki benda ini.

 

Nah, beberapa hari yang lalu ada sebuah peristiwa menarik di kantor. Salah seorang temanku, ternyata rusak telepon selulernya...1 hari, 2 hari, hingga beberapa hari telepon selulernya masih tetap rusak. Sebenarnya, bisa saja sih karena tak berhasil diperbaiki ia membeli yang baru. Namun, entah mengapa ia tidak memilih itu.   Tapi yang menarik perhatianku bukan mengapa ia tidak membeli telepon seluler yang baru, tapi apa yang berubah sejak telepon selulernya rusak. Lalu, kutanya juga, adakah kesulitan yang terjadi dengan rusaknya telepon seluler miliknya. Ia lalu menceritakan bahwa ‘hidupnya’ masih baik-baik saja kok. Paling yang menjadi kendala adalah hal yang berhubungan dengan dengan pekerjaan, jika menyangkut pengumuman yang kadang ada ketika sudah jam pulang kantor. Selebihnya, masih baik-baik saja.

 

Ceritanya membuatku berpikir, temanku itu masih baik-baik saja hidup tanpa telepon seluler. Jadi membuat berpikir, orang-orang di zaman dahulu juga baik-baik saja tanpa benda itu. Bukan ingin menjadi ‘mundur’ ya, tapi ada baiknya juga kita memang memakai benda kecil itu sesuai dengan keperluan. Jangan juga seakan kita jadi sangat bergantung pada ‘nya’! Ibarat, seorang penderita sakit tertentu yang hidupnya sangat bergantung pada obat. Janganlah kita memposisikan diri sangat bergantung pada benda tersebut. boleh kita manfaatkan ‘dia’ untuk mempermudah kebutuhan hidup kita. Tapi ingatlah juga, bahwa kita memiliki kemampuan ‘survive’ jika suatu saat kita dikondisikan tidak bersama ‘nya’. Cobalah untuk berlatih mengecek ‘nya’ tidak sepanjang waktu, coba juga untuk mengurangi ketergantungan selalu menggunakan ‘nya’ dalam urusan pekerjaan. Misal: ketika kita hendak menanyakan tentang kerjaan, jika hanya terpisah beberapa kubikel, berjalanlah dan hampirilah rekan kerja kita. Atau bisa juga jika hanya menanyakan tentang makan siang, jalanlah ke ruangan teman kita.

 

Oh, iya mengapa mungkin kita perlu berlatih minimalisir penggunaan telepon seluler? Kalau-kalau misal benda tersebut rusak atau misal kita tiba-tiba harus beraktifitas di negeri antah berantah yang tidak ada sinyal, kita bisa tetap ‘hidup’! Nah, tertarik untuk bisa lebih ‘survive’ dengan mengurangi penggunaan telepon selulermu?  

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Barbie: Star Light Adventure 2016, Lucu dan Sangat Unik
21 April 2017, by Ayu
Pada artikel kali ini akan bercerita tentang review dari film Barbie: Star Light Adventure. Film tersebut merupakan film Animation-Family terbaru Hollywood ...
CEO Freeport McMoran Menghargai Kepemimpinan Presiden Joko Widodo
30 Agustus 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoRan Inc Richard Adkerson mengungkapkan, keputusan Freeport mau melepas 51 persen saham tak lepas dari kepemimpinan ...
Sudah 47 Tahun Tetap Cantik dan Awet Muda, Apa Sih Rahasia Sophia Latjuba?
13 November 2017, by Rindang Riyanti
Sophia Latjuba masih terlihat cantik dan awet muda meskipun usianya sudah memasuki angka 47 tahun. Apa sih tipsnya biar tetap segar dan awet muda? Sophia ...
Wanita, Ini Risiko Ketika Kamu Memiliki Pacar "Anak Mama"
22 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi sebagian wanita, sepertinya tak mau jika berhubungan dengan pria yang menyandang predikat "anak mama". Hal ini karena mereka ...
Sutiyoso: Anies-Sandi Rendah Hati!
19 Juni 2017, by Zeal
Sutiyoso atau yang kerap dipanggil Bang Yos, menerima kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Cibubur, Jakarta Timur, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab