Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Biji-Bijian Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal, Daging Olahan Meningkatkannya

Biji-Bijian Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal, Daging Olahan Meningkatkannya

17 September 2017 | Dibaca : 375x | Penulis : Rindang Riyanti

Mengkonsumsi biji-bijian setiap hari, seperti beras merah atau roti gandum dapat mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut American Institute for Cancer Research (AICR). Ini adalah pertama kalinya penelitian AICR / WCRF menghubungkan biji-bijian secara independen untuk menurunkan risiko kanker.

"Kanker kolorektal adalah salah satu kanker yang paling umum terjadi, namun laporan ini menunjukkan bahwa banyak orang dapat melakukan penurunan risiko secara dramatis," kata Edward L. Giovannucci, MD, ScD, penulis utama laporan dan profesor gizi dan epidemiologi. di Harvard TH Chan School of Public Health. "Temuan dari laporan komprehensif ini sangat kuat dan jelas: Diet dan gaya hidup memiliki peran penting dalam kanker kolorektal."

Laporan baru tersebut mengevaluasi penelitian ilmiah di seluruh dunia mengenai bagaimana diet, berat badan dan aktivitas fisik mempengaruhi risiko kanker kolorektal. Laporan tersebut menganalisis 99 penelitian, termasuk data pada 29 juta orang, di antaranya lebih dari seperempat juta didiagnosis menderita kanker kolorektal.

Faktor lain yang ditemukan untuk meningkatkan kanker kolorektal meliputi:

Mengkonsumsi daging merah dalam jumlah tinggi (di atas 500 gram berat yang dimasak seminggu), seperti daging sapi atau babi
Kelebihan berat badan atau obesitas
Mengkonsumsi dua atau lebih minuman beralkohol setiap hari (30 gram alkohol), seperti anggur atau bir

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga porsi (90 gram) biji-bijian setiap hari mengurangi risiko kanker kolorektal sebesar 17 persen.

Ini menambah bukti sebelumnya yang menunjukkan bahwa makanan yang mengandung serat mengurangi risiko kanker ini.

Untuk aktivitas fisik, orang yang lebih aktif secara fisik memiliki risiko kanker kolon yang lebih rendah dibandingkan mereka yang melakukan aktivitas fisik sangat sedikit. Di sini, penurunan risiko tampak jelas untuk kanker kolon dan bukan rektum.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Benih Pare sampai Bayam Di Ekspor RI ke 10 Negara
17 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa industri perbenihan lokal mampu bersaing dengan produk benih negara lain di dunia. Pencapaian tersebut dapat ...
Bagaimana Kurang TIdur Mempengaruhi Kemampuan untuk Belajar?
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tidur nyenyak adalah kunci untuk kebahagiaan dan produktivitas, dan sebaliknya, malam yang kurang tidur dapat memberi efek negatif pada performa kita di siang ...
manfaat jamu
11 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jamu menjadi salah satu minuman tradisional khas Indonesia. Minuman jamu dibuat dari tanaman herbal, rempah-rempah, dan bahan alami ...
Juventus Sukses Taklukkan Milan 0 - 2 di Kandangnya
29 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Laga Juventus kontra AC Milan di markas AC Milan, San Siro, Sabtu, (28/10) pukul 23.00 WIB membawa Juventus unggul atas tuan rumah dengan skor ...
Selain Rasanya Enak, Ini 2 Manfaat Seafood yang Baik untuk Kesehatan
22 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Makanan laut atau yang lebih dikenal dengan seafood merupakan salah satu makanan primadona untuk masyarakat Indonesia. Hal ini karena memang pada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab