Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Bercermin Yuk!

Bercermin Yuk!

18 Juni 2018 | Dibaca : 1485x | Penulis : Dika Mustika

Pernahkah kamu memperhatikan tingkah seseorang, bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan sosialnya? Bagaimana ia merespon reaksi seseorang, bagaimana ia ketika ‘mati gaya’, bagaimana ia mengutarakan sesuatu, dan bagaimana-bagaimana lainnya. Biasanya sih, ini dilakukan ketika seseorang tertarik kepada seseorang lainnya. Ingat zaman ketika kita tertarik kepada lawan jenis ketika masa sekolah, kuliah, atau sekarang ada yang masih melakukannya karena alasan ‘kepo’ tertentu? Hahaha...

Tenang, ‘kepo’ ini bukan untuk merugikan atau jadi stalker seseorang kok, ini adalah salah satu eksperimen, justru untuk mempelajari diri sendiri, untuk ‘kepo’ pada diri sendiri. Mengapa kita perlu ‘kepo’ pada diri sendiri? Kan kita tentu kenal lah sama diri, tak perlu lagi ‘kepo-kepo’. Jangan salah, ketika kita ‘menjalankan’ diri, ada hal-hal yang mungkin kita tidak sadari. Karena kita memang fokus sebagai pelaku dalam diri, karena kita ada di dalam. Dengan kita mengamati orang lain, kita pun kemudian dapat bercermin, “Seperti apakah aku ketika mengemukakan sesuatu dalam lingkungan sosial?”, “Seperti apakah aku ketika ada ketidaknyamanan dalam sebuah perbincangan?” Proses itulah salah satu kegiatan ‘merasakan’ diri. Kita mencoba melihat diri dari luar, seolah-olah kita dilihat oleh orang lain, padahal sebenarnya kita melihat diri kita sendiri. Kurang lebih seperti misalnya kita tampil di panggung atau berbicara di dalam rapat, lalu kemudian kita meminta pendapat teman atas penampilan kita tersebut. Nah, namun ini kita mengomentari diri atas diri kita sendiri tanpa perantara mata orang lain.

Yang paling mudah sih, kita mengingat-ingat 2 peristiwa yang saling bertolak belakang. Misal: ketika kita marah atau menangis ketika menghadapi sesuatu yang membuat kita nyaman dan ketika kita bisa tenang menghadapi situasi yang kurang lebih sama. Coba cari tahu mengapa kita bisa lebih tenang dalam menghadapi situasi ke-2. Jika sudah ketemu dengan rahasianya, coba aplikasikan itu ketika kita menghadapi hal yang serupa. Dengan begitu kita jadi bisa memiliki pengendalian diri yang lebih baik. Biasanya, ketika kita membutuhkan cermin untuk melihat seperti apa sih kita dalam keseharian, kita dapat menggunakan jasa seorang psikolog untuk berkonsultasi. Namun, jika kita memang tidak memiliki masalah untuk dikonsultasikan, mengapa kita tidak mencoba untuk ‘merasakan’ diri lalu ‘mempelajari’ diri sendiri saja dahulu. Dengan catatan, jika kebingungan dengan hal ini bisa konsultasikan ke teman terdekat, atau jika memang butuh saran pengendalian diri yang lebih serius bisa hubungi psikolog.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Air Guraka, Minuman Khas Ternate yang Kaya Akan Rempah
23 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu ciri khas dari Indonesia adalah rempah-rempahnya. Tak heran dahulu kita dijajah dengan alasan menguasai rempah-rempah yang ada. Pada ...
Taksi Terbang Pertama akan Meluncur di Dubai
10 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Transportasi udara terbaru yang diusung perusahaan Jerman Volocopter yakni taksi udara otomatis (automated aerial taxis/AAT) diperkirakan akan ...
Apple dan IKEA Kerjasama Membuat Aplikasi Virtual Shopping
20 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seperti yang kita ketahui Apple selama ini lebih tertarik dengan teknologi augmented reality (AR). Kondisi ini semakin terlihat saat ajang WWDC ...
Pemodelan Matematika Ungkap HIV Serang Otak
19 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Setelah mengungkap perkembangan infeksi HIV di otak berkat sebuah model matematika baru yang dikembangkan oleh tim peneliti UAlberta, para dokter dan peneliti ...
Unik, Ratusan Siswa di Salah Satu Sekolah di India Pandai Menulis dengan Kedua Tangannya
10 November 2017, by Rachmiamy
Bisakah kalian menggunakan kedua tangan kalian sama baiknya? Misalnya saja untuk menulis. Tentu saja hal tersebut sangatlah sulit. Namun di India, ada sebuah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab