Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Berawal di Tanah Datar dan Berakhir di Bukittinggi, Tour de Singkarak 2017

Berawal di Tanah Datar dan Berakhir di Bukittinggi, Tour de Singkarak 2017

11 Juni 2017 | Dibaca : 616x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Balap sepeda internasional Tour de Singkarak akan digelar pada 10 -- 18 Oktober 2017. Kabupaten Tanah Datar didaulat sebagai tuan rumah untuk pembukaan dan titik awal perlombaan sepeda, yang digelar setiap tahun ini.

"Start di Kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar dan finish di Kota Bukittinggi," kata Oni Yulivian, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Minggu 11 Juni 2017.

Penyelenggaraan Tour de Singkarak di Batusangkar, Tanah Datar, biasanya digelar di Istano Basa Pagaruyuang. Arsitektur rumah gadang di istana kerajaan yang berdiri pada abad ke-13 itu memiliki keunikan dan menjadi daya tarik pembalap dan penonton.

Oni mengatakan pemerintah kabupaten harus melakukan persiapan sejak sekarang. Misalnya menyiapkan jalur yang akan dilalui hingga tempat penginapan pembalap dan official.

"Pemkab Tanah Datar mulai melakukan persiapkan dari sekarang, terutama soal hotel atau penginapan," kata Oni.

Sedangkan, Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi untuk finish agar memiliki suasana baru. Sebab, sejak tahun 2012, finish acara ini selalu dipusatkan di Kota Padang.

Menurut Oni, Bukittinggi sudah sering mengusulkan menjadi tempat start atau finish. Kota Wisata itu ditetapkan berdasarkan keputusan bersama Kementerian Pariwisata karena telah memenuhi persyaratan sebagai penyelenggaran finish.

"Biasanya finish-nya di Kota Padang. Namun hasil rapat memutuskan finish untuk tahun ini tidak lagi di Padang, tapi di Kota Bukittnggi," ujarnya.

Oni mengatakan Tour de Singkarak tahun ini akan digelar sepanjang sembilan etape. Rute masing-masing etape juga akan berbeda dari tahun sebelumnya.

Tour de Singkarak ke-9 ini rencanannya akan menempuh sembilan rute. Rancangannya, etape pertama dari Tanah Datar menuju Kota Padang dengan panjang 107 km; etape kedua Painan–Sawahlunto sepanjang 166 km; dan etape ketiga, Muaro Sijunjung–Pulau Punjung 100 km.

Lalu, etape keempat Danau Singkarak–Payakumbuh 135 km; etape kelima Lembah Harau–Padang Panjang 101 km; dan etape keenam Kota Solok – Padang Aro Solok Selatan 140 km.

Sedangkan etape ketujuh Pariaman – Pasaman Barat 157 km; etape kedelapan, Padang Pariaman–Agam 101 km; dan etape 9 Pasaman–Bukittinggi Sirkuit 90 km.

"Kepastian rute setelah dilakukan survei yang diagendakan setelah Lebaran ini. Kemudian pendaftaran ke Union Cycliste Internationale," kata Oni.

Oni mengatakan seluruh jalan yang akan dilalui sudah tidak ada lagi yang rusak sepekan sebelum acara dimulai. Perbaikan harus tepat waktu terutama jalur di Lubuk Selasih Kabupaten Solok menuju Padang Aro Kabupaten Solok Selatan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengatakan Tour de Singkarak 2017 ini tidak lagi melakukan kesalahan-kesalahan seperti tahun sebelumnya. Misalnya tenda yang roboh, jalan berlobang, dan banyaknya pembalap yang komplaim.

"Makanya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Ajang ini ini diikuti banyak negara di dunia dan ditayangkan secara juga nasional dan internasional," kata Esthy.

Penyelanggaran Tour de Singkarak dimulai pada 2009. Total jarak yang ditempuh 464,7 kilometer dengan empat etape. Pada tahun 2010, ditingkatkan menjadi enam etapi dengan jarak 551,7 kilometer.

Pada tahun ketiga, ajang balap sepeda dengan kelas 2,2 Asia Tour itu menempuh 743,5 kilometer dengan tujuh etape. Pada tahun 2012, jarak tempuhnya mencapai 854 kilometer. Kemudian kembali meningkat pada tahun 2013 dengan total jarak 1181,6 kilometer dengan melewati 14 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Pada tahun 2014, pembalap harus menempuh jarak 1.250 kilometer dengan sembilan etape dengan melewati 17 kabupaten dan kota. Tahun 2015 kembali meningkat menjadi 1.343,1 kilometer. Pada tahun 2016, jarak tempuh turun menjadi 1.100 kilometer.

Tour de Singkarak didominikasi pembalap Iran. Hampir setiap tahun mereka berhasil mendapatkan yellow jersey. Pembalap Iran Ghader Mizbani Iranagh berhasil menjadi juara pada tahun 2009, 2010, dan 2013. Amir Zargani juara pada tahun 2011 dan 2014.

Sedangkan pada tahun 2012, pembalap asal Spanyol yang tergabung dengan tim asal Iran, Oscar Pujol Munoz, berhasil menyabet yellow jersey. Kemudian Arvin Moazemi Gourdarzi menjuarai ajang balap sepeda ini pada tahun 2015.

Pada tahun 2016, Amir Kolahdouzhagh berhasil menjuarai Tour de Singkarak. Pembalap Iran itu disusul pembalap asal Indonesia Dadi Suryadi

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Marc Marquez Berpeluang Besar Menjadi Juara Dunia MotoGP 2017 di Empat Seri Tersisa
28 September 2017, by Rachmiamy
Marc Marquez sukses merebut podium tertinggi di seri 14 MotoGP Aragon. Dengan kemenangan tersebut, Marquez berhasil menambah 25 poin dan mengokohkan posisinya ...
Dinosaurus dan Gunung Berapi Serta Hubungannya dengan Kepunahan Binatang Purba
6 Mei 2018, by Maman Soleman
Ada dua teori tentang punahnya dinosaurus dan binatang-binatang purba pada 65juta tahun yang lalu. Teori pertama mengatakan, binatang-binatang purba di muka ...
Ini Alasan Mengapa BPOM Larang Albothyl Sebagai Obat Sariawan
16 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu obat sariawan paling ampuh, yakni Albothyl kini dilarang untuk digunakan. Adanya kandungan policresulen didalamnya dapat sebabkan kita ...
mcgregor
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Petarung MMA Connor McGregor mendatangi UFC Performance Institute di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (19/7/2017) waktu setempat dengan membawa ...
Indonesia jadi Tuan Rumah Kejuaraan Motor Cross Dunia
4 November 2017, by Admin
  Tampang.com - Indonesia dipastikan mengelar  Kejuaraan Dunia MXGP 2018.  Even yang di bawah naungan FIM World Motocross Championship d akan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman