Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bahaya Makan Mie Instan Secara Berlebihan

Bahaya Makan Mie Instan Secara Berlebihan

12 Juni 2018 | Dibaca : 1099x | Penulis : oteli w

Bahaya Makan Mie Instan Secara Berlebihan

 

Mie instan sering kali dijadikan sebagai menu makanan karena alasan enak, murah dan praktis. Tapi masalahnya, ada kandungan dalam mie instan yang berbahaya karena dapat merusak kesehatan. Berikut beberapa fakta penting yang sebaiknya Anda ketahui tentang mie instan.

 

Kemampuan Tubuh Serap Gizi Berkurang

Jika Anda makan mie instan dan setelahnya menyantap makanan sehat seperti sayur dan buah, maka tubuh tidak akan bisa menyerap semua kandungan gizi dari makanan sehat tersebut. Ini karena mie instan mempengaruhi secara negatif proses pencernaan hingga beberapa jam setelah dimakan.

 

Beresiko Memicu Penyakit Kanker

Mie instan biasanya mengandung bahan pengawet, zat anti beku, dan unsur lain yang bersifat karsinogen atau bisa mengakibatkan kanker. Lagipula, mie seduh instan biasanya dikemas dalam "cangkir polistirena" yang mengandung zat pemicu kanker, plasticizer dan dioksin, dan bisa tercampur ke dalam mie begitu diseduh dengan air panas.

 

Kandungan Natrium Berlebihan

Kadar natrium tinggi bisa menyebabkan batu ginjal dan gangguan ginjal lainnya. Kandungan rata-rata natrium pada sebungkus mie instan lebih dari 800 mg. Sementara menurut saran para pakar kesehatan, jumlah asupan maksimum natrium per hari adalah 2400 mg. Jadi seporsi mie instan saja sudah hampir memenuhi setengah dari jumlah asupan natrium yang disarankan.

 

Efek Samping MSG

Mie instan juga kaya penyedap masakan MSG atau monosodium glutamat. Ada yang alergi terhadap MSG, atau juga merasa sakit kepala atau sakit dada setelah menyantap mie instan. Konsumsi MSG juga erat kaitannya dengan penyakit lain, termasuk kanker.

 

Mengandung Zat Anti Beku

Mie instan mengandung zat anti beku seperti propylene glycol yang bertujuan untuk mencegah mie menjadi kering. Konsumsi bahan aditif anti beku ini diyakini memicu berbagai resiko kesehatan, termasuk gangguan hati, jantung dan ginjal serta bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ditemukan Terowongan Bawah Tanah di Bawah Piramida Berusia 2000 Tahun
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Baru-baru ini arkeolog telah menemukan sebuah terowongan misterius di bawah piramida di Teotihuacan, Mexico, yang dijuluki ‘Pyramid of the ...
Chronology, Game Unik dengan Visual Gaya Kartun
4 Juli 2018, by Maman Soleman
Chronology adalah game platformer indie di mana kamu akan bermain dengan manipulasi waktu. Di sini kamu akan bermain sebagai seorang kakek penemu yang ...
Efek Kurang Tidur Berdasarkan Genetika Individu
5 Juni 2018, by Slesta
Para peneliti di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania mempelajari efek kognitif dari orang yang kurang tidur dan menemukan perbedaan ...
Tak Hanya di Naruto, Desa Ninja Ternyata Sungguhan Ada
14 November 2017, by Rindang Riyanti
Ninja, rupanya tak hanya eksis di Konoha seperti halnya dalam anime Naruto saja. Desa Ninja di Jepang ternyata benar-benar ada lho. Figur seorang Ninja ...
Ekonomi : Kekhawatiran Perdagangan Menyeret Harga Minyak Lebih Rendah
28 Mei 2018, by Slesta
Keprihatinan Eropa tentang volatilitas ekonomi berbasis luas dan resah atas guncangan sisi penawaran membantu mengirim harga minyak mentah turun tajam pada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab