Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
hukum kunjungi atau ziarah kuburan jelang puasa

Apa Hukum Kunjungi Kuburan Jelang Puasa...

16 Mei 2017 | Dibaca : 1240x | Penulis : titin

Budaya atau tradisi di negara kita ini adalah biasanya melakukan ziarah kubur menjelang puasa atau bulan Ramadhan. Padahal tidaklah tepat banyak yang meyakini bahwa menjelang bulan puasa adalah waktu yang utama untuk berziarah ke kuburan orang tua atau kerabat yang biasanya dikenal dengan nyekar atau nyadran, dan ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan rasanya masih ada yang kurang dalam menyambut puasa Ramadhan.

Memang pada masa awal-awal islam, Rasulullah SAW pernah melarang umat islam berziarah ke kuburan, mengingat kondisi keimanan mereka pada saat itu yang masih lemah. Karena pola pikir saat itu masih didominasi dengan kemusyrikan dan kepercayaan kepada para dewa dan sesembahan. Rasulullah SAW mengkhawatirkan terjadinya kesalah pahaman ketika mereka mengunjungi kuburan baik dalam berprilaku maupun dalam berdo'a.

Seiring berjalannya waktu alasan itu semakin tidak kontekstual dan Rasulullahpun akhirnya memperbolehkan berziarah kubur. Seperti keterangan Rasulullah SAW dalam Sunan Turmudzi no 973. Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda "Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah...! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat. " 

Demikianlah sebenarnya hukum dasar diperbolehkannya ziarah kubur dengan alasan yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua, saudara dan juga ke makam orang shalih dan para wali merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat.

Tapi masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertantu dan meyakini bahwa menjelang bulan puasa Ramadhan adalah waktu yang utama untuk nyekar, ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dan anjuran islam yang menentukan hal ini. Yang ada hanyalah anjuran untuk berziarah kubur secara umum tanpa batasan waktu atau waktu istimewa yang lebih afdhal dalam melakukannya, karena fungsinya mengingatkan kita kepada kematian. Jadi boleh kapan saja, tidak harus menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Fenomena ziarah kubur menjelang Ramadhan terjadi begitu saja, tanpa ada ulama yang menganjurkan, memberikan arahan dan penjelasan, kemudian menjadi tradisi yang turun temurun. Wallahu a'lam bishshawab.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hasil Penelitian:Di Masa Depan, Bayi yang Lahir Mampu Miliki Kecerdasan Tinggi
30 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebuah perusahaan asal Tiongkok mengklaim bahwa manusia akan dapat memilih calon bayi yang memiliki kecerdasan tinggi dalam waktu dekat. Para ...
Selamat, April Jasmin Hamil Bayi Kembar !
7 Januari 2018, by Rachmiamy
Kabar bahagia datang dari Ustadz Sholeh Mahmoed Nasution atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustadz Solmed dengan sang istri April Jasmin. Setelah menjalani ...
Belajar Menjadi Calon Pemimpin Idaman Sejak Dini
13 April 2018, by oteli w
Belajar Menjadi Calon Pemimpin Idaman Sejak Dini Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengajak atau mempengaruhi orang atau kelompok lain ...
musik bahagia
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Mendengarkan musik yang bahagia dapat membantu menghasilkan lebih banyak solusi inovatif dibandingkan dengan tidak mendengarkan apapun, menurut sebuah studi ...
Benar Saja, SBY dan Prabowo Tidak Akan Berkoalisi
28 Juli 2017, by Gatot Swandito
Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, pertemuan antara SBY dan Prabowo yang berlangsung semalam, Kamis 27 Juli 2017 tidak bermuara pada keputusan untuk ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih