Tutup Iklan
hijab
  
login Register
hukum kunjungi atau ziarah kuburan jelang puasa

Apa Hukum Kunjungi Kuburan Jelang Puasa...

16 Mei 2017 | Dibaca : 1513x | Penulis : titin

Budaya atau tradisi di negara kita ini adalah biasanya melakukan ziarah kubur menjelang puasa atau bulan Ramadhan. Padahal tidaklah tepat banyak yang meyakini bahwa menjelang bulan puasa adalah waktu yang utama untuk berziarah ke kuburan orang tua atau kerabat yang biasanya dikenal dengan nyekar atau nyadran, dan ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan rasanya masih ada yang kurang dalam menyambut puasa Ramadhan.

Memang pada masa awal-awal islam, Rasulullah SAW pernah melarang umat islam berziarah ke kuburan, mengingat kondisi keimanan mereka pada saat itu yang masih lemah. Karena pola pikir saat itu masih didominasi dengan kemusyrikan dan kepercayaan kepada para dewa dan sesembahan. Rasulullah SAW mengkhawatirkan terjadinya kesalah pahaman ketika mereka mengunjungi kuburan baik dalam berprilaku maupun dalam berdo'a.

Seiring berjalannya waktu alasan itu semakin tidak kontekstual dan Rasulullahpun akhirnya memperbolehkan berziarah kubur. Seperti keterangan Rasulullah SAW dalam Sunan Turmudzi no 973. Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda "Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah...! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat. " 

Demikianlah sebenarnya hukum dasar diperbolehkannya ziarah kubur dengan alasan yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua, saudara dan juga ke makam orang shalih dan para wali merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat.

Tapi masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertantu dan meyakini bahwa menjelang bulan puasa Ramadhan adalah waktu yang utama untuk nyekar, ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dan anjuran islam yang menentukan hal ini. Yang ada hanyalah anjuran untuk berziarah kubur secara umum tanpa batasan waktu atau waktu istimewa yang lebih afdhal dalam melakukannya, karena fungsinya mengingatkan kita kepada kematian. Jadi boleh kapan saja, tidak harus menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Fenomena ziarah kubur menjelang Ramadhan terjadi begitu saja, tanpa ada ulama yang menganjurkan, memberikan arahan dan penjelasan, kemudian menjadi tradisi yang turun temurun. Wallahu a'lam bishshawab.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Lulusan institut Tekhnologi Kalimantan tidak bisa Daftar CPNS
2 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mendapat teguran. Penyebabnya akreditasi kampus yang berdiri sejak 2014 itu belum terdaftar di ...
Deddy Mizwar Dukung Pembangunan Bandara di Pangandaran
9 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
 Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pembangunan infrastruktur Bandara Nusawiru ...
Manfaat Bulu Ketiak yang Wajib Diketahui
4 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Ada banyak orang yang berpikiran bahwa jika seseorang terutama wanita membiarkan bulu ketiaknya tetap ada dan tidak mencukurnya sampai terlihat ...
7 Fakta tentang Kopi Berikut Ini Akan Membuat Anda Membuat Secangkir Kopi Sesegera Mungkin
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Setiap hari, Beethoven membuat kopi dari 60 biji kopi, sementara Voltaire minum hingga 50 cangkir sehari dan hidup sampai usia 83. Jadi apakah kecanduan kopi ...
5 Cara Agar Buku Kamu Terawat dengan Baik
23 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Buku adalah jendela dunia. Maka sepatutnya, jika kamu memang hobi membaca buku, memeliharanya adalah salah satu keharusan. Memelihara buku ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab