Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Anies Baswedan : "Jadilah Penggerak kalau mau Maju jangan Bangga jadi Pelayan Rakyat"

Anies Baswedan : "Jadilah Penggerak kalau mau Maju jangan Bangga jadi Pelayan Rakyat"

3 Juni 2017 | Dibaca : 1854x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- "Republik ini tidak pernah didirikan oleh pelayan, republik ini dibangun oleh para penggerak. Pemimpin yang baik itu adalah mereka yang datang menggerakkan warganya untuk menyelesaikan masalah".Perkataan ini disampaikan Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan pada saat menjadi pembicara dalam acara pengajian Ramadhan yang diadakan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta bertempat di kampus UHAMKA Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Perkataan Anies ini seolah menyindir Pemrov DKI Jakarta yang menurut penilaiannya menempatkan diri mereka sebagai pelayan rakyat, sedangkan warga adalah konsumennya. Anies menilai Pemrov DKI Jakarta tidak melakukan pendekatan gerakan dalam membangun Jakarta.

"Bapak/ibu menjadi konsumen, sedangkan kami pemerintah adalah pelayannya. Pelayan dan itu dibanggakan menjadi pelayan warga" sahut Anies lagi.

Anies sendiri menyatakan komitmentnya apabila sudah resmi memimpin Jakarta akan melakukan pendekatan gerakan. Menurut Anies dengan pendekatan gerakan, proses pembangunan bisa langsung melibatkan warga. Pendekatan inilah yang dulu dilakukan para pendiri bangsa ini untuk memerdekakan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Anies menjelaskan paparannya ini dengan mencontohkan gerakan saat dirinya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan menyelenggarakan Olimpiade Matematika tingkat nasional di Kota Malang pada tahun 2014. Sebelumnya Olimpiade matematika ini selalu diadakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Suraaya, Bandung dan Bali. Salah satu alasannya kota-kota besar itu yang mempunyai hotel yang besar untuk menampung banyaknya peserta Olimpiade.

Dengan diselenggarakannya Olimpiade Matematika di Kota Malang, Anies sebagai Mendikbud membuat gerakan yang berbeda dengan menempatkan ribuan peserta Olimpiade tidak di hotel melainkan tinggal di rumah-rumah warga setempat. Menurut Anies, ini sama seperti konsep Muhammadiyah apabila melaksanakan muktamar.

Dengan peserta Olimpiade menginap dirumah warga, warga mendapatkan penghasilan dadakan karena tidak hanya dijadikan penginapan saja tapi ada warga yang menjadi pengantar dan penjemput peserta olimpiade matematika ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kasih Sayang Orang Tua Sepanjang Masa
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Memiliki anak adalah suatu anugrah terindah yang telah Tuhan berikan kepada kita,dan sebagai orang tua kita tak lepas untuk selalu mendoakan yang ...
Ingin Sehat Jasmani dan Rohani.... Berdo'alah dan Rasakan Hasilnya
23 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Berdo'a oleh hampir sebagian orang hanya dianggap karena ingin meminta sesuatu kepada Allah SWT dan sebagai rasa syukur atas nikmat yang ...
Inilah 3 Alasan Para Miliarder Memilih Hidup Sederhana
10 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Siapa yang tidak ingin menjadi seorang miliarder? Ya, setiap orang pasti menginginkannya. Bagaimana tidak, seorang miliarder akan mampu ...
Naskah Voynich yang Misterius, Mungkinkah Sebuah Manual Kesehatan?
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Seorang peneliti sejarah percaya bahwa pada akhirnya dia bisa memecahkan misteri manuskrip abad pertengahan. Codex yang penuh teka-teki, yang pertama kali ...
Lagi,…Film Nasional Bakalan Tampil Di Hongkong
4 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Bakalan ada lagi film nasional garapan anak Bangsa Indonesia yang bakal tampil diluar negeri . ada 2 film yang akan tampil di Hongkong, Film ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih