Teknologi AI yang Berpikir Seperti Manusia
Keunggulan utama dari sistem Waabi adalah kecerdasan buatan (AI) yang diklaim dapat berpikir dan mengambil keputusan layaknya manusia. Sebelum mendirikan Waabi pada 2021, Raquel Urtasun pernah menjabat sebagai kepala ilmuwan di Uber ATG. Dengan pengalaman tersebut, ia yakin bahwa sistem AI yang dikembangkan Waabi lebih efisien dibandingkan pesaingnya.
Salah satu alasan mengapa AI Waabi lebih unggul adalah karena sistemnya mampu memahami dunia sekitar dengan lebih sedikit data dan kebutuhan komputasi yang lebih rendah. Ini berarti kendaraan otonom yang mereka kembangkan dapat beroperasi lebih cepat, hemat energi, dan lebih akurat dalam mengambil keputusan saat berada di jalan.
Investasi Miliaran Dolar dan Persaingan Ketat
Kerja sama antara Waabi dan Volvo bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Volvo sebelumnya sudah menanamkan investasi di Waabi melalui cabang venturanya, Volvo Group Venture Capital. Bahkan, Volvo ikut serta dalam pendanaan Seri B Waabi yang mencapai US$200 juta (Rp3,2 triliun).
Selain Waabi, beberapa perusahaan lain juga berlomba-lomba mengembangkan truk otonom. Aurora dan Kodiak adalah dua pesaing utama yang telah mendapatkan pendanaan besar untuk proyek serupa. Aurora berhasil mengumpulkan US$3,46 miliar (Rp56 triliun), sedangkan Kodiak mendapatkan US$243 juta (Rp3,9 triliun).
Aurora bahkan telah merencanakan peluncuran truk komersial tanpa pengemudi pada April 2025, sedangkan Kodiak telah mulai mengirimkan truk otonom untuk operasi off-road bersama mitra bisnis mereka.
Dengan persaingan yang semakin ketat, tahun 2025 diprediksi akan menjadi titik krusial bagi industri truk otomatis. Menurut Urtasun, tahun tersebut akan menjadi "momen berhasil atau gagal" bagi teknologi ini. Jika berhasil, maka dunia akan segera melihat semakin banyak kendaraan besar melaju tanpa sopir di jalan raya.